Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Negara dan Agama Wajid Dijaga

by Irfan Mualim
09.07.2022
in Nasional
A A
Negara dan Agama Wajid Dijaga

MALANG – Tanpa hadirnya negara yang berdaulat dan aman, maka agama hancur.  Olehnya itu, menjaga agama adalah wajib begitu juga dengan negara. 

Hal tersebut dikatakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdalatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Marzuki Mustamar di Malang, Sabtu (9/7).

“Karena gak mungkin agama bisa terlaksana dengan baik, tanpa dijaga oleh negara yang berdaulat,” ujarnya.

BACA JUGA

Kolaborasi Polri dan NU Dukung Kemandirian Pangan

Kolaborasi Strategis: Polri dan NU Dukung Kemandirian Pangan di 2025

07.02.2025
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur)

Menjaga Keberagaman Indonesia Melalui Prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah

16.01.2025

Kiai Marzuki mencontohkan, negara Yaman  yang 100 persen warganya umat muslim. Di sana, Jumatan kesulitan karena perang saudara akibat diserang Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, yang pilotnya Israel. 

“Libya hampir 100 persen muslim juga hancur. Kenapa hancur? Karena gak punya negara yang melindungi mereka. Apalagi Suriah, Irak, Palestina,” kata dia. 

“Jangan main-main dengan dalil. Jangan bikin narasi dan opini atas nama agama, apalagi mendoktrin sampai melakukan gerakan yang ujungnya menggerogoti kekuatan negara, melemahkan negara. Itu haramnya sama dengan menggerogoti agamamu sendiri,” tambahnya.

Baca Lagi: BNPT: Lima Langkah Memutus Pendanaan Teror Berkedok Lembaga Amal

Begitu juga bagi non-muslim,  lanjut Kiai Marzuki, dengan negara kokoh, non-muslim di Jawa yang minoritas, bisa kebaktian dengan aman,  upacara di Pura aman, sembahyang di Kelenteng juga dengan aman. 

“Meski muslim di Bali minoritas, tapi Jumatan lancar, makam wali aman dan tidak diganggu bahkan dijaga oleh pecalang-pecalang hindu,” katanya.

Ia  tidak bisa membayangkan, bila dilakukan pembiaran terhadap penyebar doktrin anti-Pancasila, anti-Merah Putih, dan anti-NKRI. 

“Mereka hanya mementingkan kelompok dan agama sendiri. Di belakang mereka ada yang meremot. Saya gak bisa membayangkan, kira-kira tidak usah lama-lama, 40 tahun lagi hancur negeri ini,” ujar dia.

Olehnya itu, dia mengajak seluruh anak bangsa, untuk tidak main-main dengan keamanan dan kedaulatan negara. Apapun alirannya, mazhab, suku, etnis, semua harus sepakat dalam dua hal yaitu sama-sama Indonesia, dan sama-sama manusia.

Kiai Marzuki mengajak semua pihak untuk mewaspadai potensi yang bisa mengancam keamanan negara. Antara lain adanya kelompok-kelompok yang terlalu nafsu beragama, sampai bagi mereka beragama harus menentang bangsanya. 

A

Menurutnya, para aparat harus terus mewaspadai, melakukan penyelidikan sampai penyidikan, sampai keakarnya.

“Jejak digital tidak bisa dihilangkan. Aparat jangan takut. Apa gak kriminilasasi ulama? Gak. Kalau dikit-dikit kriminalisasi ulama, padahal nyata ceramahanya, doktrinya, mazhabnya, kedepan dalam rangka merongrong kedaulatan negara. Akhirnya mereka mendirikan cabang kemana-mana, semakin luas merongrong kedaulatan negara. Kelompok atau orang seperti itu harus cepat ditindak,” katanya.

“Bukan berarti bila orang berjubah tidak bisa ditindak. Kita itu akan dibohongi oleh kelompok penjahat tapi berkamuflase seakan-akan mereka ulama. Itu banyak sekali di media sosial. Itu bukan kriminlaisasi ulama, tapi mengulamakan kriminal,” lanjutnya.

Salah satu upaya untuk mewaspadai, kata Kiai Marzuki, para orang tua harus bisa memilih pendidikan usia, terutama dari usia dini yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).  Banyak terungkap TK atau lembaga pendidikan usia dini malah berafiliasi dengan paham anti-NKRI.

Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag) harus terus berkoordinasi memantau dan menindak lembaga tersebut.

“Saya gak peduli. Pokoknya ngesruh di NKRI, gebuk saja. Nabi memerintahkan, Alquran memerintahkan agar kita gebuk kelompok bughat,” kata dia. 

Ia juga meminta kepolisian, kejaksaan, dan hakim, harus berani. “Komunisme dilarang membahayakan negara, ini dilarang karena membahayakan negara, DI/TII dilarang karena membahayakan negara. Rumusnya apapun yang membahayakan negara, tindak sudah,” ujarnya.

Tags: AgamaNahdlatul Ulama (NU)Negara
Previous Post

BNPT: Lima Langkah Memutus Pendanaan Teror Berkedok Lembaga Amal

Next Post

Bina Mental, Prajurit KRI SIM-367 Ikuti Fun Bike dan Jalan Sehat di Lebanon

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Bina Mental, Prajurit KRI SIM-367 Ikuti Fun Bike dan Jalan Sehat di Lebanon

Bina Mental, Prajurit KRI SIM-367 Ikuti Fun Bike dan Jalan Sehat di Lebanon

Comments 2

  1. Ping-balik: Bina Mental, Prajurit KRI SIM-367 Ikuti Fun Bike dan Jalan Sehat di Lebanon
  2. Ping-balik: Ken Setiawan: Menjalankan Nilai Pancasila, Otomatis Menjalankan Ajaran Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In