Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Hasil Riset, 19,4 Persen ASN Terindikasi Radikal dan Intoleran

by Irfan Mualim
07.10.2021
in Nasional
A A
Hasil Riset, 19,4 Persen ASN Terindikasi Radikal dan Intoleran

JAKARTA – Hasil riset yang dilakukan Alvara Research pada tahun 2018 lalu, bahwa sebanyak 19,4 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) terindikasi radikal dan intoleran. Bahkan besar kemungkinan kelompok  radikal juga menginfiltrasi ke dalam tubuh institusi TNI dan Polri.

Padahal aparatur negara merupakan benteng pertahanan negara dan role model, bagaimana Pancasila tertanam dalam diri pribadi seseorang sebagai warga negara Indonesia. Karenanya, fenomena ini sebagai ‘kecolongan’ sebuah lembaga atau instansi akan masuknya ideologi radikal dan intoleran di lingkungan lembaga atau instansi negara tersebut.

Demikian dikatakan Kader Intelektual Muhammadiyah,  Muhammad Abdullah Darraz, di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

BACA JUGA

Guru di Gunungkidul Dapat Penyuluhan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Guru di Gunungkidul Dapat Penyuluhan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

18.01.2025
Permen PANRB Nomor 17 Tahun 2024: Langkah Baru Pengelolaan Konflik Kepentingan di Birokrasi

Permen PANRB Nomor 17 Tahun 2024: Langkah Baru Pengelolaan Konflik Kepentingan di Birokrasi

11.12.2024

“Memang kelompok radikal ini sebetulnya begitu massif melakukan infiltrasi, hal ini tidak disadari oleh pimpinan di intansi tersebut, sehingga penanganannya cenderung terlambat,” ujarnya.

Ia menambahkan, infiltrasi kelompok radikal cenderung sulit diidentifikasi, karena masyarakat menilai aparatur negara merupakan kelompok yang memiliki  jiwa nasionalisme paling kuat, sehingga terpaparnya aparatur negara perlu menjadi perhatian semua pihak.

Olehnya itu, lanjut Darraz, harus ada kesadaran dari pimpinan instansi atau lembaga, bahwa bahaya atas paparan radikalisme adalah nyata dan ada. Dimana saat ini polanya adalah mereka diajari ngaji dan sebagainya, yang lalu pada akhirnya mulai diperkenalkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Langkah-langkah yang harus dilakukan mencegah masuknya ideologi radikal dan intoleran ke dalam tubuh institusi atau lembaga negara, pertama menyadari bahwa gerakan radikal dan intoleran ada. Kedua, sesegera mungkin mendeteksi sumbernya.

Kemudian, ketiga adalah internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila,  kebangsaan,  kebhinnekaan, dan nilai-nilai positif di negara Indonesia. Dikhawatirkan kelompok radikal terorisme juga menyasar instansi yang berada jauh dari jangkauan ibu kota, sehingga akan sulit terdeteksi jika infiltarsi oleh kelompok radikal itu terjadi.

“Sepenilaian saya, sistem rekrutmen calon aparatur negara sudah sangat ketat, karena di screening secara ideologi dan tes lainnya. Namun pasca reformasi, infiltrasi kelompok ini makin kuat. Apalagi mereka merasa difasilitasi oleh kemajuan teknologi informasi,” katanya.

Disamping itu, perlunya sinergi dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk menghalau pola pergerakan kelompok radikal yang kian massif.

“Saya rasa, instansi atau lembaga perlu bekerjasama dengan unsur masyarajat yang memiliki concern terkait radikalisme dan visi kebhinekaan, sebagai contoh Muhammadiyah dan NU (Nahdlatul Ulama),” ujar dia.

“Juga harus ada sinergi dengan tokoh keagamaan, masyarakat dan  ormas lain di berbagai daerah, karena perkara radikalisme dan intoleransi harus ditangani secara extraordinary,” Darraz mengakhiri.

Tags: Aparatur Sipil Negara (ASN)IntoleransiRadikal Terorisme
Previous Post

Kepala BNPT: Kita Terus Berupaya agar PON Papua Tetap Kondusif

Next Post

Balitbang Kemhan Luncurkan Buku, Isinya Keren?

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Balitbang Kemhan Luncurkan Buku, Isinya Keren?

Balitbang Kemhan Luncurkan Buku, Isinya Keren?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In