Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ketua Komisi Dakwah MUI: Tak Satupun Norma Sila Pancasila Bertentangan Al-Qur’an

by Irfan Mualim
01.06.2023
in Nasional
A A
Ketua Komisi Dakwah MUI: Tak Satupun Norma Sila Pancasila Bertentangan Al-Qur’an

JAKARTA – Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai ideologi negara. 

Namun, momentum ini belum menyentuh semua lapisan masyarakat untuk memeriahkan, mengilhami maupun mengamalkan nilai-nilai Pancasila. 

Pancasila kerap hanya dijadikan sebagai simbol, atau identitas agenda politik tanpa mengaplikasikan nilai-nilainya. Selain itu, bagi kelompok radikal-teroris, mengilhami Pancasila dianggap thogut, bahkan kafir.

BACA JUGA

Sinergi BNPT dan MUI, Melindungi Perempuan dan Anak dari Radikal Terorisme

Sinergi BNPT dan MUI: Melindungi Perempuan dan Anak dari Radikal Terorisme

20.02.2025
Habib Nabiel Almusawa

Mengembalikan Spirit Ahlussunnah Wal Jamaah: Seruan Moderasi dari Habib Nabiel

17.01.2025

Dalam bingkai ke Indonesiaan, Pancasila merupakan jalan tengah yang memoderasi ekstrem kanan dan kiri. Dalam perspektif keagamaan, nilai-nilai Pancasila bersumber dari ajaran agama. 

Karena itulah, mengamalkan Pancasila berarti mempraktekkan nilai luhur budaya bangsa dan agama sebagai vaksinasi dari paham yang mengajarkan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ahmad Zubaid, menjelaskan mereka yang menganggap Pancasila tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam, adalah kelompok yang berfikiran sempit. 

Menurutnya, jika dibahas secara komprehensif, maka di dalamnya mengandung nilai-nilai Islam. Dimana pada prinsipnya Pancasila  sangat sesuai dengan agama Islam.

“Tidak ada satupun norma yang terdapat dalam sila Pancasila yang bertentangan dengan Alquran maupun hadis yang menjadi pedoman kehidupan umat Islam,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/6/2023).

Meskipun disebutkan sila pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, jelas Kiai Zubaidi, ini menunjukkan sebuah kedewasaan umat Islam dalam membangun kebersamaan. 

Mengingat Indonesia adalah bangsa yang majemuk, berbeda suku, agama dan ras. Semua itu, dipersatukan dengan Pancasila.

Dalam Al-Qur’an ada kalimat yang disebut dengan kalimatun sawa, titik temu. Bagaimana mencari persamaan atau persatuan, bukan memperdebatkan perbedaan.

“Islam nggak ego, yang penting adalah poinnya esensinya didapatkan, bagaimana para pendahulu kita dalam memikirkan bangsa ini memperjuangkan bangsa ini. Mereka berpikir untuk semua bukan hanya berpikir untuk diri sendiri atau kelompoknya,” kata dia.

Dalam sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menurut KH. Ahmad, Islam sangat menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan. Saling menghargai, menghormati orang tua, mengajarkan adab dan kesopanan. Teladan Nabi Muhammad SAW menjadi role model dalam berkehidupan sosial.

Selain itu, Islam juga mengajarkan persatuan ukhuwah Islamiyah (saudara seiman), ukhwah watoniyah (saudara sebangsa), ukhwah basariah (saudara dalam kemanusiaan) yang dilandasi dalam Surat Al Hujurat ayat 13. Artinya mana Allah telah menciptakan manusia bersuku berbangsa-bangsa dan agar saling kenal.

Islam juga mengajarkan wasawirhum fil amri bermusawarahlah dengan mereka dalam suatu persoalan. Prinsipnya adalah mencari solusi win-win solution karena wasathi, moderat di tengah-tengah mencari jalan tengah. 

Oleh karena itu, MUI menyatakan pendapat bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang bisa dipedomani oleh semua warga bangsa termasuk umat Islam. 

“Bagi umat Islam tidak ada alasan untuk tidak menerima Pancasila,” katanya.

Ia menambahkan, dalam Islam konsep keadilan sangat dijunjung tinggi. Banyak ayat maupun hadits yang menyerukan agar saling berbuat baik kepada orang lain. Wataawanu alal birri wattaqwa wala taawanu alalismi wal udwan, tolong-menolonglah kamu dalam  kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan (Al Maidah: 2).

Konsep zakat misalnya. Hal ini dilakukan rangka memeratakan keadilan sosial, ekonomi supaya  harta benda itu tidak hanya menumpuk pada orang-orang kaya saja tapi bisa menyebar ke seluruh umat manusia, ini jelas sangat sesuai dengan Islam.

Menurut Kiai Zubaidi, tujuan syariat Islam ialah maqosid syariah, yakni membangun atau mewujudkan kemaslahatan di tengah kehidupan manusia. 

Jadi, apapun yang dibangun dalam kehidupan, ujungnya adalah kemaslahatan. Seseorang punya ego tertentu, tapi tidak membangun kemaslahatan, berarti tidak sesuai dengan tujuan syariat.

Dengan Pancasila, katanya, masyarakat damai dan bersama, hidup indah, ibadah bebas sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Itu adalah sebuah rahmah. 

“Ini merupakan hasil perwujudan di mana kita disatukan dengan Pancasila, saya kira luar biasa masyaallah,” ujarnya.

Untuk itu, Kiai Zubaidi menyerukan agar nilai-nilai Pancasila dapat diilhami dan implementasikan, tidak hanya menjadi jargon belaka. 

Hari Lahir Pancasila ini dapat menjadi momentum untuk mengingat perjuangan leluhur bangsa untuk mempersatukan Indonesia.

Tags: Al-QuranMajelis Ulama Indonesia (MUI)Pancasila
Previous Post

Dampingi 7 Pemindahan Napiter ke Nusa Kambangan, Begini Pesan BNPT RI

Next Post

Ke Abu Dhabi, Panglima TNI Sempatkan Lihat Pesawat Canggih Ini

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Ke Abu Dhabi, Panglima TNI Sempatkan Lihat Pesawat Canggih Ini

Ke Abu Dhabi, Panglima TNI Sempatkan Lihat Pesawat Canggih Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In