Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Internasional

Isu Keamanan Anak di Sosial Media: Pandangan Orang Tua tentang Potensi Larangan TikTok di AS

by Irfan Mualim
08.01.2025
in Internasional, Ragam
A A
TikTok

JAKARTA – Mahkamah Agung AS bersiap untuk mendengar argumen terkait undang-undang yang berencana melarang TikTok mulai 19 Januari 2025. Seiring perdebatan ini, dua survei terbaru menunjukkan bahwa setengah orang tua di AS setuju bahwa larangan tersebut akan meningkatkan keamanan anak-anak secara online.

Namun, dukungan untuk larangan menyeluruh di semua usia hanya didukung oleh 30% orang tua. Kira-kira 37% pengguna TikTok menyatakan akan mencoba menghindari larangan menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), dan 53% merasa bahwa “melarang TikTok dapat menciptakan preseden sensor yang berbahaya”.

Baca Juga: KPK Minta Kabinet Merah Putih Segera Sampaikan LHKPN

BACA JUGA

Waspada! Perekrut Teroris Sasar Anak Muda Lewat Roblox hingga TikTok, Begini Modusnya

Waspada! Perekrut Teroris Sasar Anak Muda Lewat Roblox hingga TikTok, Begini Modusnya

05.10.2026
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Bareskrim Polri Investigasi Laporan Ridwan Kamil Terkait Pencemaran Nama Baik

22.04.2025

Survei yang dilakukan oleh Security.org melibatkan sekitar 1.000 orang dengan dua kelompok, pengguna TikTok dan orang tua dengan anak minor. Walaupun tidak bersifat representatif secara nasional, hasilnya memberikan gambaran yang menarik tentang pandangan masyarakat terkait isu ini.

Dari hasil survei, temuan kunci meliputi:

1. Platform Paling Berbahaya: Sekitar 25% orang tua menganggap TikTok sebagai platform media sosial yang paling berbahaya bagi anak-anak, terutama karena konten yang tidak pantas dan pengaruhnya terhadap perilaku. Snapchat berada di urutan kedua, diikuti oleh Discord, Twitter, Facebook, Instagram, Reddit, YouTube, WhatsApp, serta Twitch.

2. Dukungan Terhadap Regulasi: Mayoritas orang tua (86%) mendukung undang-undang yang mengharuskan platform media sosial mendapatkan izin orang tua sebelum memungkinkan anak-anak untuk bergabung. Hampir sebanyak itu (84%) juga percaya bahwa orang tua harus memiliki akses penuh ke akun media sosial anak mereka.

3. Batasan Pengumpulan Data: Sembilan dari sepuluh orang tua ingin ada larangan terhadap pengumpulan data pribadi dari anak di bawah umur.

4. Regulasi yang Diinginkan: Dari beberapa regulasi yang paling disukai orang tua adalah pengaturan privasi otomatis untuk akun anak (92%) dan larangan pengumpulan data pribadi (90%). Selain itu, banyak orang tua mendukung pendidikan tentang penggunaan media sosial yang aman di sekolah (85%).

Sikap terhadap Larangan TikTok

Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak orang tua setuju akan perlunya lebih banyak regulasi, hanya sedikit yang mendukung larangan total pada TikTok.

Corie Colliton, editor senior di Security.org, mencatat bahwa banyak orang tua merasa bahwa keputusan mengenai penggunaan media sosial seharusnya ditangani tanpa campur tangan pemerintah.

Namun, banyak juga yang berharap bantuan legislatif mengingat kompleksitas dan perubahan cepat di dunia media sosial, yang menyebabkan kesulitan dalam memantau aktivitas anak-anak.

Dalam laporan tersebut, TikTok dinilai sangat berbahaya karena konten yang tidak pantas (28%) dan pengaruhnya terhadap perilaku anak (22%). Banyak orang tua juga menganggap platform ini terlalu adiktif (20%), meskipun hanya sedikit yang merasa khawatir mengenai privasi dan informasi yang salah.

Sedangkan untuk Snapchat, kekhawatiran utama adalah sulitnya orang tua memantau penggunaan aplikasi tersebut (32%).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa 80% orang tua percaya bahwa penggunaan media sosial berkontribusi pada masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan pada anak muda, dan 98% dari mereka meyakini bahwa platform ini berbahaya bagi anak di bawah 18 tahun.

Melihat ke depan, lembaga dengan kekhawatiran ini merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk melindungi anak-anak secara online:

  1. Mendidik diri sendiri tentang media sosial.
  2. Mengenali kebutuhan unik setiap anak dalam menjelajahi internet.
  3. Menetapkan kontrak teknologi keluarga.
  4. Mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.
  5. Bekerja sama dengan keluarga dan teman untuk mengatasi tekanan sebaya.
  6. Mengawasi tanda-tanda peringatan.
  7. Mengajarkan pentingnya privasi dan keamanan.
  8. Melakukan komunikasi terbuka dengan anak-anak.
  9. Mengetahui tren terkini di media sosial.
  10. Menawarkan kegiatan offline sebagai alternatif.

Menghadapi tantangan yang ada, penting bagi orang tua untuk terlibat dan memahami risiko media sosial, serta memperkuat batasan dalam penggunaan online anak-anak mereka. Dengan demikian, kebijakan yang tepat bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat di dunia digital.

Tags: Amerika Serikat (AS)Anak-anakKeamananMedia Sosial (Medsos)sosial mediaTikTok
Previous Post

KPK Minta Kabinet Merah Putih Segera Sampaikan LHKPN

Next Post

Dialog Kebangsaan: Eks Napiter Bersama Densus Jatim dan Unigoro Komitmen Bangun Moderasi Beragama

BERITA TERKAIT

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim

Saat Asap Indonesia Paksa Malaysia Tutup Sekolah: Anwar Ibrahim Pasang Badan, ASEAN Ditagih Janji

19.10.2026
Ilustrasi

Badai Rudal Koalisi Saudi Hantam Houthi, 136 Target Hancur

10.10.2026
Next Post
Dialog Kebangsaan: Eks Napiter Bersama Densus Jatim dan Unigoro Komitmen Bangun Moderasi Beragama

Dialog Kebangsaan: Eks Napiter Bersama Densus Jatim dan Unigoro Komitmen Bangun Moderasi Beragama

Comments 2

  1. Ping-balik: BNPT dan Kementan Luncurkan Brigade Swasembada Pangan di Sumatera Selatan | Garda Nasional
  2. Ping-balik: PSM Makassar Kembali Berjuang: Menang Banding atas Sanksi PSSI | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In