Perkuat Pusdalsis, Kepala BNPT RI Lakukan Ini

Nasional1471 Dilihat

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menyiapkan perangkat pekerjaan countering terrorism and preventing violent extremism (CTPVE). Hal itu dilakukan untuk memperkuat kemampuan Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis), sebagai salah satu sarana penanggulangan terorisme.

“Hari ini adalah momen penting, kita bekerja mulai hari ini menyiapkan perangkat countering terrorism and preventing violent extremism,” ujar Kepala BNPT RI, Komjen Rycko Amelza Dahniel, saat Penandatanganan Kontrak Kerja dengan PT Nexus Tama Semesta, di Kantor BNPT, Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Rycko berharap, BNPT memiliki monitoring center untuk memantau keberadaan mantan narapidana terorisme, atau mitra deradikalisasi yang berada di wilayah Indonesia.

“Pusdalsis kita harapkan punya kemampuan menjadi command center, kemudian karena tugas Pusdalsis adalah monitoring keberadaan mitra deradikalisasi yang sudah kembali ke masyarakat, maka perlu kemampuan monitoring center,” ujarnya.

Menurut Rycko, Pusdalsis akan menjadi pusat pengolahan data dan informasi. Sehingga, BNPT dapat menjadi alat presiden dalam mengendalikan krisis saat terjadi aksi teror.

Sementara, Direktur Utama PT Nexus Tama Semesta, Randy Michael mengaku senang dapat ikut serta dalam transformasi BNPT RI. Hal itu juga sebagai tanggung jawab moral yang harus ditunaikan.

“Sebuah kebanggaan bagi kami karena bisa berpartisipasi dalam transformasi BNPT. Hal tersebut juga memberikan kami tanggung jawab moral. Kami terima dan akan kami laksanakan sebaik-baiknya untuk memaksimalkan kinerja BNPT,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *