Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

People Power, Seruan Bombastis Nonsolutif yang Miskin Analisis

by Irfan Mualim
21.06.2023
in Nasional
A A
People Power, Seruan Bombastis Nonsolutif yang Miskin Analisis

JAKARTA – Belum lama ini telah diadakan pertemuan dengan tajuk “Rakyat Bertanya, Kapan People Power?” di Kota Solo. Seruan people power yang biasanya terjadi di negara-negara dengan instabilitas politik, ekonomi dan keamanan, kini dengan mudah ditemukan di Indonesia hanya demi menggerakkan massa menjelang Pemilu 2024.

Narasi people power yang juga pernah digaungkan pada Pemilu 2019 lalu, seolah tidak bisa lepas dengan praktik intoleransi dan inkonstitusional para pelakunya. Para ‘gelandangan’ politik ini kerap memposisikan pemerintah sebagai musuh yang harus ditaklukkan berapapun harganya.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menerangkan bahwa penyebutan istilah people power dalam pengertian yang terjadi selama ini di beberapa negara di dunia, berarti menggulingkan pemerintahan yang sah.

BACA JUGA

TikTok

Isu Keamanan Anak di Sosial Media: Pandangan Orang Tua tentang Potensi Larangan TikTok di AS

08.01.2025
Tolak PPN 12 Persen

MUI Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN: Implikasi bagi Perekonomian Rakyat

28.12.2024

Dampak yang biasanya ditimbulkan dari gerakan ini adalah berjatuhannya korban jiwa. Menurut pandangannya, people power adalah gerakan yang sifatnya tidak konstruktif.

“Seandainya ada kekurangan pemerintah, apa salahnya dikritik, didemo, atau diajak berdialog yang berbasis fakta, data, dan bukti? Tidak serta-merta melakukan people power dalam pengertian menggulingkan kekuasaan, karena konsekuensinya itu tidak baik dan berpotensi menabrak konstitusi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Dirinya menjelaskan, ketidakpuasan kelompok penentang pemerintah selalu dibarengi dengan narasi bahwa pemerintahan dibawah Presiden Joko Widodo gagal dalam menyejahterakan rakyatnya.

Menghadapi hal ini diperlukan narasi antitesisnya, yaitu seruan untuk mendukung pemerintah karena masyarakatnya bahagia, sejahtera, nyaman, dan tetap dalam kebhinekaan di bawah kepemimpinan presiden saat ini.

“Saya kira perlu juga digerakkan people power yang mendukung Pemerintah. Supaya pengertian people power ini tidak hanya dimaknai sebagai menurunkan pemerintah. Mari kita berdemo people power dengan kekuatan rakyat untuk mendukung pemerintah karena kinerjanya yang sangat luar biasa dibawah kepemimpinan Pak Joko Widodo,” kata Emrus.

Terkait politik identitas yang kerap menyertai narasi people power, Direktur Eksekutif Emrus Corner itu menegaskan bahwa dalam segala hal, khususnya Pemilu, tidak boleh ada politik identitas.

“Karena apa? Manusia itu lahir ke muka bumi sudah punya identitas yang berbeda satu dengan lainnya. Dua manusia kembar ke bumi yang sama, pasti tidak sama identitasnya. Laki-laki dan perempuan, apakah identitasnya sama? Sesama perempuan saja punya identitas yang berbeda, apalagi dengan yang berbeda gendernya,” jelasnya.

Menurutnya, orang yang mempertentangkan identitas itu adalah orang yang tidak paham tentang hakikat manusia yang memang tidak sama dengan manusia lainnya.

Kadangkala, pada seruan people power dalam pengertian yang negatif tadi, seringkali dibumbui dengan isu politik identitas yang sempit.

Emrus berharap, kaum oposisi bisa melahirkan tindakan yang rasional dan berwacana berdasarkan gagasan yang solutif dan bukan memainkan politik identitas semata, sehingga bisa menjadi antitesis yang berkualitas. Jangan jadi oposisi yang bisanya hanya memainkan isu-isu negatif tanpa memiliki gagasan komprehensif untuk menawarkan solusi alternatif pada masyarakat.

Harapan lainnya, agar ada pengelolaan informasi yang baik dari pemerintah sehingga bisa menangkal sentimen negatif yang biasanya dimainkan oleh kaum intoleran.

Salah satunya bisa dengan membentuk atau memperkuat suatu badan yang bertanggungjawab langsung dibawah Presiden untuk mengelola informasi yang beredar di ruang publik.

“Fungsinya adalah menjadi leading sector di bidang komunikasi. Jangan begitu ada isu kita baru meng-counter karena itu tidak efektif. Lebih baik kita menganalisa kemungkinan isu yang akan terjadi, bahkan sebelum isu itu muncul sudah bisa kita sampaikan kontra narasinya. Tujuannya agar manajemen komunikasi pemerintah menjadi leading sector, bukan menjadi ekor ataupun seperti pemadam kebakaran,” tegas Emrus.

Pria yang akrab disapa Bang Emrus ini pun menyayangkan bila masih ada tokoh dalam perpolitikan Indonesia yang cenderung membuat keruh suasana di masyarakat.

Ia menganggap, justru yang dibutuhkan saat ini adalah pernyataan-pernyataan yang mempersatukan anak bangsa agar bisa menjawab tantangan dunia kedepannya.

“Saya akan terus terang, kalau pun ada senior-senior dalam dunia politik yang mencoba menyampaikan pesan-pesan yang bisa men-trigger masyarakat ke people power dalam pengertian negatif, saya menghimbau kepada mereka, cepatlah bertobat. Bangsa ini membutuhkan kita semua, termasuk para senior-senior tersebut untuk bergandengan tangan memajukan Indonesia,” katanya.

Tags: Ekonomiinstabilitas politikKeamananPeople Power
Previous Post

Hadiri Konferensi di PBB, Kepala BNPT RI: Indonesia Komitmen Lawan Terorisme

Next Post

Soal Ponpes Al-Zaytun, Menteri Muhadjir Effendy: Masalah Sensitif, Harus Hati-hati

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Soal Ponpes Al-Zaytun, Menteri Muhadjir Effendy: Masalah Sensitif, Harus Hati-hati

Soal Ponpes Al-Zaytun, Menteri Muhadjir Effendy: Masalah Sensitif, Harus Hati-hati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In