Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Alissa Wahid: Muslim yang Baik Harusnya Mengamalkan Pancasila

by Irfan Mualim
02.06.2021
in Nasional
A A
Alissa Wahid: Muslim yang Baik Harusnya Mengamalkan Pancasila

JAKARTA – Tidak ada pertentangan antara semangat kebangsaan dan keagamaan. Bahkan, ideologi negara Indonesia yakni Pancasila sejatinya merupakan cerminan dan wujud dari praktek keagamaan Islam yang rahmatan lil alamin. Karena itulah, mempraktekkan nilai-nilai Pancasila sesungguhnya sama juga dengan memanifestasikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid), mengatakan seorang muslim atau orang yang beragama di Indonesia seharusnya mengamalkan Pancasila dengan baik. Sebab menjadi seorang Pancasilais perlu menjadi muslim atau orang beragama yang baik.

”Ketika kita beragama, kita merawat tanah air kita. Dan ketika kita merawat tanah air kita, dalam hal ini menggunakan Pancasila sebagai pedoman, maka cara kita merawat dengan baik adalah dengan menjadi muslim yang baik. Bernegara itu artinya kita beragama, demikian pula sebaliknya, dengan beragama artinya kita juga bernegara,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA

Prof Zuly Qodir

Toleransi di Tahun 2025: Menjaga Kerukunan dalam Keberagaman Indonesia

30.12.2024
Kepala BNPT RI, Komjen Pol Eddy Hartono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit setelah acara Deklarasi dan Sosialisasi Pembubaran Organisasi Jamaah Islamiyah

Memperkuat Ideologi Pancasila: Deklarasi Pembubaran Jamaah Islamiyah

22.12.2024

Ia menambahkan, jika ada pihak-pihak yang menyebut Pancasila tidak sesuai ajaran agama, itu adalah hal aneh. Sebab di dalam Al-Quran dinyatakan dengan jelas bahwa manusia diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa.

”Artinya bangsa itu diakui di dalam firman Tuhan. Tuhan sendiri menyebutkan berbangsa-bangsa karena kita diciptakan berbeda satu sama lain,” kata dia.

”Jadi aneh kalau ada orang mengatakan Pancasila tidak ada dalilnya. Padahal kalau dilihat dari kata-kata di dalam Pancasila itu sudah jelas dalil-dalilnya,” Alissa menambahkan.

Alissa mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam mencari guru agama yang betul-betul memahami tentang keagamaan. Bahkan kalau ada ulama atau guru yang masih mempermasalahkan atau mempertentangkan Pancasila dengan agama, maka ajarannya itu mengajarkan untuk meninggalkan bangsa dan negara.

“Kalau ada ulama atau guru berlaku semena-mena kepada orang lain, maka hal itu patut diwaspadai, karena sudah melawan seluruh sila dalam Pancasila dan ajaran-ajaran agama yang mengilhami sila-sila dalam Pancasila,” katanya.

Ia mencontohkan, di dalam ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) disebutkan bahwa Pancasila adalah kalimatun sawa atau titik temu. Bahkan pada Ormas Muhammadiyah juga disebut sebagai darul ahdi wa syahadah. Dimana syahadah-nya atau perjanjiannya adalah Pancasila.

Oleh sebab itu, menurut Alissa, cara merefleksikan diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia adalah dengan mengukur apakah sudah mengamalkan ajaran agama dan Pancasila, karena satu kesatuan.

”Untuk merefleksikan Pancasila ke dalam diri kita adalah harus menjadi manusia yang spiritual, adil, dan beradab sesuai nilai-nilai di dalam Pancasila dan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Tags: Alissa WahidMuslimPancasila
Previous Post

Komandan KRI SIM-367: Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Secara Virtual Adalah Bentuk Nasionalisme

Next Post

MUI: Tokoh Agama Berperan Pengarusutamaan Pancasila dan Ajaran Agama

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
MUI: Tokoh Agama Berperan Pengarusutamaan Pancasila dan Ajaran Agama

MUI: Tokoh Agama Berperan Pengarusutamaan Pancasila dan Ajaran Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In