Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Mentauladani Hari Raya Idul Kurban untuk Membangun Indonesia Damai  

by Irfan Mualim
29.06.2023
in Nasional
A A
Suaib Tahir

JAKARTA – Kisah Nabi Ibrahim AS adalah salah satu contoh kongkrit yang memiliki tingkat keimanan yang sangat tinggi, sehingga apapun yang diperintahkan Allah kepadanya sang nabi siap melakukan termasuk bersedia menyembelih anak kesayangannya.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI), Suaib Tahir, di Jakarta, Kamis (29/6/ 2023).

“Ini dibuktikan kesediaan Nabi Ibrahim melakukan pengorbanan, meskipun pada akhirnya bahwa perintah tersebut hanya sebatas ujian kepada Nabi Ibrahim, untuk menguji sampai di mana ketaatannya terhadap perintah Allah,” ujarnya.

“Mereka yang taat kepada Allah tidak akan mempedulikan kepentingangnya apalagi kepentingan materi dan kemewahan, tetapi semua diserahkan  kepada Alah untuk mencapai ridhonya,” lanjutnya.

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda

Menghadapi Gejolak Global: Fondasi Kuat Diplomasi Indonesia antara Cina dan AS

22.02.2025

Ia menambahkan, momentum ini sesungguhnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk selalu belajar dan mentadaburi, bahwa sesungguhnya Allah memberikan kesempatan untuk mengikis rasa ego, mengedepankan persaudaraan dan solidaritas antara sesama umat manusia.

“Idul Adha tidak bisa dipahami hanya sebagai ritual tahunan, tetapi lebih dari itu adalah harus mentadabburi agar kita benar benar menjadi umat yang bermanfaat bagi orang lain,” kata dia.

Berkurban dalam arti sesungguhnya adalah, bagaimana mengikis rasa egois, rakus, tamak dan memberi yang terbaik untuk orang lain. 

Suaib mengatakan, berkurban menjadi salah satu indikator tingkat solidaritas dan keimanan yang tinggi terhadap Allah SWT.

“Betapa banyak orang yang memiliki uang yang cukup untuk membeli kurban tetapi belum tentu siap dan bersedia untuk berkurban,” ujarnya.


Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan dua sosok yang sangat mengagumkan, keduanya adalah Nabi yang totalitas dalam mencintai Allah. 

Nabi Ibrahim lahir di tengah-tengah situasi kekuasaan yang sangat bengis yaitu Raja Namrud, yang dengan mudah membunuh siapa saja yang membantah dan tidak mengakui sebagai Tuhan.

“Meskipun Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Ibrahim konsisten dalam pendiriannya, beriman kepada Tuhan sebagai pencipta langit, bumi dan semua yang di dalamnya,” ujarnya.

Menurutnya, Nabi Ibrahim tidak hanyak fokus terhadap kesalehan individual, melainkan ia juga memikirkan keluarga, turunannya dan negerinya. 

Tak heran, jika Nabi Ibrahim diakui sebagai panutan dan bapak para Nabi yang patut kita teladani demi persatuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

“Sebagaimana yang kita temukan dalam Al Quran, Nabi Ibrahim mendoakan agar menjadi negeri yang aman, damai dan mendapatkan rezei dari langit. Oleh karena itu Nabi Ibrahim adalah contoh yang patut yang kita teladani,  karena ia bukan saja selalu mendoakan dirinya dan keluarganya tetapi juga untuk negerinya,” jelasnya.


Selain itu, salah satu hikmah di Bulan Haji ini adalah menunjukkan kepada umat Islam di seluruh dunia bahwa meskipun mereka berbeda beda suku etnis dan negara warna kulit dan bentuk wajah tetapi mereka adalah satu, satu tujuan dan satu kiblat yaitu Kabah, Allah dan rasulnya, Nabi Muhammad SAW. 

Ini tentu menunjukkan bahwa umat Islam sangat menghargai dan bertoleransi terhadap yang lain. Karena walaupun kita berbeda beda tetapi sesungguhnya sama.  

“Jika kelompok ekstreem berusaha menciptakan ekslusivisme, intoleransi di masyarakat dan menganggap orang lain bukan bagian dari dirinya, maka hal ini harus dihilangkan. Sebab cara berpikir seperti itu, bertentangan dengan nilai nilai dan ajaran Islam yang sangat menghormati perbedaan,” katanya.
 
Kyai Suaib menambahkan, dalam ibadah haji dilarang saling mencela bertengkar dan melakukan tindakan apapun yang merusak termasuk mencabut pohon dan atau memotong pohon di jalan. 

Ini adalah petunjuk bahwa dalam upaya menciptakan iklim yang kondusif dalam kehidupan sosial kita harus menghindari perbuatan-perbuatan yang tercela misalnya saling menjatuhkan dan saling memojokkan.

“Oleh karena itu hikmah-hikmah yang terkandung dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, atau yang juga disebut Hari Raya Haji dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam membangun masyarakat yang damai,” kata Kyai Suaib mengakhiri.

Tags: Idul KurbanIndonesia
Previous Post

Perayaan Idul Adha Tentang Ketaatan dan Pengorbanan

Next Post

Sestama BNPT: Makna Berkurban Harus Diamalkan pada kehidupan Berbangsa dan Bernegara

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Sestama BNPT: Makna Berkurban Harus Diamalkan pada kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sestama BNPT: Makna Berkurban Harus Diamalkan pada kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In