Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Jihad Literasi Perlu Dilakukan Ala Santri Milenial Masa Kini

by Irfan Mualim
20.10.2022
in Nasional
A A
Jihad Literasi Perlu Dilakukan Ala Santri Milenial Masa Kini

SEMARANG – Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober bukanlah politisasi umat Islam. Namun merupakan wujud rekognisi dan afirmasi pemerintah atas jasa dan peran kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Santri masa kini dihadapkan pada beragam tantangan kebangsaan dan keagamaan, berupa maraknya intoleransi beragama, bahkan ekstremisme yang menjurus pada kekerasan dan teror. Semua bermula dari mandegnya pemikiran ke-Islaman sehingga umat Islam mudah didoktrin oleh ideologi kebencian yang menebar perpecahan.

Ketua Kajian Aswaja Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (LBM PWNU Jateng), H. M. Ulil Albab Djalaluddin, menekankan pentingnya menonjolkan semangat menuntut ilmu dan moderasi beragama bagi para santri dalam rangka peringatan HSN, guna menghadapi tantangan kekinian terkait intoleransi dan ideologi radikal ekstremisme.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Kapolri Tegaskan Rekrutmen Jalur Santri sebagai Prioritas

Kapolri Tegaskan Rekrutmen Jalur Santri sebagai Prioritas

06.02.2025

“Pada hari santri, semangat yang harus ditonjolkan yaitu kita harus selalu belajar dan belajar, harus selalu meningkatkan literasi referensi kita. Artinya ketika kita ingin menjadi santri yang moderat, maju, tentunya kita harus menggali, mempelajari kutubus salaf yaitu kitab-kitab warisan ulama salaf,” ujarnya di Semarang, Kamis (20/10/2022).

Dirinya melanjutkan, Hari Santri yang akan jatuh pada 22 Oktober, sangat identik dengan peristiwa resolusi jihad yang difatwakan oleh Hadaratus Syeck KH. Hasyim Asy’ari menandai pentingnya peran santri, pesantren dan umat Islam berjihad khususnya dalam konteks kekinian.

“Jihad tentunya sesuai dengan profesinya. Jadi Mujahid fisabilillah ini tentunya bukan yang era sekarang yang angkat pedang, yang dikit-dikit takbir itu bukan. Artinya jihad di era milenial di zaman ini sesuai dengan profesi,” katanya.

Sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab, kewajiban jihad sejatinya hanya sebagai perantara. Karena tujuan jihad adalah memberi pencerahan kepada umat.

“Ketika memberi pencerahan kepada umat itu tanpa dengan angkat senjata tentunya itu lebih baik daripada memberi pencerahan dengan angkat senjata,” kata dia.

Dalam kesempatannya, ia menyinggung mulai munculnya riak-riak propaganda politik identitas menjelang tahun politik mendatang. Dirinya mewanti-wanti kepada segenap santri untuk bertawasut (bersikap tengah, tidak fundamentalis atau terlalu liberalis) serta menguatkan pemahaman terkait siasah atau politik agar menjadi santri yang cerdas, relijius dan berjiwa nasionalis.

“Kita harus tawasut. Karena sejatinya siasah atau politik adalah mengupayakan bagaimana masyarakat selamat dunia dan akhirat. Politik identitas harus kita hindari. Makanya, jadi pemilih yang cerdas,” kata Gus Ulil.

Artinya, janganlah memilih pemimpin yang memiliki indikator akan memecah belah masyarakat Indonesia, terlebih memainkan politik identitas. Untuk itu gus Ulili menekankan, para santri dan segenap masyarakat harus cerdas, mencari pemimpin yang adil, nasionalis, berwawasan kebangsaan yang luas, serta relijius.

Ia menilai perhatian pemerintah terhadap kalangan pesantren dan santri sudah sangat baik, ditandai dengan lahirnya undang-undang pesantren, peringatan Hari Santri Nasional. Pemerintah menurutnya hanya perlu untuk meningkatkan sinergi dan memberikan fasilitas kepada para santri agar mampu berkarya untuk bangsanya.

Sebagaimana dirinya yang merupakan bagian dari Ittihadul Mutakharrijin Al Falah Ploso (IMAP/Ikatan Alumni Ponpes Al-Falah), menegaskan, IMAP membawa nilai-nilai dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjaga aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah.

Sehingga alumni santri IMAP yang berjumlah ribuan diseluruh pelosok negeri ini memiliki kecintaan terhadap tanah air dan memiliki imunitas dari ideologi radikal ekstremisme, serta siap bersinergi dengan pemerintah dalam melawan ideologi yang merongrong Pancasila.

“Alhamdulillah kalau di IMAP Insya Allah aman. Karena sanadnya muttashil sampai kanjeng Nabi. Artinya santri NU amanlah, itu yang membedakan kita dengan kubu sebelah adalah sanad. Dan salah satu pondok besar itu kan Pondok Al-Falah Ploso, kalau alumninya bergabung dalam organisasi IMAP,” katanya.

Terakhir, Gus Ulil juga menyampaikan proyeksinya dalam 10 tahun kedepan, bagaimana santri mampu berperan dan berkarya bagi bangsanya, santri yang mampu menjadikan Indonesia kiblat Islam didunia internasional.

“Harapan kita bagi santri sekarang dan yang datang untuk 10 tahun kedepan tentunya kita harus mempersiapkan keilmuan kita. Bagaimana agar Indonesia itu bisa menjadi kiblatnya Islam di dunia internasional. Tentunya harus meningkatkan belajar kita agar Islam di Indonesia bisa besar tidak hanya secara kuantitas tapi harus besar secara kualitas,” kata Gus Ulil mengakhiri.

Tags: Hari Santri Nasional (HSN)JihadLiterasiMilenialSantriToleransi
Previous Post

Kepala BNPT: Alumni Pesantren dapat Menebar Narasi Lawan Intoleransi dan Radikalisme

Next Post

Bertemu Kepala Angkatan Laut Prancis, KSAL Tawarkan Ini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Bertemu Kepala Angkatan Laut Prancis, KSAL Tawarkan Ini

Bertemu Kepala Angkatan Laut Prancis, KSAL Tawarkan Ini

Comments 3

  1. Ping-balik: Bertemu Kepala Angkatan Laut Prancis, KSAL Tawarkan Ini
  2. Ping-balik: Kepala BNPT: Intoleransi dan Radikal Terorisme Harus Dijadikan Kewaspadaan Bersama
  3. Ping-balik: Hari Santri Nasional, Momentum Santri Berjihad dalam Memperdalam Ilmu | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In