Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

TNI Tanggani Terorisme, Eks Kepala BNPT: Bisa Berbahaya dan Timbulkan Masalah Baru

by Irfan Mualim
14.10.2020
in Nasional
A A
Penuhi Kebutuhan TNI dan Kemhan, Unhan Buka Fakultas MIPA Militer

MALANG – Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Inspektur Jenderal (Purn) Pol Ansyaad Mbai, mengkritik rencana pemerintah melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengatasi terorisme.

Menurut Mbai, kekuatan militer bisa berbahaya dan malah berpotensi menimbulkan masalah baru. Karena itu, rencana tersebut harus jelas peraturannya terkait batasan peran TNI dalam penanganan terorisme.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026

“Selama ini sudah ada peran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan BNPT itu sendiri,” ujarnya di Malang, Selasa (13/10/2020).

Ia menambahkan, rencana melibatkan TNI tidak boleh keluar dari koridor hukum sebelumnya. Baik hukum dalam Undang Undang TNI maupun pemberantasan tindak pidana terorisme.

“Jangan keluar dari itu. Kalau keluar, bahaya,” uja dia.

Pengerahan kekuatan militer dalam penanganan tindak pidana terorisme berbahaya. Hal itu melihat dari rekam jejak beberapa negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Dimana dihantui pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Berdasarkan pengalaman Internasional berbagai macam negara menghadapi organisasi teroris dengan operasi militer. Tidak ada satupun berhasil,” kata dia.

Mbai mencontohkan, pengerahan militer dalam menumpas kelompok Al Qaeda di Afganistan. Dimana kelompok tersebut di bombardir oleh pasukan militer Amerika Serikat hingga membuat pendirinya Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin (Osama bin Laden) tewas pada 2 Mei 2011.

Namun bukannya berhenti dan selesai, kelompok tersebut malah marah dan menyimpan dendam kesumat. Bahkan, berkembang menjadi kelompok baru dengan anggota lebih besar bernama ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Sedangkan untuk kasus di Indonesia, Mbai mencontohkan, seperti konflik sebuah organisasi separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang memiliki tujuan lepas dari Indonesia pada tahun 1976. Kala itu, pemerintah melakukan operasi militer besar-besaran selama puluhan tahun di daerah tersebut.

Namun demikian, tindakan tersebut bukan menyelesaikan masalahnya. Melainkan membuat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) semakin melambung namanya gerakan separatis itu di mata Internasional.

“Ketika dilakukan operasi militer puluhan tahun di sana (Aceh). Apa yang terjadi? Terjadi internasionalisasi GAM. Intervensi internasional masuk. Ini yang harus kita hindari,” kata dia.

Peran TNI memang sangat diperlukan dalam setiap kondisi dalam membantu keamanan Indonesia. Akan tetapi, jangan sedikit-sedikit langsung mengerahkan kekuatan militer. Padahal, kondisi belum genting dan cukup diatasi instansi penegak hukum seperti kepolisian.

“TNI penting sekali. Tapi, jangan diobral. Pemerintah jangan sembarangan terjunkan TNI. Dia adalah pemukul ketika polisi tidak bisa menabrak target dalam suatu kondisi,” ujar dia.

Mengerahkan kekuatan militer dalam penegakan hukum ada satu prinsip umum bahwa kondisi sudah darurat. Artinya apabila situasi ancaman sudah diluar batas kemampuan polisi. Baru kemudian kondisi hal tersebut perlu keterlibatan militer.

“Militer dalam penegakan hukum ada satu prinsip universal yaitu assistance in an emergency situation. Jadi, militer baru terlibat apabila situasi ancaman diluar batas kemampuan polisi,” kata Mbai.

Oleh karena itulah, terkait mengatasi tindak pidana terorisme di Indonesia. Ia menyarankan agar pemerintah mengedepankan pendekatan kultural atau lebih mementingkan kepentingan manusia.

Dia mencontohkan, penanganan tindak pidana terorisme di Peru. Dimana beberapa kali pemerintah setempat menggunakan kekuatan militer. Bukan selesai, malah semakin parah dan membuat semakin banyak korban berjatuhan.

Terlepas dari itu, dia menyampaikan dalam penanganannya juga perlu bantuan organisasi masyarakat (ormas), ulama dan cendekiawan moderat. Meminta pemerintah memfasilitasi kegiatan mereka dalam upaya pencegahan terjadinya tindak pidana terorisme.

Diketahui, sampai saat ini, pembahasan Perpres terkait rencana melibatkan kekuatan militer dalam penanganan terorisme masih dalam pembahasan di legislatif.

Tags: BNPTTerorismeTNI
Previous Post

Pro Kontra UU Cipta Kerja, Polri Tangkap Delapan Petinggi KAMI

Next Post

Panglima TNI: Pemimpin yang Berkualitas Harus Mampu Beradaptasi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Panglima TNI: Pemimpin yang Berkualitas Harus Mampu Beradaptasi

Panglima TNI: Pemimpin yang Berkualitas Harus Mampu Beradaptasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In