Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Generasi Muda, Garda Terdepan Pengusung Toleransi dan Perdamaian

by Irfan Mualim
12.10.2023
in Nasional
A A
Generasi Muda, Garda Terdepan Pengusung Toleransi dan Perdamaian

JAKARTA – Kesiapan generasi muda Indonesia kian diuji dengan semakin terbukanya arus informasi yang memungkinkan berbagai pemikiran masuk ke alam pikiran mereka. 

Pola pikir yang mandiri dan inklusif perlu ditumbuhkan para pemuda, agar bisa menyaring berbagai pengaruh yang memaksa masuk dan menggerus keragaman budaya Indonesia. 

Tantangan ideologi transnasional dengan segala bentuknya harus dijawab dengan semangat perdamaian dalam keberagaman.

BACA JUGA

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol. Wawan Ridwan

Menguak Gunung Es Terorisme: Saat Aparatur Pemerintah Jadi Garda Terdepan

05.09.2025
Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025

“Jika ayat-ayat agama tidak mampu membuat kita damai dalam kebersamaan, mungkin ayat-ayat cinta lah yang bisa mempersatukan kita. Hiduplah dengan damai dan cinta kasih hingga tidak ada lagi perasaan kita untuk membenci,” ujar biksu muda, Bhante Dhirrapunno, di Jakarta, Kamis (12/10/2023).

Biksu yang juga aktif sebagai penulis ini mencontohkan, bahwa manusia saja terlahir dari kedua orang tua yang saling mencintai. 

Dengan adanya cinta dan toleransi, maka terlahirlah para pemuda dan pemudi ke dunia ini. Jika saja ayah dan ibu saling membenci, maka tidak mungkin akan terlahi anak manusia.

“Toleransi adalah ketika kita bisa bersama membangun peradaban dalam perbedaan. Pada saat itu kita akan lebih mudah menyebarkan kebaikan pada orang lain,” katanya. 

Ia menambahkan, baik generasi muda maupun pemuka agama, apapun latar belakangnya, perlu menyebarkan konten yang berisi pesan perdamaian dalam perbedaan. 

“Walaupun terlihat seperti bercanda ria, namun konten yang seperti ini memberikan dampak positif dalam harmonisasi Indonesia sebagai sebuah bangsa,” kata dia.

Dirinya menjelaskan, kedamaian dan keharmonisan bisa terwujud apabila umat manusia bisa menghargai semua kehidupan. 

Pentingnya menghargai semua kehidupan tanpa terkecuali. Bahkan manusia harus menunjukkannya dengan memiliki rasa toleransi yang tinggi dan bisa memenangkan hati para orang-orang yang belum toleran.

“Salahnya, terkadang kita justru membenci orang yang intoleran. Kebencian yang dibalas dengan kebencian akan melahirkan kebencian yang lebih besar lagi,” ujar dia. 

“Kita harus bisa menerima kehadiran mereka. Perlahan kita coba untuk menyadarkan teman-teman kita tanpa perlu menghujatnya atau memberikan perlakuan buruk lainnya,” lanjut Dhirapunno.

Ia menambahkan, orang-orang yang rentan melakukan tindak kebencian dan kekerasan adalah mereka yang pernah menjadi korban kekecewaan. 

Olehnya itu,  sudah seharusnya jangan melukai orang yang memiliki pandangan atau keyakinan yang berbeda. Menurutnya, segala bentuk kekerasan sejatinya tidak berlandaskan pada nilai-nilai luhur dalam agama walaupun para pelakunya menjual jargon-jargon agama dalam tindak kekerasannya.

“Kebaikan sejati tidak akan pernah bercampur dengan keburukan,” imbunya.

Bhante Dhirapunno pun bercerita semasa dirinya tinggal di Thailand. Orang Thailand itu bingung, kenapa Indonesia bisa sedamai itu. Padahal negaranya begitu besar, banyak pulau, banyak suku banyak budaya berbeda-beda lagi.

“Waktu saya masih menetap di Thailand, saya belajar bahwa di masa lalu, Thailand, Kamboja, dan Vietnam itu adalah satu kesatuan. Nyatanya, hari ini kita bisa sama-sama menyaksikan bahwa mereka sudah terpecah belah dan memiliki negaranya masing-masing. Bahkan diantara tiga negara yang terpecah tadi terdapat kebencian besar yang tersisa hingga saat ini,” jelas dia.

“Kita Indonesia jangan sampai seperti negara yang terpecah karena saling membenci. Sebagai contoh, kota Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki pluralisme yang sangat baik. Disana terdapat Masjid Al Osmani yang jaraknya cukup berdekatan dengan Vihara Siu San Keng. Masyarakat disana bisa pulang dan pergi ke rumah ibadahnya masing-masing tanpa harus takut akan kehadiran kelompok agama yang berbeda,” tambah Bhante Dhirapunno.

Bhante Dhirapunno pun menganalogikan kitab suci bagi para pemeluknya, ibarat aplikasi Google Maps yang menunjukkan arah tujuan bagi para penggunanya. 

Seperti halnya menggunakan aplikasi yang memiliki fitur GPS (Global Positioning System) tersebut, walaupun seolah mengikutinya, seorang yang beragama sangat mungkin untuk tersasar jika tidak tepat dalam memahami kitab sucinya sendiri.

“Walaupun kitab suci kita sudah tetap, jelas, dan pas dalam memberikan tuntunan kehidupan, tapi kalau kita tidak memperhatikan dan menyadari kitab suci kita masing-masing, malah bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Seperti Google Maps saja, disuruh belok kiri, eh kita malah belok kanan, jadinya error deh,” katanya mengakhiri.

Tags: Garda TerdepanGenerasi MudaPerdamaianToleransi
Previous Post

Waspada! Jaringan Teroris Internasional Masuk ke Indonesia Melalui Game Online

Next Post

BNPT RI Konsisten Libatkan Masyarakat Desa Deteksi Dini Penyebaran Ideologi Kekerasan

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
BNPT RI Konsisten Libatkan Masyarakat Desa Deteksi Dini Penyebaran Ideologi Kekerasan

BNPT RI Konsisten Libatkan Masyarakat Desa Deteksi Dini Penyebaran Ideologi Kekerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In