Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Jokowi Disebut Takut Kritiki Soal Muslim Uighur Cina

by Irfan Mualim
20.12.2019
in Nasional
A A
Jabatan Wakil Panglima TNI Hidup Kembali

JAKARTA – Tindakan yang dilakukan Cina dengan menahan sekitar 1 juta Muslim Uighur di Xinjiang, sepertinya kurang disikapi oleh kepala negara di dunia. Dari catatan Financial Times (FT) pada Rabu (18/12/2019), ada beberapa pemimpin muslim di dunia tampak takut mengkritik hal tersebut.

Financial Times (FT) melalui lamannya https://www.ft.com, menyebut setidaknya ada beberapa kepala negara yang memilih bungkam terkait penahan 1 juta Muslim Uighur di kamp pendidikan ulang di Cina barat. Di antaranya Presiden, Joko Widodo (Jokowi); Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan FT, Jokowi mengaku tidak tahu tentang penahanan Muslim Uighur di Cina barat. Selain itu, Tiongkok mempunyai hak melakukan tindakan antiterorisme dan de-ekstremisme untuk menjaga keamanan nasional

BACA JUGA

Judi Online

Presiden Jokowi Bakal Bentul Satgas Pemberantasan Judi Online

21.04.2024
Jabatan Wakil Panglima TNI Hidup Kembali

Ini Pesan Presiden Jokowi ke Basarnas

21.02.2022

“Saya tidak punya imajinasi untuk itu. Saya tidak tahu fakta di sana (Uighur), jadi saya tidak ingin berkomentar,” katanya.

Menurut FT, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi sempat bertemu dengan Duta Besar Tiongkok untuk membahas keprihatinan umat Islam Indonesia tentang nasib umat Islam Uighur di Xinjiang. Namun setelah itu, pemerintah Indonesia mengaku tidak ingin campur tangan dalam urusan dalam negeri Cina.

Begitu juga dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menolak mengkritik Cina atas kebijakannya di Xinjiang. Sebagai gantinya, Mahathir malah menjelaskan soal Rohingya – kelompok minoritas Muslim yang diusir dari Myanmar setelah penumpasan militer.

“Rohingya masalah yang jauh lebih besar daripada orang Uighur,” kata Mahathir .

Tak hanya Indonesia dan Malaysia yang takut mengkritik Cina, Filipina pun demikian. Presiden Rodrigo Duterte, mengaku ingin mengejar hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Cina.

“Saya tidak bisa melawan Tiongkok. Itu akan menjadi perang yang saya tidak pernah bisa menangkan, ”katanya dalam pidatonya di Moskow pada Oktober.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga demikian. Pada Februari 2019, kementerian luar negeri Turki menggambarkan perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur sebagai “rasa malu yang besar bagi kemanusiaan” dan meminta Beijing untuk menutup kamp-kamp tersebut.

Namun sejak komentar itu memicu pertikaian antara Beijing dengan Ankara. Erdogan, yang berusaha menarik investasi Cina, mendapat kecaman dari para aktivis Uighur karena gagal mengangkat masalah ini secara terbuka dalam kunjungan ke Beijing pada Juli 2019 lalu.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, juga menolak menyebutkan situasi di Xinjiang selama perjalanan ke Beijing pada bulan April. Sebab Selandia Baru telah mengembangkan hubungan dengan Cina selama dua dekade terakhir dan mendorong meningkatkan perjanjian perdagangannya dengan Beijing.

Tags: JokowiMuslim Uighur
Previous Post

Australia Minta Cina Akhiri Penahanan Muslim Uighur

Next Post

Tak Hanya BSSN, BNPT Juga Gandeng MRT Jakarta

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Tak Hanya BSSN, BNPT Juga Gandeng MRT Jakarta

Tak Hanya BSSN, BNPT Juga Gandeng MRT Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In