BANDUNG – Peluang pengusaha lokal untuk mengambil bagian lebih besar dalam industri pertambangan tidak cukup hanya bermodal izin usaha. Kompetensi tenaga kerja, kemampuan manajemen, dan standar operasional menjadi faktor penting agar mereka mampu bersaing mendapatkan pekerjaan dari perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP).
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Konawe Utara menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kantor Pusat PPSDM Geominerba, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 623, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal, sekaligus mendorong kesiapan pengusaha jasa pertambangan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, agar mampu memenuhi kebutuhan industri secara profesional.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Asosiasi IUJP Konawe Utara membangun kolaborasi dengan lembaga pengembangan SDM, pemerintah daerah, dan perusahaan pemegang IUP di tengah peluang yang muncul dari kebijakan baru sektor pertambangan.
Kepala Penyelenggara Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara, Bayu Nugroho, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Asosiasi IUJP Konawe Utara menjalin kerja sama tersebut.
Dalam agenda penandatanganan MoA, Bayu mendorong asosiasi agar tidak berhenti pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga membangun hubungan yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan perusahaan pemegang IUP di Konawe Utara.
Dukungan itu dinilai penting, agar program pengembangan SDM dapat terhubung dengan kebutuhan nyata perusahaan tambang, termasuk kebutuhan tenaga kerja terampil dan penyedia jasa pertambangan yang memenuhi standar industri.
PPSDM Geominerba juga menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan Asosiasi IUJP Konawe Utara dalam rangka memperkuat kerja sama dengan perusahaan pemegang IUP di wilayah tersebut.
Dukungan ini membuka peluang bagi asosiasi untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari pemetaan kebutuhan kompetensi hingga penyiapan tenaga kerja dan pelaku usaha yang siap memasuki rantai pasok pertambangan.
Asosiasi IUJP Konawe Utara Ingin Pengusaha Lokal Naik Kelas

Ketua Asosiasi IUJP Konawe Utara, Rakhmatullah, menyampaikan apresiasi kepada PPSDM Geominerba atas dukungan terhadap pengembangan SDM dan pelaku usaha jasa pertambangan di daerahnya.
Menurut Rakhmatullah, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membangun kolaborasi jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi dan profesionalisme yang sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan.
Ia berharap, sinergi tersebut dapat berlanjut melalui program pengembangan kapasitas yang terarah, sehingga tenaga kerja dan kontraktor lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
“Kami berharap sinergi ini terus berkelanjutan dalam mengembangkan kompetensi SDM lokal, serta menyiapkan tenaga kerja dan kontraktor lokal yang profesional, berdaya saing, dan memenuhi standar industri pertambangan,” ujarnya.
Bagi asosiasi, peningkatan kompetensi tidak hanya menyangkut kemampuan teknis pekerja. Penguatan manajemen perusahaan, pemahaman terhadap regulasi, penerapan keselamatan pertambangan, serta kemampuan memenuhi persyaratan administrasi dan operasional juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Dengan persiapan yang lebih matang, perusahaan jasa pertambangan lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkembang menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh perusahaan tambang.
PPSDM Geominerba: Kompetensi Lokal Menjadi Fondasi Tata Kelola Pertambangan

Dukungan terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha lokal juga disampaikan Basuki Rachmat selaku Subkoordinator Kerja Sama Pengembangan SDM sekaligus Instruktur Ahli Madya PPSDM Geominerba.
Menurut Basuki, penguatan kapasitas SDM dan pelaku usaha jasa pertambangan lokal merupakan fondasi penting untuk membangun kemampuan teknis dan manajemen pertambangan yang profesional.
Ia menilai Asosiasi IUJP Konawe Utara memiliki peran penting sebagai wadah untuk mendorong kesiapan perusahaan jasa pertambangan lokal dalam menghadapi kebutuhan industri.
“Kami sangat mendukung IUJP lokal berkembang agar bisa naik kelas,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengusaha tidak cukup hanya memiliki badan usaha dan perizinan, tetapi juga perlu membangun sistem kerja, kualitas SDM, serta kemampuan pengelolaan usaha yang memenuhi standar.
Dalam praktiknya, kebutuhan tersebut dapat mencakup peningkatan keterampilan teknis, penguatan manajemen operasional, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja, serta penerapan prinsip Good Mining Practice atau kaidah pertambangan yang baik.
Penerapan standar tersebut penting untuk memastikan pekerjaan jasa pertambangan dilaksanakan secara aman, profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, efektivitas kerja sama ini nantinya akan sangat bergantung pada tindak lanjut program, bentuk pelatihan yang dijalankan, dan kesesuaian kompetensi yang dikembangkan dengan kebutuhan perusahaan tambang di Konawe Utara.
Sekadar diketahui, penandatanganan kerja sama di Kantor Pusat PPSDM Geominerba dihadiri sejumlah pejabat dan jajaran lembaga tersebut.
Selain Bayu Nugroho dan Basuki Rachmat, hadir Abdul Majid selaku Subkoordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia Infrastruktur dan Teknologi Informasi, serta Rusnoviandi Lubis selaku Subkoordinator Penyelenggaraan Pengembangan Sumber Daya Manusia, bersama jajaran staf PPSDM Geominerba.
Kemudian, Asosiasi IUJP Konawe Utara, hadir Ketua Rakhmatullah dan Sekretaris Jenderal Rachmat Mustafa. Turut hadir H. Aditya Astriadi, selaku Dewan Pembina Himpunan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIPMASTRA) Bandung Raya, serta Fajar Nurrahman.











