Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Mendalami Esensi Dakwah: Dari Kebaikan hingga Toleransi dalam Beragama

by Irfan Mualim
10.10.2024
in Nasional, Ragam
A A
Moch. Syarif Hidayatullah

JAKARTA – Dakwah keagamaan seringkali disalahpahami di masyarakat Indonesia, di mana terdapat anggapan bahwa kegiatan ini harus berujung pada konversi keimanan. Pandangan ini dianggap menyempitkan esensi dan tujuan utama dakwah, yang seharusnya fokus pada ajakan untuk berbuat baik dan saling mengingatkan akan kemungkaran.

Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Moch. Syarif Hidayatullah, menekankan bahwa inti dari dakwah adalah mengajak kepada kebaikan, sebagaimana diungkapkan dalam Al-Imran ayat 104.

Dalam pandangannya, dakwah bukanlah tentang memaksakan orang untuk berpindah agama, melainkan mengajak masyarakat untuk hidup dalam kebaikan dan saling menghormati.

BACA JUGA

Silaturahmi Natal BNPT, Membangun Toleransi di Tengah Keberagaman

Silaturahmi Natal BNPT: Membangun Toleransi di Tengah Keberagaman

16.01.2025

Moderasi dalam Dakwah: Kunci Menjaga Persatuan dan Keberagaman di Indonesia

11.12.2024

Baca Juga: Membangun Sekolah Damai: Pelatihan Guru untuk Melawan Radikalisme di NTB

“Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal ini. Beliau hidup harmonis dengan pemeluk agama lain tanpa adanya paksaan,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Syarif juga menyoroti pemaksaan konversi di masa peperangan, seperti pada Fathul Makkah, di mana Rasulullah tidak memaksa warga Makkah untuk masuk Islam.

“Siapa pun yang tidak keluar rumah, dia akan aman,” tegasnya,  menunjukkan bahwa dakwah seharusnya berjalan tanpa paksaan.

 

Peran Dai dalam Masyarakat

Dai atau penceramah seharusnya memiliki kedalaman ilmu agama untuk menyampaikan dakwah yang konstruktif.

Syarif menjelaskan, kualitas materi dakwah sangat tergantung pada kemampuan penceramah. ADDAI telah mengedepankan kaderisasi dai yang mampu menyampaikan pesan dakwah secara damai, menentramkan, dan memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.

“Dai seharusnya berkontribusi menjaga keutuhan NKRI dan memberikan ruang dialog dengan berbagai kelompok, termasuk yang berbeda agama,” katanya. Poin ini menyoroti pentingnya dakwah yang mencerminkan toleransi terhadap perbedaan, tanpa mengabaikan prinsip akidah.

Baca Lagi: Kerja Sama Indonesia-Rusia: Expert Meeting untuk Memperkuat Keamanan Internasional

Dalam konteks Indonesia yang beragam, Syarif mengingatkan pentingnya memahami semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“Kita harus mampu menerima perbedaan sikap, cara pandang, dan gaya hidup,” ujarnya.

Menurut dia, dakwah yang baik adalah yang mempromosikan moderasi dan membawa masyarakat untuk berkolaborasi meskipun memiliki perbedaan.

“Peristiwa Piagam Madinah menjadi contoh bagaimana perbedaan dapat disatukan melalui komitmen untuk hidup berdampingan,” pungkas Syarif, mengajak semua elemen masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan bijak.

Oleh karena itu, dakwah seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan dan memperkuat toleransi di tengah keragaman masyarakat. Dengan memahami esensi dakwah, diharapkan dapat tercipta harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

 

Tags: Bhineka Tunggal IkaDakwahmoderasiToleransi Beragama
Previous Post

Peluncuran Aplikasi POSYANDIKAMLA: Inovasi Digital untuk Keamanan Laut Indonesia

Next Post

Penundaan Sidang Putusan Gugatan PDI-P Terhadap KPU: Gibran Rakabuming Raka Terancam?

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Gibran Rakabuming Raka

Penundaan Sidang Putusan Gugatan PDI-P Terhadap KPU: Gibran Rakabuming Raka Terancam?

Comments 2

  1. Ping-balik: Penundaan Sidang Putusan Gugatan PDI-P Terhadap KPU: Gibran Rakabuming Raka Terancam? | Garda Nasional
  2. Ping-balik: Strategi BNPT dalam Penanganan Krisis Terorisme: Melibatkan Kelompok Ahli untuk Membangun Indikator Ancaman | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In