Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada! Wabah Intoleransi dan Radikalisme di Dunia Pendidikan

by Irfan Mualim
20.01.2020
in Nasional
A A
Waspada! Wabah Intoleransi dan Radikalisme di Dunia Pendidikan

JAKARTA – Wabah intoleransi dan radikalisme masih menjadi pekerjaan berat bagi dunia pendidikan, terutama di tingkat sekolah. Sebab tak hanya menjadi wadah membina karakter para siswa, tetapi juga sebagai tempat mentransfer pengetahuan.

Dikatakan Ketua Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Pengurus Pusat Fatayat NU, Riri Khairoh, untuk mengikis bibit intoleransi dan radikalisme di sekolah, salah satu yang dapat dilakukan ialah dengan meninjau kurikulum pembelajaran.

“Pertama yang perlu ditinjau adalah kurikulum formalnya seperti apa. Apakah bahan ajar mengandung materi yang bisa menyebabkan siswa intoleran. Karena selama ini bahan ajar sudah melewati screening yang cukup panjang,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026

Selain itu, yang tak kalah penting juga yakni mewaspadai para guru atau tenaga pendidik, agar tidak mengajarkan hal-hal yang bisa mengarah ke intoleransi. Sebab kebanyakan siswa, kerap mengikuti apa yang dikatakan guru.

“Kalaupun bukunya sudah baik, tetapi yang menyampaikan (guru) memiliki perspektif yang intoleran, juga bisa menjadi penyebab,” katanya.

“Kalau gurunya bilang A, muridnya juga akan mengikuti. Nah menurut saya ini justru yang harus terus diawasi, bagaimana perspektif guru terkait isu-isu intoleransi maupun radikalisme,” Riri menambahkan.

Oleh karena itu, perlu upaya untuk mengikis benih intoleransi di sekolah, seperti kampanye perdamaian dan multikulturalisme. Apalagi sekolah yang terletak dipedalaman biasanya homogen, sehingga murid jarang mengenal di luar keimanan mereka atau di luar sukunya.

Menurutnya, sangat penting para pendidik membuka ruang seluas-luasnya bagi anak didik, seperti membuat ruang perjumpaan antara mereka yang berbeda-beda. Tujuannya, agar anak didik mengerti bagaimana menghargai dan menghormati orang yang berbeda.

“Sekolah itu tidak boleh eksklusif hanya untuk kelompok tertentu,” katanya.

Dikatakan Riri, Rohani Islam (Rohis) bisa juga menjadi salah satu penyebab timbulnya intoleransi di sekolah. Hal itu belajar dari beberapa kasus, dimana kegiatan Rohis banyak dilatih para alumni sekolah tersebut, yang kadang pihak sekolah tidak mengontrol dan tidak sadar telah terpapar radikalisme.

“Jadi bisa melalui ekskul, kemudian melalui Rohis atau misalnya pengajian bulanan. Nah itu yang harus mendapatkan perhatian dari pihak sekolah untuk terus melakukan kontrol,” ujar dia.

Infiltrasi intoleransi di dunia pendidikan, juga bisa terjadi melalui forum orang tua murid seperti pengajian. “Mengadakan pengajian rutin reguler untuk orang tua murid, tapi setelah beberapa waktu, materi ceramahnya menjurus ke intoleransi,” katanya.

Untuk itu, pemerintah sebagai regulator perlu memberikan payung hukum yang jelas bagi institusi pendidikan, khususnya di daerah-daerah. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan secara sistematis melalui kurikulum yang lebih mengarah kepada pendidikan karakter.

“Jadi kalau ada praktek di sekolah yang mengajarkan intoleransi atau radikalisme perlu ada sanksi tegas pemerintah,” ujar dia.

Tags: PendidikanRadikalisme
Previous Post

TPA Ar-Rahmat, Hasil Kerja ‘Bareng’ TNI-Warga Pelauw, Maluku Tengah

Next Post

Meski Natal Telah Lewat, Personel Bakamla Tetap Berbagi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Meski Natal Telah Lewat, Personel Bakamla Tetap Berbagi

Meski Natal Telah Lewat, Personel Bakamla Tetap Berbagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In