JAKARTA – Film edukasi bertema toleransi dan keberagaman berjudul Ageman, karya sineas muda Lampung, dijadwalkan menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi di Auditorium Yayasan Pangudi Luhur, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026), pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi mengenai toleransi antarumat beragama, sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk memahami pentingnya menghargai perbedaan.
Berdasarkan informasi yang diterima gardanasional.co.id, Jumat (30/10/2026), kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri produser, sutradara, dan pemeran utama film Ageman. Pendiri NII Crisis Center yang juga produser film tersebut, Ken Setiawan, disebut akan hadir dalam sesi pemutaran dan diskusi bersama peserta.
Pemutaran di Jakarta ini melanjutkan rangkaian pengenalan film yang sebelumnya telah menggelar Gala Premiere di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam publikasi resminya, Pemerintah Provinsi Lampung menyebut Gala Premiere tersebut diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan kebangsaan, moderasi beragama, kerukunan, serta pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Film Ageman merupakan karya sineas lokal Lampung yang diproduksi bersama BLB Film Production di bawah arahan sutradara Jasper Lance.
Cerita film ini mengangkat perjalanan seseorang dalam memahami perbedaan. Dalam penjelasan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, tokoh utama bernama Ratri digambarkan sebagai sosok yang awalnya cenderung tertutup terhadap lingkungan sosial yang berbeda keyakinan.
Perjalanan Ratri berubah setelah bertemu Bianca dan berinteraksi dengan sejumlah tokoh agama serta tokoh adat. Melalui rangkaian perjumpaan tersebut, film ini mengajak penonton memahami bahwa dialog dan komunikasi dapat menjadi jalan untuk membangun saling pengertian.
Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, yang sebelumnya menyatakan perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun permusuhan.
Menurut Zulkarnain, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan apabila setiap orang mampu memahami dan menghormati posisi masing-masing.
Dukungan terhadap pesan film juga terlihat dalam Gala Premiere di Lampung. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn) Eddy Hartono.
Dalam kesempatan itu, Eddy mengapresiasi produksi film Ageman dan menilai pesan toleransi yang dibawanya dapat menjadi contoh bagi FKPT di provinsi lain.
Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan masyarakat Lampung. Ia juga mengaitkan kerukunan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui pemutaran dan diskusi di Jakarta, Ageman diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya menghargai perbedaan, mencegah perundungan, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Penyelenggara juga merencanakan perluasan pemutaran dan diskusi film tersebut ke sejumlah daerah lain di Indonesia. Dengan demikian, pesan toleransi yang diangkat melalui karya sineas muda Lampung diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya pelajar dan generasi muda.
Masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan nobar dan diskusi tersebut dapat memperoleh informasi melalui panitia di nomor 0851-7150-8369. Informasi mengenai ketersediaan tempat dan mekanisme pendaftaran masih perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara.
















