Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Mencegah Swa-radikalisasi melalui Program Duta Damai dan Sekolah Damai

by Irfan Mualim
07.08.2024
in Nasional
A A
Mencegah Swa-radikalisasi melalui Program Duta Damai dan Sekolah Damai

CIREBON – Swa-radikalisasi atau meradikalisasi diri secara mandiri masih menjadi fenomena yang terjadi di kalangan anak muda. Jumlahnya memang tidak banyak, namun potensi kerusakan dan jatuhnya korban jiwa berkat swa-radikalisasi begitu besar hingga sesat pikir ini tidak sepatutnya diabaikan oleh siapapun.

Guru Besar Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Didin Nurul Rosidin, menjelaskan penting untuk mewadahi generasi muda dalam suatu komunitas tertentu. Menurutnya, sangat bagus apabila ada inisiatif-inisiatif seperti ini sebagai upaya membangun kesadaran akan bahaya terorisme di tengah masyarakat.

“Selama ini anak-anak muda hanya tahu bahwa terorisme itu adanya di televisi, misalnya ketika terjadi penangkapan dan disiarkan. Padahal terorisme tidak sesederhana itu. Bisa jadi mereka tidak sadar bahwa di sekitar anak-anak ini, misalnya di sekitar lingkungan, atau bahkan di dalam rumahnya sendiri sudah ada proses radikalisasi terhadap mereka. Para anak muda seringkali tidak menyadarinya,” ujarnya di Cirebon, Rabu (7/8/2024).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Baca Juga: Densus 88 Beberkan Awal Tersangka Terorisme di Malang hingga Niat Bom Bunuh Diri

Ia menambahkan, kegiatan-kegiatan yang menjawab kebutuhan edukasi generasi muda tentang bahayanya radikalisme dan terorisme sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Beberapa program yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, seperti Duta Damai dan Sekolah Damai, hadir untuk mewadahi generasi muda dan agar jangan terjadi kekosongan pengetahuan akan bahaya laten ideologi transnasional.

Dengan adanya Sekolah Damai atau Duta Damai, kata Prof Didin, akan menjadi sarana yang sangat efektif dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan anak muda. Hal yang selanjutnya perlu diperhatikan adalah sejauh mana sosialisasi telah berjalan agar masyarakat tersentuh oleh program-program seperti ini.

“Karena memang sekarang itu zamannya gadget, dan pola pikir sekarang terkadang jika belum viral, maka belum dikenal. Istilahnya itu, no viral, no justice ataupun no viral, no consciousness. Tidak viral maka tidak ada keadilan atau kesadaran. Maka perlu juga untuk ditambah lagi sosialisasi, dan promosi berbagai program penanggulangan radikalisme terorisme, seperti Duta Damai dan Sekolah Damai ini,” jelasnya.

Baca Lagi: Lantik Pejabat Baru, Sestama BNPT: Penting Memiliki Tindakan Responsif Penanggulangan Terorisme

Akademisi yang pernah menjabat Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini menambahkan, perlu terus meningkatkan pengetahuan, terlepas dari tingkatan umur ataupun latar belakang lainnya. Segala pengetahuan yang baik, termasuk ilmu agama, adalah pengetahuan yang bersumber dari sumber yang otoritatif dan bisa tervalidasi kebenarannya.

“Dengan bersandar pada sumber keilmuan yang valid, sebenarnya kita sedang mengamalkan salah satu prinsip dalam epistemologi Islam. Manakala kita mempelajari sesuatu yang tidak diketahui otoritas dan validitasnya, cepat atau lambat kita akan tersesat. Bentuk kesesatan inilah yang seringkali menjadikan seseorang merasa benar sendiri. Ketika dia berpikir demikian, alih-alih sedang belajar, orang seperti ini justru menjadi Tuhan bagi dirinya sendiri (monopoli kebenaran),” tambah Prof. Didin.

Dirinya berpendapat, apa yang dilakukan oleh gerakan radikal adalah seringkali mengambil sesuatu tanpa memastikan apakah ini otoritatif atau tidak. Padahal, kebenaran datang pada orang yang memiliki pemikiran terbuka tentang berbagai kemungkinan. Orang yang terbuka pemikirannya adalah yang selalu mencoba dalam hidupnya untuk membangun sumber-sumber yang otoritatif dan juga bisa dipastikan validitasnya.

Prof Didin menilai, kesadaran untuk mencari sanad atau jalur ilmu yang valid sebenarnya tidak diterapkan hanya ketika belajar agama, ilmu-ilmu lain pun demikian adanya. Khusus dalam ranah ilmu agama, yang seringkali terkait dengan sisi emosi dan keyakinan orang atau pihak tertentu akan kebenaran, maka unsur otoritas dan validitas sangat ditekankan termasuk dalam hal sanad.

Baca Lagi: Lawan Radikalisme dan Terorisme dengan Membumikan Empat Bingkai Kerukunan

“Dalam Islam, tidak semua sanad bisa diakui atau diambil. Andaikata kita berguru kepada seseorang, maka kita juga harus tahu secara jelas siapa gurunya orang tersebut dan sebagainya. Tradisi sanad dalam dunia Islam adalah pondasi paling awal dalam hakikat mencari ilmu. Ketika bicara tentang epistemologi Islam, maka satu hal yang paling fundamental adalah unsur sanad dari ilmu yang dipelajari,” katanya.

Dengan semakin disosialisasikannya program-program kontraradikalisme dan kontraterorisme, Prof. Didin pun berharap generasi muda Indonesia semakin resisten dengan propaganda bermuatan ideologi transnasional.

Anak-anak, remaja, hingga masyarakat secara luas perlu melibatkan dirinya untuk membangun ketahanan diri yang baik terhadap paham radikal. Secara tidak langsung, hal ini juga akan menunjukkan rasa memiliki yang kuat dari rakyat Indonesia terhadap bangsanya sendiri.

“Kesadaran membangun resistensi ini tidak bisa hanya ditimpakan kepada BNPT, lembaga pemerintah lainnya, atau bahkan kepada para kiai dan para ulama, tetapi juga harus menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat agar Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu bisa benar-benar terwujud. Jika memungkinkan, tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia,” kata dia.

Tags: Duta Damai BNPTRadikalismeSekolah DamaiTerorisme
Previous Post

Dua Tersangka Terorisme di Jakarta Barat Diamankan, Terafiliasi ISIS

Next Post

Begini Tanggapan TNI AD Soal Joni yang Tak Lolos Seleksi

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Begini Tanggapan TNI AD Soal Joni yang Tak Lolos Seleksi

Begini Tanggapan TNI AD Soal Joni yang Tak Lolos Seleksi

Comments 3

  1. Ping-balik: Dua Tersangka Terorisme di Jakarta Barat Diamankan, Terafiliasi ISIS | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Begini Tanggapan TNI AD Soal Joni yang Tak Lolos Seleksi | Garda Nasional
  3. Ping-balik: Upaya Menjaga Generasi Muda dari Swa-radikalisasi Perlu Pendekatan Komprehensif  | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In