Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Akal Sehat Kunci Selamat dari Bias Informasi Berjubah Agama di Era Digital

by Irfan Mualim
02.08.2023
in Nasional
A A
Akal Sehat Kunci Selamat dari Bias Informasi Berjubah Agama di Era Digital

JAKARTA – Perubahan kebiasaan manusia era modern dalam cara berkomunikasi berpengaruh terhadap pembentukan persepsi masyarakat. 

Saat ini, persepsi terhadap kebenaran bukan tergantung dari seberapa terujinya suatu substansi, namun lebih kepada bias personal dan popularitas semata. Apalagi menyangkut informasi berjubah agama, yang bisa membuat seseorang bisa teradikalisasi.

Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail, menjelaskan dalam mencari dan mencerna suatu informasi, perilaku manusia zaman modern cenderung mengambil informasi hanya dari sumber yang membenarkan apa yang telah diyakininya. 

BACA JUGA

Produser film Ageman, Ken Setiawan dan UIN Raden Intan sepakati MoU edukasi toleransi melalui film

Layar Bioskop Lawan Radikalisme, Film ‘Ageman’ dan UIN Raden Intan Bersatu Rangkul Gen Z

15.10.2026
Cegah radikalisme PGNI Lampung dan Ken Setiawan di safari ngaji Kebangsaan

Cegah Radikalisme Masuk Pesantren, PGNI Lampung Bareng Ken Setiawan di Safari Ngaji Kebangsaan

07.10.2026

Dalam dunia psikologi, bias kognitif ini sering disebut dengan motivated reasoning atau confirmation bias.

“Ketika kita mencari informasi, kita cenderung sudah punya pemahaman, cara pandang, atau stigma tertentu, lalu kita mencari informasi untuk membenarkan pemahaman atau cara pandang kita tadi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/8/2023). 

“Hal ini terjadi bahkan sebelum adanya media sosial. Dengan adanya media sosial, kecenderungan terjadinya bias kognitif itu menjadi lebih kuat lagi,” lanjut dia.

Dirinya menjelaskan, keadaan seperti ini diperparah dengan munculnya algoritma dalam layanan mesin pencarian atau search engine seperti Google atau Bing. 

Sebagai contoh, penggemar klub bola Arsenal, maka kalau nge-klik Arsenal, seluruh informasinya itu yang berkaitan dengan klub Arsenal saja. Klub bola lain seperti Manchester United jelas tidak akan muncul.

“Dalam cara memahami ajaran agama tertentu, kalau kita sudah meng-klik, misalnya al-wala wal bara’, istilah, atau acara tertentu yang didorong oleh kelompok pro kekerasan, cenderung kita akan hanya menerima informasi yang sama,” katanya. 

Menurut dia, dunia akademis biasanya ini disebut dengan filter bubble. Dimaan seseorang membuat bubble atau ruang sendiri berdasarkan dari filter atau pencarian yang dilakukan. 

“Inilah fenomena saat ini yang mengakibatkan polarisasi, yang berhaluan kanan jadi kanan banget, yang kiri jadi kiri banget, haluan tengah menjadi kosong,” kata dia.

Ia menambahkan, pentingnya mencari sumber informasi pembanding dari apa yang sudah diyakini. Perlu mengadopsi tradisi berpikir kritis, untuk bisa membedakan bahwa apa yang di internet belum tentu semuanya benar. 

Kemampuan membandingkan suatu informasi dengan hal yang sama, namun dari sumber dan perspektif yang berbeda menjadi penting.

Menurutnya, tren medium yang digunakan serta kecenderungan cara berkomunikasi masyarakat dunia memang telah berubah. 

Sekarang itu percakapan baru ada tiap detiknya, dan komunikasi serba cepat saat ini dianggap sebagai sebuah kebenaran. Masyarakat di seluruh dunia cenderung tidak melihat mana yang benar, tapi justru mana yang viral.

“Kalau nggak viral dia tidak diperhatikan, tapi yang follower-nya banyak justru diperhatikan. Ini adalah jenis kebenaran baru, maka dalam dunia akademisi fenomena ini disebut sebagai ‘the death of expert,’ kematian para pakar. Sebagai contoh, yang bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri, kredibilitasnya bisa kalah oleh selebgram seperti Atta Halilintar di mata masyarakat saat ini,” ujar dia.

Ia menyoroti pentingnya belajar teknologi sebagai suatu kenyataan yang tak terelakkan. Ini berlaku mulai dari masyarakat lapisan terbawah, hingga para pejabat yang memegang kendali. 

Ketika di suatu negara para pemangku kepentingannya tidak memahami perkembangan teknologi, tentu akan berdampak buruk terhadap kebijakan atau keputusan yang diambil.

“Keharusan memahami perkembangan teknologi adalah pekerjaan rumah bagi semuanya. Teknologi ini kan semuanya harus belajar,” kata dia.

Jika tidak, kata Noor Huda, pasti akan ketinggalan zaman. Contohnya, ketika CEO TikTok dipanggil oleh Kongres Amerika Serikat untuk melakukan hearing (sesi tanya jawab) di muka publik. Anggota parlemen Amerika Serikat dikira sebagai sekumpulan orang dengan intelektual di atas rata-rata, justru melempar pertanyaan-pertanyaan yang tak paham terkait teknologi informasi.

“Ini akibatnya jika pemangku kepentingan tidak tanggap terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Untuk itu, Noor Huda pun berpesan agar masyarakat jangan percaya pada satu guru atau sumber saja, tapi harus bisa dan mau melihat dari berbagai macam sumber. 

Masyarakat juga harus menggunakan akal sehat untuk bisa memilih dan memilah informasi. Kemudian dalam membagikan informasi, prinsipnya think before you share atau saring sebelum sharing.

“Saya pikir ini skill yang penting, karena apa yang kita lihat di media sosial itu belum tentu kebenaran. Seberapa terlihat viral atau penting suatu informasi itu sebenarnya bisa diciptakan atau direkayasa selama ada dananya,” ujar dia.

Tags: AgamaAkal SehatEra DigitalModerasi Beragama
Previous Post

Soal Kasus Kepala Basarnas, Panglima TNI: Tak Akan Melindungi Anggota yang Salah

Next Post

Kemhan RI Beli Puluhan Pesawat Nirawak, Harganya Segini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Kemhan RI Beli Puluhan Pesawat Nirawak, Harganya Segini

Kemhan RI Beli Puluhan Pesawat Nirawak, Harganya Segini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In