Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Cegah Radikal Terorisme, Kepala BNPT: Perlu Keterlibatan Pondok Pesantren

by Irfan Mualim
12.11.2020
in Nasional
A A
Cegah Radikal Terorisme, Kepala BNPT: Perlu Keterlibatan Pondok Pesantren

LOMBOK TIMUR – Masalah radikalisme dan terorisme di Indonesia harus terus dibendung secara bersama sama, karena hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu upaya dan dukungan semua pihak agar dapat terwujud. Di antara dengan melibatkan pondok pesantren.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasionalisme Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafly Amar, saat bersilaturahim dengan Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGB HM Zainul Majdi beserta Dewan Mustasyar, di Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (11/11/2020).

“Kita sharing informasi dalam upaya-upaya penanggulangan terorisme dan paham radikal intoleransi. Kita perlu meningkatkan komunikasi dengan unsur-unsur alim ulama, para Tuan Guru yang ada di NTB ini,” ujarnya.

BACA JUGA

Cegah radikalisme PGNI Lampung dan Ken Setiawan di safari ngaji Kebangsaan

Cegah Radikalisme Masuk Pesantren, PGNI Lampung Bareng Ken Setiawan di Safari Ngaji Kebangsaan

07.10.2026
BNPT Perkuat Sekber RAN PE Fase II, Dorong Pencegahan Ekstremisme Lebih Terpadu

BNPT Perkuat Sekber RAN PE Fase II, Dorong Pencegahan Ekstremisme Lebih Terpadu

04.10.2026

Ia menambahkan, semua memiliki tujuan bersama-sama agar generasi muda tidak terpapar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dimana dari data statistik kelompok radikal terorisme ini mencoba untuk mengajak anak-anak remaja atau muda untuk ikut dalam pergerakan aksi-aksi kejahatan teror yang seolah-olah sedang melaksanakan misi tertentu.

“Tentunya kita harapkan pengaruh pengaruh negatif itu bisa kita tiadakan. Jangan lagi ada generasi muda Indonesia harus berhubungan dengan hukum terkait kejahatan terorisme,” ujar dia.

Pihaknya beserta jajaran datang ke Kota Bima dan Kabupaten Dompu, untuk berjumpa dengan mantan narapidana terorisme (napiter) dan membangun fasilitas di pondok pesantren setempat.

“Sesuai undang-undang penanggulangan terorisme, langkah yang dilakukan BNPT dengan melakukan Kesiapsiagaan Nasional, Kontra Radikalisasi, dan Deradikalisasi,” katanya.

Kesiapsiagaan Nasional dilakukan, lanjut Boy, karena terorisme masuk dalam extraordinary crime (kejahatan luar biasa), mengusung ideologi kekerasan. Sehingga daya tangkal dan daya cegah bertujuan agar bisa dicermati masyarakat.

“Sifat kejahatannya destruktif dan berpotensi memunculkan ketakutan yang luas. Apalagi banyak anak muda yang direkrut kelompok terorisme,” kata Boy.

Ia menambahkan, kontra radikalisasi di era keterbukaan informasi begitu kuat. Karena itu, netizen kerap dijadikan sasaran kelompok jaringan terorisme, untuk menyebarkan paham yang diyakini benar.

“Kelompok ini memanfaatkan teknologi menyebarkan teror. Ini cara yang efektif,” katanya.

Informasi di dunia maya begitu banyak. Bahkan, Kelompok tersebut menggunakan anak muda sebagai dasar menyiapkan aksi teror. Mulai dari membuat bom, termasuk menyerang dengan sebilah pisau.

Untuk menangkal hal tersebut, BNPT membentuk duta damai dunia maya dan pusat media damai, yang di dalamnya membicarakan mengenai budi pekerti, budaya, dan jatidiri Indonesia.

Karenanya, BNPT mendorong anak muda untuk melakukan bela negara. Karena bela negara adalah sebuah kehormatan untuk menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme.

“Kita tidak menginginkan anak Indonesia terdampar, Nahdlatul Wathan bisa mengajak untuk waspada perjuangan atas nama agama namun destruktif,” ujar dia.

Santri sebagai calon pemimpin bangsa, kata Boy, harus memiliki kecintaan pada tanah air. Sebab santri juga rentan terpapar.

“Sesuai pesan Wapres (Ma’ruf Amin), kelompok radikal intoleran ini agar bisa dicegah. Jangan sampai mereka naik kelas menjadi terorisme,” katanya.

Selain itu intoleransi, mudah mengkafirkan dan menuduh aparatur negara thoghut. Karena bila berkembang bisa menjadi kelompok yang melakukan aksi teror, serta hal-hal destruktif.

Untuk itu, ia berharap, bisa berkolaborasi dengan ulama karena dinilai strategis.

“Kelompok ini sering menggunakan simbol agama. Sementara prinsip ulama hubbul wathan minal iman. Mayoritas tidak boleh percaya oleh kelompok minoritas. Meski begitu, tidak boleh pula mengindentikkan aksi terorisme ini dengan pondok pesantren,” kata dia.

Sementara, Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGB HM Zainul Majdi, menjelaskan apa yang disampaikan Kepala BNPT, sebagai bagian dari waatawanu alal birri wattaqwa, menjadi pengingat bagi anak muda.

“Para guru memastikan tidak ada bentuk pengajaran dan materi yang bertentangan dengan agama atau melawan negara,” kata dia.

Oleh sebab itu, pihaknya sepakat bahwa tidak boleh mengidentikkan pesantren dengan terorisme.

“Saya sepakat. Kami bangga sebagai warga pondok pesantren, dan warga pesantren akan selamanya menjadi benteng untuk negeri,” katanya.

Tags: BNPTPondok PesantrenRadikal Terorisme
Previous Post

Sosialisasi Pencegahan Covid-19, Satgas Yonif 413 Kostrad: Kami Tak Lelah

Next Post

Puluhan Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pengrusakan Kantor Polisi di Buton Utara

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Puluhan Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pengrusakan Kantor Polisi di Buton Utara

Puluhan Prajurit TNI AD Jadi Tersangka Pengrusakan Kantor Polisi di Buton Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In