Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Jalan Baru Sumpah Pemuda di Abad Digital, Generasi Muda Garda Terdepan Lawan Hoax dan Intoleransi

by Irfan Mualim
03.11.2023
in Nasional
A A
Jalan Baru Sumpah Pemuda di Abad Digital, Generasi Muda Garda Terdepan Lawan Hoax dan Intoleransi

JAKARTA – Sebaran konten negatif yang biasanya berupa berita bohong (hoax) dan intoleransi selalu bisa ditemukan bertebaran di media sosial. 

Konten semacam ini seringkali menunggangi isu-isu populer yang sedang menyita perhatian banyak orang, seperti perang antara Palestina (Hamas) dan Israel, serta ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Kondisi ini menuntut generasi muda Indonesia bisa melakukan pendewasaan diri lebih cepat dibandingkan generasi terdahulu agar tidak terseret derasnya arus informasi. 

BACA JUGA

Guru di Gunungkidul Dapat Penyuluhan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Guru di Gunungkidul Dapat Penyuluhan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

18.01.2025
Memperkuat Ketahanan Nasional: Karyawan Pindad dan DI Melawan Intoleransi dan Radikalisme

Memperkuat Ketahanan Nasional: Karyawan Pindad dan DI Melawan Intoleransi dan Radikalisme

20.11.2024

Oleh karena itu, generasi muda harus menjadikan realisasi jalan baru Sumpah Pemua di abad digital sekarang ini.

Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rully Nasrullah, menjelaskan beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa penyebaran radikalisme hingga perekrutan terorisme, telah beberapa kali terjadi di media sosial.

Ketika kaum radikal melakukan profiling untuk menggaet simpatisan baru, kelompok tersebut akan menunggu momen yang tepat untuk melempar sebuah isu dan dibungkus dengan kebohongan.

“Mudah saja kalau kita mau mencari studi tentang bagaimana agar kita bisa resisten dengan berita bohong dan intoleransi. Materi-materi tersebut saat ini sudah semakin mudah kita dapat, baik di bangku pendidikan formal, maupun melalui internet,” ujar Rully di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Menurutnya, baik Pemerintah maupun berbagai lembaga non-pemerintah selalu menyuarakan agar masyarakat Indonesia berhati-hati dengan berita bohong. 

Persoalannya adalah penerimaan berita bohong yang sampai pada seseorang akan sangat bergantung pada orang itu sendiri.

Pada beberapa kasus, lanjut Rully, generasi muda menjadi lebih mudah meyakini berita bohong dan intoleransi karena konten negatif itu masuk melalui lingkaran pergaulan mereka. 

Padahal, yang anak-anak muda persepsikan sebagai teman di media sosial dan internet, belum tentu itu adalah teman sungguhan.

Terlebih lagi, hoax atau berita bohong itu lebih sering menyentuh hal-hal yang sensitif, seperti isu SARA (Suku, Agama, dan Ras). 

Hal ini memang ditujukan karena dengan hal-hal sensitif tadi, seseorang atau suatu kelompok dari latar belakang tertentu akan lebih mudah dipancing sisi emosionalnya.

Penulis buku berjudul Manajemen Komunikasi Digital ini menerangkan, jika sudah seperti itu, maka akan semakin sulit melakukan pendekatan logis untuk mendinginkan suasana. 

Walaupun demikian, harus ada upaya mencegah orang atau kelompok tertentu yang telah termotivasi untuk melakukan tindakan melawan hukum. 

Olehnya itu, tentu dapat dipahami bahwa berita bohong akan selalu memainkan isu-isu sensitif seperti SARA.

“Kalau saya melihatnya, sejahat-jahatnya orang, kalau agamanya disinggung atau di-framing secara negatif, pasti sisi emosionalnya akan muncul. Mudahnya menelan mentah-mentah isu sensitif yang dimainkan kelompok tertentu membuat banyak orang jadi sumbu pendek atau mudah marah dan seolah merasa perlu untuk memberikan reaksi secara cepat,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, sebenarnya dari sisi Pemerintah sudah banyak melancarkan upaya penangkalan penyebaran konten hoax dan intoleransi. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membentuk tim khusus untuk menyusun panduan literasi digital di sekolah, yang ditujukan untuk guru, murid, serta orang tua. 

Pada Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), mereka juga merancang etika bermedia sosial yang telah disosialisasikan baik secara online maupun offline. 

“Bahkan di banyak media massa skala nasional, mereka sudah ikut pelatihan langsung dari Google tentang bagaimana cara memverifikasi informasi yang tersebar di internet. Jadi fact checker itu sudah dilakukan oleh banyak pihak. Tidak hanya Pemerintah, namun nyatanya banyak lembaga swasta yang juga concern dengan keabsahan informasi yang ada di ruang publik Indonesia,” kata Rully.

Rully mengaku khawatir ketika hoax, ujaran kebencian, dan intoleransi terhadap suatu kaum tertentu itu disebarkan dan dibungkus dengan situasi politik. 

Hal ini tentu bisa menjadi pembunuhan karakter figur atau tokoh tertentu yang justru memiliki kompetensi. Cara seperti ini bisa jadi upaya untuk mempengaruhi banyak orang sehingga mereka tidak bisa mengambil sikap yang dewasa dan bertanggungjawab dalam bertindak.

“Generasi muda seperti gen-z, mereka ini cenderung masih labil dalam mencari sosok yang bisa mereka jadikan panutan. Secara psikis, sebaran kebohongan dan kebencian di dunia maya tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan mereka. Maka dari itu, solusi terbaik adalah kembali ke diri masing-masing untuk mendewasakan diri secara cepat dan memahami betul apa maksud dan tujuan mereka dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Tags: Generasi MudaHoaxIntoleransiSumpah Pemuda
Previous Post

Meski Tak Terafiliasi Jaringan Teroris, Lima Pelajar SMA yang Mengancam Teror Bom Tetap Diberi Sanksi

Next Post

Manfaatkan Lahan KTN, BNPT RI Gandeng PT MSI Lakukan Inovasi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Manfaatkan Lahan KTN, BNPT RI Gandeng PT MSI Lakukan Inovasi

Manfaatkan Lahan KTN, BNPT RI Gandeng PT MSI Lakukan Inovasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In