Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat Agar Tak Salah Tafsir

by Irfan Mualim
11.05.2023
in Nasional
A A
Tabayyun Tanda Penguasaan Wawasan Agama yang Kuat Agar Tak Salah Tafsir

JAKARTA – Peningkatan pemahaman dalam beragama adalah keharusan bagi setiap orang. Dengan memiliki pemahaman yang kuat, seseorang dapat menyikapi penafsiran agama atau pemberitaan dengan melakukan tabayyun atau menguji kebenaran informasi. Ini penting agar kejadian penyerangan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat beberapa hari lalu tidak terjadi lagi.

“Kejadian itu terjadi karena pelaku tidak memiliki wawasan keagamaan yang kuat dan tidak ber-tabayyun. Si pelaku ingin melampiaskan apa yang menjadi keyakinan dia, bahwa mimpinya itu benar. Padahal mimpi itu ada dua, dari Allah dan Rasulnya, atau mimpi dari setan. Kalau mimpi dari setan pasti bertentangan dengan ajaran agama, tapi kalau mimpi dari Allah dan Rasulnya menjurus kepada kebaikan,” ujar Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH. Abdullah Jaidi, di Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Menurutnya, kasus seperti ini bukanlah hal baru. Banyak sekali orang yang bermimpi bertemu Nabi dan mengaku dapat wangsit, padahal dia bukan seorang yang ahli agama. Wangsitnya adalah bahwa harus ada persatuan dan kesatuan (seluruh) umat Islam di dunia.

BACA JUGA

Pakar Komunikasi: Langkah BNPT RI Melalui Pendekatan Kuratif, Preventif, dan Promotif Sudah Tepat

Mengatasi Politisasi Agama dalam Pilkada 2024

20.11.2024
Habib Ja’far: Jangan Biarkan Intoleransi Digaungkan Orang Tak Pernah Belajar Agama

Habib Ja’far: Jangan Biarkan Intoleransi Digaungkan Orang Tak Pernah Belajar Agama

17.05.2024

“Ini berarti dia tidak paham konsep kenegaraan. Di dunia ini ada negara-negara yang berdiri atas kemauan rakyatnya. Ada negara yang kesepakatan rakyatnya itu berbentuk negara Islam, nasionalis, ataupun komunis. Indonesia itu kesepakatannya adalah negara republik, yang memiliki dasar hukum dan aturan sendiri, begitu juga dengan negara lainnya. Inilah yang tidak disadari. Jadi dai dan ulama itu perlu memiliki wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan bukan bertujuan untuk bertentangan dengan agama, melainkan yang mengacu pada ajaran agama itu sendiri,” terang Kiai Jaidi.

Ketua Dewan Syura Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini menjelaskan, setiap orang atau kelompok itu pasti memiliki keterbatasan ilmu, karena itu jangan mengatakan bahwa pahamnyalah yang paling benar. Dengan sikap tersebut, kemudian menafikan pemahaman yang lain sehingga ekstrem dalam pergaulan dan pemahaman beragama.

“Kalau MUI, Kementerian Agama, ataupun BNPT menekankan wawasan serta moderasi beragama, itu bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda, dai dan ulama kita. Harapannya mereka ini tidak tercemar dengan pemahaman ekstrem yang tadi saya sampaikan. Tidak hanya dari masjid ataupun pesantren, terkadang juga dari media sosial,” ungkapnya.

Kiai Jaidi mencontohkan, ada ustadz-ustadz idola mereka yang memasukkan paham ekstrem lalu mem-brainwashing pemikiran mereka menjadi keras. Kalau pahamnya ini sudah ekstrem akan menjurus kepada sikap dan perilaku yang menyendiri atau eksklusif dalam kehidupan berkelompok.

Ia menambahkan, semua pihak perlu antisipasi jika terjadi tindakan ekstrem yang dilakukan oleh kelompok radikal. Apalagi menjelang tahun politik seperti sekarang ini, bisa saja dimunculkan masalah-masalah yang sangat sensitif di dalam perkara politik.

Dalam hal ini, imbuh Kiai aidi, perlunya pemahaman yang moderat di kalangan para penceramah. Pasalnya, ucapan penceramah atau dai bisa mempengaruhi pemikiran umat.

“Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa dai-dai muda sekarang ini memang ada berbagai kelompok. Apa yang diharapkan dari para dai ini adalah mereka harus memiliki pemahaman yang sesuai dengan ajaran Islam yang wasathiyah atau moderat,” tuturnya.

Moderat, jelasnya, berarti dalam hal pemikiran, tindakan, dan interaksinya terhadap masyarakat. Para dai ini perlu berinteraksi dengan masyarakat, baik yang muslim maupun non-muslim, sehingga tidak hanya tercipta ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), namun juga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah bashariyah (persaudaraan sesama manusia).

Sebagai penutup, ia berpesan bahwa tidak peduli berapa banyak ilmu atau harta yang dimiliki, akhlak adalah yang utama. Sebab Rasulullah pernah bersabda, “engkau tidak bisa berwibawa atau menjadikan orang itu hormat kepada dirimu. Itu bukan dari harta, bukan dari jabatan. Tetapi wibawa itu datang dari akhlak, kesantunan, kepribadian yang baik.”

“Karena baik ilmu ataupun harta itu tidak bisa memberikan sebuah kewibawaan. Andaikata bisa, itu kewibawaan yang sementara, tetapi kewibawaan yang utuh adalah kesantunan di dalam berinteraksi dalam kehidupan masyarakat,” tandas KH Abdullah Jaidi.

Tags: AgamaTabayyunWawasan Agama
Previous Post

KTT ASEAN Diharapkan Capai Kesepakatan Pemberantasan Terorisme

Next Post

Amankan KTT ASEAN, Kepala BNPT: Kami Tak Bekerja Sendiri Deteksi Dini Sel Jaringan Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Amankan KTT ASEAN, Kepala BNPT: Kami Tak Bekerja Sendiri Deteksi Dini Sel Jaringan Terorisme

Amankan KTT ASEAN, Kepala BNPT: Kami Tak Bekerja Sendiri Deteksi Dini Sel Jaringan Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In