Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat Ini Sindir Gaya Politik Eks Panglima TNI

by Irfan Mualim
26.09.2020
in Nasional
A A
Pengamat Ini Sindir Gaya Politik Eks Panglima TNI

JAKARTA – Pernyataan eks Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo, atas pemberhentian dirinya dari jabatan akibat pemutaran film G 30 S PKI mendapat reaksi sejumlah pengamat.

“Jika benar pernyataan Gatot Nurmantyo yang mengatakan dia diberhentikan menjadi panglima karena memutar film G 30 S PKI, maka patut diduga. Gatot sedang memainkan gaya politik ‘playing victim’,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, di Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Karyono, eks Panglima TNI itu tengah membangun opini publik seolah menjadi pihak yang teraniaya. Bahkan pernyataan Gatot yang meminta agar film G 30 S PKI produksi pemerintah orde baru diputar kembali, merupakan strategi propaganda yang dijadikan ‘jualan’ untuk mendapatkan keuntungan dan manfaat politik (political benefits).

BACA JUGA

Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Jenderal Maruli Simanjuntak bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Rumor Penggantian Panglima TNI, Nama Jenderal Maruli Simanjuntak Menguat

09.10.2026

“Dengan propaganda ini diharapkan dapat membangun empati dan simpati,” katanya.

Karyono menambahkan, gaya politik Gatot yang getol menggunakan narasi komunis dan PKI, mirip gaya politik orde baru yang gemar ‘jualan’ isu komunis/PKI. Namun lupa bahwa momen tersebut sudah tidak berlaku lagi.

“Tetapi dia lupa, bahwa momentumnya sudah lewat. Propaganda menggunakan narasi komunis/PKI tidak sama kondisinya ketika Orde Baru menggunakan narasi ini karena momentumnya tepat,” kata dia.

Ia mengatakan, film G 30 S PKI versi orde baru yang kontroversial itu, terkadang dijadikan alat propaganda untuk menarik simpati publik. Di sisi lain digunakan untuk menjatuhkan lawan politik. Oleh karena itu, bangsa Indonesia jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, termasuk peristiwa September berdarah tersebut.

Memahami sejarah, lanjut Karyono, memang penting sebagai pijakan untuk menatap masa depan dalam membangun kejayaan bangsa.

“Sebaliknya, jika kita meninggalkan sejarah bangsa maka akan seperti kera yang terjebak di hutan belantara dan meraung-raung di tengah kegelapan,” kata dia.

Sejarah bangsa Indonesia sangat luas dan banyak sekali. Tetapi anehnya dari sekian banyak catatan sejarah, yang paling sering menjadi perbincangan adalah sejarah G 30 S PKI.

Hal ini disebabkan karena selama 32 tahun rezim pemerintahan orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto sengaja melakukan propaganda secara sistematis hingga membuat film tentang G 30 S PKI.

Orde Baru, kata Karyono, memang suka ‘jualan’ isu komunis. Bahkan tak jarang isu komunis/PKI kerap digunakan untuk membungkam tokoh atau kelompok yang menentang kebijakan pemerintah orde baru. Kelompok Islam kritis juga tak luput dari bidikan penguasa orde baru.

Untuk membungkam kelompok kritis terhadap pemerintah, penguasa orde baru telah menggunakan propaganda yang sangat populer pada saat itu, yaitu dengan membuat stigmatisasi yang dilabelkan kepada pihak yang berbeda pandangan, yaitu yang terkenal dengan istilah ekstrem kanan dan ekstrem kiri (Eka Eki).

“Maka tak heran, sisa-sisa kekuatan orde baru yang masih bercokol getol membuat propaganda tersebut,” ujarnya.

Sejatinya, kata Karyono, propaganda isu komunis dan PKI ini adalah propaganda usang yang terus digaungkan ke tengah-tengah publik dari masa ke masa.

“Karenanya, strategi propaganda orde baru sangat efektif untuk melanggengkan kekuasaan,” ujar dia.

Selain itu, propaganda isu komunis/PKI sudah tidak efektif untuk menaklukkan lawan politik. Hal itu teruji ketika isu tersebut digunakan guna membendung laju dukungan PDI Perjuangan dan Joko Widodo dalam beberapa kali Pemilu.

“Pihak yang terus menerus menggunakan isu komunis dan PKI sebagai propaganda politik untuk tujuan berkuasa adalah kelompok yang tidak mau belajar dari kegagalan. Mereka kurang kreatif dan inovatif dalam membuat propaganda yang lebih efektif dan simpatik,” ujar Karyono.

Tags: Panglima TNITNI
Previous Post

Marinir Amerika Masih ‘Doyan’ Kapal Perang Tradisional

Next Post

Orientasi Mahasiswa Baru, Cara Cegah Radikalisme Masuk Kampus

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Orientasi Mahasiswa Baru, Cara Cegah Radikalisme Masuk Kampus

Orientasi Mahasiswa Baru, Cara Cegah Radikalisme Masuk Kampus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In