Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Perlu Edukasi Masyarakat atas Kelompok Radikal Terorisme Berkedok Ulama dan Tokoh Masyarakat

by Irfan Mualim
24.11.2021
in Nasional
A A
Perlu Edukasi Masyarakat atas Kelompok Radikal Terorisme Berkedok Ulama dan Tokoh Masyarakat

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah

JAKARTA – Infiltrasi paham dan gerakan kelompok radikal terorisme mengalami transformasi bentuk dan pola. Secara nyata, gerakan ini mudah menyusup ke berbagai sektor kehidupan masyarakat secara halus.

Semisal, kasus penangkapan salah satu terduga teroris yang aktif di organisasi keulamaan dan dikenal baik oleh lingkungan sekitar yang sangat mengejutkan. Hal itu menunjukkan secara gamblang, bahwa paham radikal dapat menyerang siapapun, bahkan kepada ulama yang memiliki peran strategis di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah, mengatakan harus dibangun keyakinan dan edukasi pada masyarakat, bahwa tidak semua orang yang dianggap tokoh agama dan panutan, menyampaikan hal yang mutlak kebenarannya sesuai ajaran agama.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

”Harus dipahami bahwa para ulama memiliki pemahaman yang berbeda-beda. Lalu harus dipahami juga bahwa apa yang disampaikan oleh orang yang berkedok ’ulama’ itu seringkali hanyalah memberikan janji-janji palsu dan bohong-bohongan untuk membohongi masyarakat demi keuntungan ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Ia menyinggung narasi-narasi yang berkembang di masyarakat terkait penangkapan tokoh agama yang dianggap sebagai sebuah ‘islamophobia’ atau ‘kriminalisasi ulama’. Menurutnya, perlu peran ulama untuk menjelaskan kepada masyarakat kalau ada hal-hal yang memang harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Jadi ada counter narasi dari ulama terhadap ‘ulama-ulama’ yang suka memberikan informasi-informasi yang tidak baik. Tetapi dari sisi masyarakat juga harus selalu sering di edukasi. Karena kesadaran masyarakat itu akan tumbuh kalau edukasi terus dilakukan,” kata dia.

Trubus tidak memungkiri, munculnya spekulasi negatif terkait kriminalisasi ulama, akibat masyarakat merasa mengenal dengan baik tokoh agama tersebut, sehingga masyarakat membuat opini sendiri berdasarkan keyakinannya.

“Masyarakat ingin transparansi. Informasi yang disampaikan oleh pemerintah dalam hal bagaimana sebuah proses penangkapan ataupun proses mentersangkakan orang itu, seringkali tidak dimengerti dan tidak dipahami oleh publik,” katanya.

Ia juga menyindir terhadap kelompok-kelompok yang vokal dalam menarasikan isu negatif terkait insiden tersebut sebagai kriminalisasi ulama. “Ada pihak-pihak tertentu yang memang tidak menyukai atau mungkin tidak merasa bagian dari NKRI, yang memandang bahwa upaya-upaya yang dilakukan aparat penegak hukum adalah upaya untuk mengkriminalisasi ulama,” ujar dia.

Menurutnya, isu itu tentu sangat berkaitan dengan keyakinan dan ideologi, sehingga butuh pemahaman lebih kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi, sudah sesuai protap, hukum, dan undang-undang yang berlaku.

“Harus dipahami, apa yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Densus 88 Anti Teror Polri harus dilihat dalam konteks, bahwa apa yang dilakukan semata-mata menjalankan tugas negara,” ujarnya

Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi di tubuh instansi maupun ormas dalam hal pengkaderan dan perekrutan. Hal ini sebagai upaya menutup gerak kelompok radikal masuk kedalam organisasi dan melakukan infiltrasi ideologi yang menyimpang termasuk melakukan background check.

“Tentunya ormas-ormas keagamaan harus punya parameter dan ukuran (recruitment). Harusnya ormas-ormas menerapkan protokol-protokol, mekanisme atau prosedur tetap dimana kemudian ada seleksi yang ketat untuk menjaring pengurus atau anggotanya,” kata dia.

Trubus memandang perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mereview kembali membentuk undang-undang yang mengatur ideologi-ideologi negatif dan bertentangan dengan Pancasila.

“Apakah perlu dibentuk semacam omnibuslaw dari undang-undang khusus mengenai ideologi negara. Seperti ini kan menyangkut soal keamanan dan ketertiban masyarakat. Kita harus mengantisipasi terjadinya ideologi-ideologi lain yang akan muncul di kemudian hari. Ini yang tentunya harus diantisipasi,” katanya.

Trubus meminta para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun pejabat publik mampu menjadi teladan dan contoh baik bagi masyarakat, demi menjaga kepercayaan masyarakat sehingga tumbuh kesadaran di masayarakat akan bahaya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Tags: Radikal TerorismeTerorismeUlama
Previous Post

Keren! Seluruh Prajurit KRI SIM-367 Dianugerahi Medali Perdamaian oleh PBB

Next Post

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In