Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Moderasi Beragama Sebagai Upaya Sekularisme Adalah Keliru

by Irfan Mualim
30.05.2024
in Nasional
A A
Moderasi Beragama Sebagai Upaya Sekularisme Adalah Keliru

JAKARTA – Pendapat tentang seruan moderasi beragama sebagai upaya sekularisme adalah keliru. Moderasi beragama adalah sebuah gerakan yang mengatur cara pandang, sikap, dan perilaku, agar insan Indonesia selalu mengambil posisi di tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Al-Washliyah HM. Affan Rangkuti, di Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Ketua Umum Pengurus Besar Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) ini menyebutkan, jika moderasi beragama sebenarnya sudah dikenal sejak lama, dan menjadi salah satu amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Hal ini sangat penting, khususnya dalam situasi dan kondisi bangsa yang sedang tergerus nilai toleransinya.

BACA JUGA

Produser film Ageman, Ken Setiawan dan UIN Raden Intan sepakati MoU edukasi toleransi melalui film

Layar Bioskop Lawan Radikalisme, Film ‘Ageman’ dan UIN Raden Intan Bersatu Rangkul Gen Z

15.10.2026
Cegah radikalisme PGNI Lampung dan Ken Setiawan di safari ngaji Kebangsaan

Cegah Radikalisme Masuk Pesantren, PGNI Lampung Bareng Ken Setiawan di Safari Ngaji Kebangsaan

07.10.2026

Harapannya, Indonesia yang sudah dipersatukan dengan 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI bisa semakin kuat dengan menerapkan moderasi beragama.

Baca Juga: Moderasi Beragama Tidak Sama dengan Sekularisme

Affan Rangkuti juga bersyukur, karena Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi, 514 kabupaten kota yang dihuni 1.331 kategori suku di 17.024 pulau dengan jumlah penduduk sebanyak 270,20 juta jiwa mampu bertahan hingga saat ini. Kenyataan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat banyak bangsa di masa lalu terpecah karena perbedaan ideologi.

“Tonggak 4 Pilar Kebangsaan mampu bertahan dan membawa menjadi bangsa menjadi lebih maju. Dalam perjalanannya, pelbagai masalah muncul, dari paham ideologi yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa hingga intoleransi. Semua dapat dipatahkan dengan kepribadiaan bangsa yang kokoh,” jelasnya.

Nasionalisme, Erat Kaitannya dengan Kebanggaan Terhadap Bangsa

Menurut Affan Rangkuti, bicara nasionalisme tentu erat kaitannya dengan kebanggaan terhadap bangsa sendiri. Kebangaan ini perlu diletakkan sesuai pada kadarnya, tidak berlebihan seperti dalam konsep etnosentrisme.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia perlu belajar menghargai budaya yang baru dikenal yang asalnya dari luar kelompok, sukunya atau pun bangsanya, sehingga proses interaksi horizontal bisa berjalan dengan baik. Namun, perlu diingat bahwa penerimaan dan kebanggaan atas budaya lain juga tidak dilakukan dengan berlebihan, seperti yang dituangkan dalam konsep xenosentrisme.

Baca Lagi: BNPT RI: Pelaku Terorisme, 80 Persen Dipengaruhi Dunia Maya

“Memilih etnosentrisme, xenosentrisme atau anti keduanya memiliki konsekuensi dalam interaksi sosial. Memilih etnosentrisme berdampak pembentukan sikap superior dan segregasi rasial. Mengubah arah menjadi xenosentrisme dianggap tak menjaga warisan budaya leluhur,” ujar dia.

Jika kemudian ada yang berpikir bahwa yang terbaik adalah menolak kedua konsep tersebut, menurut Affan Rangkuti, akan berdampak tidak baik pada tatanan sosial. Jalan tengah dari fenomena ini adalah akulturasi dan asimilasi.

Kearifan Lokal, Pembuka Jalan Interaksi Sosial

Affan Rangkuti berpendapat, jika nilai adagium kearifan lokal tentang kemanusiaan sifatnya sebagai pembuka jalan interaksi sosial, karena nilai ini menerima perbedaan dan keragaman apapun. Adagium sejenis pasti dimiliki semua suku di Indonesia, sebab ada nafas agama dan kepercayaan dalam budaya masing-masing daerah.

“Inilah yang menjadi realitas dan tantangan kaum migran dulu, kini dan prediksi mendatang berfokus pada gen x, millennial, gen z dan post gen z. Etnosentrisme dan xenosentrisme juga dapat memicu prasangka, intoleransi dan bahkan berpeluang terjadinya konflik vertikal, jika nilai adagium bermakna kemanusian tak ditempatkan pada etalase terdepan saat komunikasi antar budaya,” katanya.

Baca Lagi: Sinergi Kepolisian dan Kejaksaan Kunci Utama Tangani TPPO

Menghadapi pola interaksi masyarakat Indonesia yang berubah dari waktu ke waktu, Affan Rangkuti berharap, Pemerintah bisa memainkan perannya melalui instansi terkait untuk menjaga kemajemukan Indonesia. Warisan leluhur Nusantara adalah kekayaan bangsa yang mampu merekatkan perbedaan yang ada.

“Butuh daya dukung total dengan memberdayakan semua adagium kearifan lokal untuk diberlakukan, dibina, dijalankan dan dikembangkan di seluruh kementerian lembaga tingkat pusat dan daerah,” kata dia.

“Jika memungkinkan, dilakukan sampai luar negeri sebagai salah satu entitas kekayaan nilai budaya bangsa dan menjadi ekosistem ekonomi dalam budaya. Kebijakan yang bermuara harmoni ini akan meningkatkan pertumbuhan toleransi dan menjadi best practice dan role model dalam mengelola moderasi beragama,” lanjutnya.

Tags: Moderasi BeragamaNasionalismeSekularisme
Previous Post

76 Tahun Pasukan Perdamaian, Satgas Indo MONUSCO Perkenalkan Kuliner Indonesia

Next Post

Menhan Prabowo: Inggris, Kerabat Dekat dan Mitra Indonesia

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Menhan Prabowo: Inggris, Kerabat Dekat dan Mitra Indonesia

Menhan Prabowo: Inggris, Kerabat Dekat dan Mitra Indonesia

Comments 3

  1. Ping-balik: Korban Terorisme di Jawa Barat Diberi Pemberdayaan
  2. Ping-balik: Duta Damai, Garda Depan Tangkal Radikal Terorisme
  3. Ping-balik: Bakamla, Embrio Coast Guard Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In