MOROWALI – Kesulitan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mendapat perhatian aparat kepolisian. Menindaklanjuti aduan warga, Satreskrim Polres Morowali melakukan pengecekan di tiga lokasi untuk menelusuri dugaan penimbunan BBM bersubsidi.
Pengecekan tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Lokasi yang menjadi sasaran petugas meliputi kawasan sekitar SPBU Bungku, Bahomoleo, dan Desa Bente.
Langkah ini dilakukan di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam pemberitaan yang diterbitkan Kamis (22/10/2026), Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP Wawan Kurnadi, mengatakan personel Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) melakukan pengecekan di sejumlah titik setelah menerima aduan masyarakat.
Petugas menemukan antrean kendaraan di SPBU Bungku yang menunggu kedatangan pasokan BBM. Selain itu, sejumlah jeriken kosong juga ditemukan di beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan BBM bersubsidi.
Temuan tersebut menjadi bagian dari pengawasan kepolisian terhadap distribusi BBM di wilayah Bungku Tengah.
Meski demikian, keberadaan jeriken kosong tidak dengan sendirinya membuktikan adanya penimbunan. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui peruntukan wadah tersebut, asal BBM, serta ada atau tidaknya pelanggaran dalam proses distribusinya.
AKP Wawan mengatakan, Polres Morowali berkomitmen menindaklanjuti laporan masyarakat dan meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Masyarakat diimbau tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, karena tindakan tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi warga yang membutuhkan.













