Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Menguak Gunung Es Terorisme: Saat Aparatur Pemerintah Jadi Garda Terdepan

by Irfan Mualim
05.09.2025
in Nasional
A A
Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol. Wawan Ridwan

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Pol. Wawan Ridwan

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan, kondisi aman yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini, tidak berarti ancaman terorisme benar-benar hilang.

Dalam sebuah kegiatan yang berfokus pada penguatan kapasitas aparatur pemerintah di Malang, Jawa Timur, Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigadir Jenderal Polisi Wawan Ridwan, mengingatkan pentingnya deteksi dini.

“Saya berharap aparatur pemerintah tetap waspada dan mampu melakukan deteksi dini terhadap penyebaran paham radikalisme di wilayah masing-masing,” ujar Wawan, dikutip dari situs bnpt.go.id, Jumat (5/9/2025).

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

Pandangan ini didukung oleh temuan dari berbagai lembaga riset global, seperti laporan dari Institute for Economics & Peace (IEP) yang menunjukkan bahwa meskipun jumlah serangan terorisme menurun di beberapa negara, ideologi radikal terus berevolusi dan menemukan cara baru untuk berkembang.

Baca Juga: TNI Luruskan Isu Penangkapan Anggota BAIS saat Demonstrasi

Di Indonesia, tantangan terbesar saat ini bukanlah serangan fisik, melainkan infiltrasi ideologi melalui media digital.

Fenomena Gunung Es Terorisme: Propaganda Digital dan Rekrutmen Senyap

Brigjen Wawan menggambarkan situasi saat ini sebagai fenomena gunung es. Bagian yang terlihat di permukaan adalah tidak adanya serangan teror besar dalam tiga tahun terakhir.

Namun, di bawah permukaan, “terdapat proses propaganda, rekrutmen, pendanaan, hingga perencanaan aksi yang masih terus berlangsung, terutama melalui media sosial.”

Pernyataan ini sejalan dengan riset yang dipublikasikan oleh United Nations Counter-Terrorism Centre (UNCCT). UNCCT menyebutkan, media sosial telah menjadi “alat utama” bagi kelompok teroris untuk menyebarkan propaganda, merekrut anggota, dan menggalang dana.

Platform-platform ini memungkinkan mereka untuk menjangkau audiens global dengan biaya minimal, melewati batas geografis, dan beroperasi di luar radar otoritas.

Hoaks dan misinformasi, yang seringkali dibumbui dengan narasi kebencian dan perpecahan, menjadi senjata utama dalam propaganda radikal.

Aparatur pemerintah, yang dekat dengan masyarakat, memiliki posisi strategis untuk mengenali tanda-tanda awal dari penyebaran paham ini, baik dalam komunitas maupun di lingkungan kerja mereka sendiri.

Tanggung Jawab Bersama: Pencegahan Terorisme sebagai Amanat Negara

Wawan menekankan pencegahan terorisme tidak bisa hanya menjadi tugas BNPT. Amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme secara jelas menyatakan, seluruh unsur pemerintah wajib melaksanakan pencegahan.

“Pemerintah wajib melaksanakan pencegahan tindak pidana terorisme, dalam hal ini kami semua, karena pencegahan tidak bisa dilaksanakan satu instansi saja tapi juga semuanya,” tegas Wawan.

Pendekatan interoperabilitas atau kerja sama lintas lembaga, yang menjadi fokus kegiatan di Malang, adalah kunci.

Aparatur sipil negara (ASN) di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus bersinergi dengan aparat keamanan untuk menciptakan sistem deteksi dini yang kokoh.

Yudi Zulfahri, mantan ASN yang pernah terjerat jaringan terorisme, memberikan perspektif berharga dari sudut pandang internal.

Menurutnya, pemahaman yang baik dari aparatur akan sangat bermanfaat. “Jika aparatnya paham maka bisa melaksanakan program-program pencegahan dan juga pencegahan radikalisme di dalam tubuh pemerintahan itu sendiri,” kata Yudi.

Pengalamannya menjadi bukti nyata bahwa infiltrasi radikalisme tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga institusi pemerintah.

Menguatkan Pertahanan: Pentingnya Literasi Digital dan Kewaspadaan

Pentingnya peran aparatur pemerintah tidak hanya terbatas pada deteksi dini di lapangan, tetapi juga dalam membangun ketahanan diri dan komunitas.

Ini mencakup peningkatan literasi digital agar mampu mengidentifikasi konten radikal dan hoaks. Selain itu, aparatur juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan narasi-narasi perdamaian dan toleransi.

Menurut laporan dari Rand Corporation, sebuah lembaga riset global, upaya kontraterorisme yang paling efektif adalah yang berfokus pada pencegahan di tingkat akar rumput.

Ini termasuk penguatan nilai-nilai kebangsaan, promosi dialog antaragama, dan pemberdayaan masyarakat untuk menolak narasi kebencian.

Pada akhirnya, keberhasilan Indonesia dalam menghadapi ancaman terorisme bukan hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau intelijen, melainkan oleh kesadaran kolektif.

Setiap aparatur pemerintah, dari tingkat pusat hingga desa, memegang peran penting dalam memastikan bahwa gunung es terorisme tidak pernah membesar dan meledak, menjaga Indonesia tetap aman dan damai bagi generasi mendatang.

Tags: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RIGarda TerdepanRadikalismeTerorisme
Previous Post

TNI Luruskan Isu Penangkapan Anggota BAIS saat Demonstrasi

Next Post

Pernyataan Tegas TNI: Tak Ada Niat Darurat Militer

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Ilustrasi Tolak Darurat Militer

Pernyataan Tegas TNI: Tak Ada Niat Darurat Militer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In