Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Pancasila, Substansi Perintah Tuhan dalam Agama untuk Persatuan Indonesia

by Irfan Mualim
23.11.2022
in Nasional
A A
Pancasila, Substansi Perintah Tuhan dalam Agama untuk Persatuan Indonesia

MANADO – Dasar negara Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara Republik Indonesia, tetapi juga substansi perintah Tuhan dalam agama. Dengan Pancasila, Indonesia yang beragam suku, agama, etnis, bahasa, pulau, menjadi kunci persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila adalah dasar negara kami, meski itu bukan agama dan tidak untuk menggantikan agama. Tapi Pancasila adalah substansi perintah Tuhan dalam agama karena Pancasila tidak bertentangan dengan kitab suci agama apapun,” ujar Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, di Manado, Rabu (23/11/2022).

Pernyataan itu dikatakan Nurwakhid saat membuka dan memberikan vaksinasi ideologi kepada peserta Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Sulawesi Utara (Sulut) di Manado.

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda

Menghadapi Gejolak Global: Fondasi Kuat Diplomasi Indonesia antara Cina dan AS

22.02.2025

Ia menjelaskan, sering mendapat pertanyaan dari orang asing yang heran kenapa Indonesia dengan segala kemajemukan tidak terjadi konflik.

“Saya jawab negara kami Insya Allah sampai kiamat tidak bisa dipecah belah, karena negaranya kami sepotong surga yang dijaga kekasih Tuhan, waliyullah. Para waliyullah itulah bersama para tokoh agama lain dan tokoh bangsa yang dipimpin Bung Karno merumuskan dasar negara, ideologi bangsa Pancasila yang digali dari nilai luhur bangsa, sehingga Pancasila mampu menyatukan bangsa,” katanya.

Selain Pancasila, bangsa Indonesia memiliki budaya dan kearifan lokal seperti silaturahmi dan gotong royong, yang tidak dimiliki negara-negara luar. Seperti di Manado atau Sulawesi Utara, budaya dan kearifan lokalnya sangat luar bisa. Dibuktikan dengan kehidupan masyarakat yang harmoni dalam keberagaman dengan dilandasi rasa toleransi tinggi antar umat beragama.

Menurutnya, harmoni dalam keberagaman harus dipertahankan bahkan diperkuat untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan. Menjadi tugas duta damai dunia maya dengan menyebarkan konten perdamaian, persatuan, kebhinnekaan, dan toleransi, baik secara online maupun offline.

Kemudian, Indonesia juga memiliki ormas keagamaan yang moderat. Di Islam ada Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Washliyah, Nahdlatul Wathan, Darut Dakwah Wal Irsyad (DDI), dan lain-lain.

Kemudian Nasrani ada Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sementara di Hindu ada Parisada Hindu Darma Indoonesia (PHDI), kemudian Buddha ada Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan di Konghuchu ada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

“Pancasila, Budaya dan Kearifan Lokal, dan Ormas Moderat inlah yang sedang dan akan terus dirusak oleh kelompok radikalisme dan terorisme,” kata dia.

Terorisme Bukan Tujuan Akhir

Ia menjelaskan, terorisme bukan tujuan akhir, tapi alat untuk mencapai tujuan sarana propaganda untuk mencapai utamanya yaitu gerakan politik yang ingin mengambilalih kekuasaan, dan mendirikan negara agama menurut versi mereka dengan mendistorsi, memanipulasi, dan mempolitisasi agama.

“Jadi terorisme itu hilirnya, hulunya radikalisme. Ini virus karena semua teroris pasti dijiwai radikalisme, meski mereka yang terpapar radikalisme tidak mesti jadi terorisme,” ujar dia.

Ia menambahkan, radikalisme adalah paham anti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Berawal dari terpapar radikalisme itu, mereka akan kecewa, frustasi, dendam, dan benci, yang kemudian berujung dengan melakukan aksi terorisme. Intinya, virus radikalisme dan terorisme bersifat intoleran dan eksklusif dengan mengatasnamakan agama.

Radikalisme dan terorisme sejatinya adalah musuh agama dan musuh negara. Karena tindakannya bertentangan dengan nilai luhur agama yang mewajibkan akhlakul karimah, mencintai negara, menghormati pemerintah yang sah dan menghormati antar sesama.

“Mereka memecah belah umat, memunculkan phobia, kalau dibiarkan akan menimbulkan konflik. Sebelum terjadi konflik, biasanya didahului maraknya radikalisme mengatasnamakan agama, dan berkolaborasi dengan pihak antipemerintah yang sah dan asing. Ini namanya neo-kolonialisme atau bentuk baru yaitu proxy war dan proxy ideology,” katanya.

Ia menambahkan, Sulut dan Manado memiliki realitis sebagai daerah paling toleran nomor dua di Indonesia. Untuk itu, ia meminta para calon Duta Damai Dunia Maya Regional Sulut menularkan pengalaman dan realitas kehidupan dengan toleransi ke daerah lain.

“Itulah pentingnya kalian jadi duta damai, kalian jadi influencer, dan buzzer perdamain terutama di dunia maya. Bangun persatuan, perdamaian. Jangan sampai militansi diklaim kelompok radikal,” kata dia.

Selain itu, kata Nurwakhid, dalam membuat kontra narasi, duta damai dunia maya, jangan ada setitik pun kebencian pada siapapun. Tapi harus penuh kasih sayang seperti yang diajarkan para nabi seperti Nabi Muhammad dan Nabi Isa atau Yesus Kristus.

Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Sulut ini digelar selama empat hari dengan diikuti 50 peserta. Selama pelatihan, para peserta digembleng membuat konten kontra narasi berupa tulisan, desain komunikasi visual, dan IT. Mereka juga dibekali dengan pemahaman substansi pencegahan radikalisme dan terorisme dengan menghadirka narasumber berkompeten.

Tags: AgamaIndonesiaPancasilaPersatuan
Previous Post

Pengamat Intelijen Ini Yakin Jokowi Lanjutkan Tradisi Rotasi Panglima TNI Lintas Matra

Next Post

Ini Penyebab Radikalisme ‘Menjamur’ di Era Digital

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Radikalisme Sebaiknya Diganti dengan Anti-Pancasila

Ini Penyebab Radikalisme 'Menjamur' di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In