Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Penolakan Ustadz Abdul Somad di Singapura bukan Islamophobia Kata Sri Yunanto

by Irfan Mualim
23.05.2022
in Nasional
A A
Penolakan Ustadz Abdul Somad di Singapura bukan Islamophobia Kata Sri Yunanto

JAKARTA – Penolakan Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh Pemerintah Singapura beberapa waktu lalu, dinilai sebagai ketegasan negara guna melindungi eksistensi negaranya dari  paham intoleransi dan radikalisme.

Diketahui, Otoritas Pemerintah Singapura menyatakan, penolakan itu sebagai akibat dari paham ekstrem yang pernah disebarkan UAS melalui dakwahnya.
 
“Saya terus terang mengapresiasi apa yang dilakukan Pemerintah Singapura. Dalam artian Singapura mempunyai sikap tegas terhadap paham yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan masyarakatnya,” ujar Dosen Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sri Yunanto, di Jakarta, Senin (23/5).

Dalam kasus UAS, lanjut Sri Yunanto, masyarakat seharusnya menyadari, jejak digital bukanlah hal yang mudah dihilangkan, terlebih terkait pada pernyataan SARA dan ujaran kebencian atas kelompok lain.

BACA JUGA

BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan

Ketika Kotak Amal dan Rumah Tahfidz Disusupi Kelompok Radikal

11.10.2026
Baca Lagi: Bangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Ekstremisme, Radikalisme dan Terorisme

“Singapura terlihat punya komitmen sangat besar menjaga pluralisme keberagaman bangsa. Bahkan cukup berhati-hati atas segala macam ide atau pikiran pemahaman UAS yang bisa membahayakan kesatuan Singapura,” kata dia.

Karena itu, ia mengkritisi sebaran narasi yang beredar dari kelompok radikal yang mengaitkan dengan islamophobia, kriminalisasi ulama, hingga narasi ‘negara kafir’.

Menurutnya, narasi tersebut merupakan hal yang berlebihan dan tidak berdasar. Sikap Singapura tidak lain karena negara tersebut memiliki kedaulatan dan regulasinya sendiri dalam melindungi warga negaranya yang juga plural.

“Itu bukan islamophobia ataupun kriminalisasi ulama. Tetapi apa yang dilakukan Singapura adalah untuk me-warning, bahwa jangan sampai agama itu dijadikan sumber terhadap perpecahan dan suku ataupun etnik yang dapat membahayakan kesatuan dan persatuan bagi warga di Singapura,” katanya.

Ia berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran yang dapat diambil oleh semua pihak, khususnya tokoh agama untuk dapat memberikan dakwah yang menyejukkan, mendamaikan, dan mempersatukan seluruh umat manusia.

“Saya kira Ustadz Abdul Somad, kedepannya harus bisa menunjukkan bagaimana dalam ceramah-ceramahnya memberikan kesejukan, persatuan, dan  toleransi antar umat beragama,” ujar dia.

Seseorang diterima dan ditolak masuk ke sebuah negara lain, kata Sri, sesuatu hal yang wajar. Dalam artian ada alasan-alasan yang tidak bisa disamaratakan dan ini buat semuanya, terutama buat para pendakwah.

“Sebenarnya  bukan hanya Islam saja kalau dalam kasus di Singapura. Dulu pendeta dari agama Kristen asal Amerika  yang mengajarkan kebencian kepada umat Islam atau ide-ide yang yang mengajarkan kekerasan dan intoleransi itu juga pernah ditolak masuk Singapura. Jadi bahasanya pemerintah Singapura ini sopan,’anda ditolak masuk’. Jadi dia (UAS) bukan ditangkap,” kata dia.

Masyarakat Belum Menyadari Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi Makin Masif

Masyarakat masih belum mampu menerima fakta di lapangan dan menyadari, bahwa praktik penyebaran radikalisme dan intoleransi yang sudah sangat masif menjangkiti serta masuk ke semua lini kehidupan bermasyarakat.

Olehnya itu, sangat penting peran tokoh agama dan tokoh masyarakat meredam situasi di tengah masyarakat, agar tidak berlarut hingga menimbulkan perpecahan.

“Saya kira tokoh-tokoh moderat bisa juga membantu menjernihkan. Melihat masalah ini dengan jernih. Jangan sampai ada pandangan, apa yang kepada Ustadz Abdul Somad dianggap sebagai kriminalisasi ulama, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” katanya.

Permasalahan UAS, tambah Sri, menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia untuk segera mem-breakdown atau mendetailkan aturan-aturan dalam perpektif hukum, agar penanganan radikalisme dapat dilakukan secara lebih masif.

“Saya kira negara juga harus segera mem-breakdown atau mendetailkan aturan-aturan itu dalam Undang-Undang  No. 5 Tahun 2018 untuk menangani radikalisme dan terorisme dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, kasus UAS tidak ada unsur kriminalisasi terhadap ulama sebagaimana narasi yang tersebar. Namun ia optimis ketegangan tersebut dapat diperbaiki dengan komunikasi antara pihak UAS dan pemerintah Indonesia, guna meluruskan isu-isu yang beredar.

“Sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak melihat bahwa Ustadz Abdul Somad itu dikriminalisasi. Lain halnya kalau UAS ditangkap Pemerintah Singapura, maka bagaimanapun UAS sebagai warga negara indonesia berhak mendapatkan perlindungan,” katanya.

“Konsen Pemerintah Singapura adalah soal substansi apa yang pernah disampaikan dalam dakwahnya, bukan individunya,” Sri mengakhiri.
 

Tags: IntoleransiIslamophobiaRadikalismeSingapuraUstadz Abdul Somad (UAS)
Previous Post

Bangun Kebanggaan Nasional untuk Lawan Intoleransi, Ekstremisme, Radikalisme dan Terorisme

Next Post

Terima Kunjungan Lemhanas Inggris, Kepala BNPT Ajak Bersama Perangi Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Terima Kunjungan Lemhanas Inggris, Kepala BNPT Ajak Bersama Perangi Terorisme

Terima Kunjungan Lemhanas Inggris, Kepala BNPT Ajak Bersama Perangi Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In