Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Menghidupkan Esensi Piagam Madinah pada Semangat Toleransi di Indonesia

by Irfan Mualim
07.12.2023
in Nasional
A A
Menghidupkan Esensi Piagam Madinah pada Semangat Toleransi di Indonesia

JAKARTA – Pergerakan zaman dan perubahan pola interaksi sosial yang hari ini menuntut terbukanya segala aspek, sebenarnya membuat perspektif Islam Wasathiyah relevan untuk selalu dibicarakan. Pemahaman ajaran Islam yang moderat adalah sesuai dengan cita-cita pendirian Indonesia sebagai negara yang berprinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ahmad Zubaidi, menjelaskan dalam Islam yang moderat atau Islam Wasathiyah dikenal dua prinsip, yakni at-tawazun dan at-tasamuh. Keduanya menjadi penopang pemikiran Islam kontemporer yang cenderung inklusif dan mengedepankan moderasi dalam beragama.

“At-tawazun adalah sikap seimbang dan proporsional dalam memandang berbagai hal, termasuk perbedaan pendapat dan agama. At-tawazun juga berarti menghindari sikap ekstrem dan fanatik, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan sosial,” jelas Kiai Ahmad Zubaidi di Jakarta, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025

“Sementara at-tasamuh adalah sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. At-tasamuh juga berarti mengakui dan menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” lanjutnya.

Menurutnya, kedua prinsip ini menjadi konsekuensi logis dalam penerapan Islam Wasathiyah. Sangatlah jelas bahwa Islam mengajarkan toleransi, sebagaimana yang diajarkan dalam Alquran di surat Al-Kafirun, “lakum diinukum wa liya diin”, yang berarti “bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Petikan surat ini telah menjadi garis batas yang jelas dan menggambarkan sikap Islam terhadap ajaran agama yang berbeda.

Ia melanjutkan, pada tatanan perspektif keyakinan dan keimanan, Islam telah secara tegas menentukan sikapnya. Namun dalam perspektif sosial dan perspektif muamalah, seharusnya umat tidak terpisah karena sekat atau batas tertentu hanya karena berbeda agama. Islam yang moderat bukan berarti saling bertukar akidah dengan umat lain, tapi walaupun ada perbedaan keyakinan, umat tetap bisa saling berhubungan dengan baik.

“Saya kira penting sekali pemahaman Islam yang moderat terus dikembangkan kepada umat Islam di Indonesia, supaya pandangan mereka senantiasa inklusif. Konsep inklusivitas itu sendiri sebenarnya bukanlah sebuah suatu sikap yang dibuat-buat, akan tetapi sudah dari permulaannya Islam itu inklusif. Ia dapat menerima dan hidup berdampingan dengan agama lainnya,” kata Kiai Ahmad Zubaidi.

Ia mengambil contoh dari kisah hidup Rasulullah SAW. Ketika Nabi pergi hijrah dan sampai di kota Yastrib, Rasulullah membentuk sebuah negara yang namanya negara Madinah. Di dalamnya ada pemeluk Islam, Nasrani, dan Yahudi yang hidup saling berdampingan.

Di masanya, Rasulullah memimpin Madinah tanpa membeda-bedakan antar agama yang ada. Bahkan untuk menjamin adanya kehidupan yang baik di antara agama-agama yang ada di Madinah kala itu, Rasulullah SAW membuat sebuah perjanjian yang disebut dengan Perjanjian Madinah.

“Perjanjian atau Piagam Madinah dikenal juga dengan istilah Shohifah Madinah. Beberapa sumber juga menyebut dengan nama Traktat Madinah atau Madinah Charter. Intinya dari perjanjian ini adalah untuk melambangkan bahwa di zaman itu, Madinah telah berhasil menjadi negara yang sangat plural dalam menjamin kehidupan beragama rakyatnya,” katanya.

Ia menguraikan, pentingnya sikap toleransi bahkan dituangkan dalam Piagam Madinah di pasal pertamanya yang berbunyi innahum ummatun wahidah, mereka adalah umat yang satu. Pernyataan ini jelas sama dengan esensi dari Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semangat inilah yang seharusnya menginspirasi rakyat Indonesia dalam menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, KH Ahmad Zubaidi menerangkan, fakta sejarah menunjukkan bahwa dalam mendirikan negara Indonesia ini, para pendiri bangsa Indonesia membuat UUD 1945. Menurut penelitian Prof. Dr. Ahmad Sukarja, UUD 1945 sebenarnya mirip dengan Piagam Madinah.

“Undang-Undang Dasar 1945 itu secara substansi mirip dengan piagam Madinah. Tentu ini bukan kebetulan semata, saya kira memang para pendiri bangsa kita sudah mempelajari itu dan kemudian menginspirasi mereka dalam pembentukan UUD 1945 sebagai dasar negara kita,” tambah KH. Ahmad.

Selain itu, katanya, pemikiran Islam moderat memandang sikap toleran sebagai barometer keimanan pada seorang muslim. Semakin kita menyatakan diri sebagai orang yang punya iman yang kuat, maka besar tanggung jawabnya untuk mengedepankan toleransi dalam kesehariannya.

Karena itu, menjadi suatu hal yang mustahil jika kemudian ada orang yang merasa kuat imannya namun ia menjadi semakin eksklusif dan intoleran terhadap pemeluk agama lain. Kalau ada orang yang mengaku baik keagamaannya namun ia bersikap intoleran, maka ini adalah pandangan yang tidak bisa dibenarkan.

“Merupakan kebutuhan semua bahwa dalam kehidupan ini kita perlu disemangati dengan pemahaman Islam Wasathiyah. Jelas bahwa Islam sangat mendorong adanya toleransi dalam kehidupan, dan kita tegaskan untuk menolak gerakan-gerakan intoleransi atas nama agama apapun,” ujar KH. Ahmad Zubaidi.

Tags: IndonesiaPiagam MadinahToleransi
Previous Post

Waspada! Ini Buku Paling Berpengaruh bagi Jaringan Terorisme di Indonesia

Next Post

Cegah Radikal Terorisme di Desa, BNPT RI Prioritas Program Desa Siap Siaga

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Cegah Radikal Terorisme di Desa, BNPT RI Prioritas Program Desa Siap Siaga

Cegah Radikal Terorisme di Desa, BNPT RI Prioritas Program Desa Siap Siaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In