Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

KTT ASEAN Diharapkan Capai Kesepakatan Pemberantasan Terorisme

by Irfan Mualim
10.05.2023
in Nasional
A A
KTT ASEAN Diharapkan Capai Kesepakatan Pemberantasan Terorisme

KULON PROGO – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN diharapkan menghasilkan kesepakatan pemberantasan terhadap semua jenis terorisme yang ada di negara-negara di Asia Tenggara.

Demikian dikatakan Pengamat Terorisme dari Indonesian Terrorist Watch, Al Chaidar, seperti ditulis Antara, Rabu (10/5/2023).

Menurut dia, terorisme di Indonesia sangat luas, karena banyak gerakan-gerakan terorisme yang bersifat transnasional di Indonesia, seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso dan juga Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Kemudian terorisme tanzim atau terorisme dinamis seperti kelompok Jamaah Ansor Daulah atau JAD dan juga kelompok Jamaah Islamiyah atau JI serta kelompok JAT dan JAK serta ada juga terorisme elektoral atau terorisme pilkada atau terus wakil presiden di Indonesia.

“Untuk untuk mengatasinya tidak gampang. ASEAN itu harus melakukan pemberantasan terhadap semua jenis terorisme yang ada di negara-negara di Asia Tenggara tersebut dengan menguatkan kerja sama regional tidak hanya kerja sama kelembagaan saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, banyak sekali teroris-teroris yang transponder atau melampaui batas-batas negara seperti Abu Sayyaf dan juga kelompok-kelompok teroris yang ada di Filipina Selatan maupun di tempat-tempat lain seperti OPM yang berada di wilayah-wilayah perbatasan wilayah perbatasan adalah wilayah yang problematis dan membuat banyak lintas batas memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan-kepentingan gerakan terornya secara masif.

ASEAN akan mampu melakukan semua pemberantasan terorisme ini jika memakai teori-teori baru yang berdasarkan hasil penelitian tentang kelompok-kelompok teroris.

Selama ini banyak sekali hasil-hasil penelitian tersebut tidak dipergunakan, sehingga banyak kelompok-kelompok teroris masih bebas berkeliaran di wilayah atau kawasan Asia Tenggara ini dengan memanfaatkan jaringan yang sangat luas yang mereka miliki sejak tahun 1980-an.

Organisasi ASEAN akan berhasil terutama untuk mengatasi terorisme tamkin atau terorisme yang bersifat teritorial dan organik seperti yang terdapat di Poso Sulawesi Tengah di mana organisasi MIT atau Mujahidin cenderung menggunakan jaringan transnasional mereka yang berada di wilayah Filipina Selatan.

Wilayah perbatasan adalah wilayah yang sangat problematis, oleh karenanya perlu kerja sama antar negara untuk bagaimana melakukan penjagaan terhadap batas-batas wilayah masing-masing atau perbatasan.

Tak hanya itu, meningkatkan kerja sama yang lebih intensif untuk mengelola lalu lintas orang dan barang baik di darat maupun di laut, kemungkinan bentuknya akan merupakan penggunaan teknologi militer semacam surveilans untuk melakukan monitoring dan pengawasan secara optimal terhadap wilayah-wilayah perbatasan di darat dan di laut.

Menurut Al Chaidar, Organisasi ASEAN memiliki sumber daya teknologi dan juga perangkat kenegaraan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan surveilans ini.

Jika pemerintah tidak memanfaatkan teknologi militer, maka kelompok teroris yang akan memanfaatkan teknologi tersebut. Bahkan dengan kemampuan serta pengalaman tempur kelompok-kelompok teroris separatis, akan lebih memungkinkan bagi mereka untuk bergerak dan melakukan serangan-serangan secara tiba-tiba terhadap pos-pos militer, serta komunitas sipil.

Teknologi militer adalah mutlak perlu dan penggunaan angkatan bersenjata militer masing-masing negara di ASEAN.

“Mutlak diperlukan, meskipun Indonesia saat ini tengah berada pada periode eforia reformasi yang cenderung tidak menggunakan atau tidak mempercayai perangkat negara yang disebut militer atau tentara,” katanya.

Jika militer dibenci atau di pinggirkan, maka akan menciptakan sebuah situasi vakum of power yang akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok teroris untuk menguasai wilayah-wilayah yang mereka klaim sebagai tanah air mereka yang akan mereka bebaskan.

“Indonesia dan beberapa negara lainnya yang menganggap bahwa militer terlalu abusive terhadap penggunaan persenjataan yang dipandang melanggar hak asasi manusia meskipun benar telah terjadi di masa lalu, maka di masa sekarang tidak boleh dilakukan tindakan yang over simplifikasi,” katanya.

Tags: Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEANTerorisme
Previous Post

Ukraina Bukan Hanya Sponsor, Melainkan Pelaku Utama Terorisme

Next Post

Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat Agar Tak Salah Tafsir

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat Agar Tak Salah Tafsir

Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat Agar Tak Salah Tafsir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In