Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ramadan dan Jumat Agung Persatukan Anak Bangsa dalam Bingkai Toleransi

by Irfan Mualim
05.04.2023
in Nasional
A A
Ramadan dan Jumat Agung Persatukan Anak Bangsa dalam Bingkai Toleransi

JAKARTA – Tak terasa bulan Ramadan kali ini telah memasuki pertengahan yang dibarengi juga dengan perayaan Jumat Agung bagi umat Kristiani. Alhasil, Ramadan kali ini tidak hanya sebagai perayaan ritual agama Islam saja, namun juga mempersatukan kebersamaan sesama anak bangsa yang berbeda agama dalam menjalankan perintah agamanya.

Sama dengan ibadah puasa di bulan Ramadan, perayaan Jumat Agung juga diharapkan dapat membawa suasana saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Toleransi yang terbangun antar umat beragama akan semakin kuat dengan adanya momentum perayaan umat beragama yang beriringan.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Kepala Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas

Menggali Keberagaman: Strategi Memperkuat Toleransi antarumat Beragama di Indonesia

23.01.2025

Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Jimmy Sormin, menyampaikan bahwa momentum kebersamaan yang dicita-citakan perlu diupayakan dari seluruh anak bangsa.

“Apapun situasinya, dimanapun dan kapanpun, kita bisa membuat momentum kebersamaan, suasana yang rukun dan damai, untuk saling memahami serta melindungi satu sama lainnya. Oleh karenanya, ketika bulan puasa ini bersamaan juga dengan masa Jumat Agung dan Paskah, ini merupakan waktu yang sangat baik untuk kita saling menghargai satu sama lainnya,” ujarnya di Jakarta , Rabu (5/4/2023).

Ia menjelaskan, seluruh anak bangsa perlu memahami bahwa negara ini ada dalam keberagaman. Artinya setiap umat beragama di Indonesia bisa merayakan apa yang di imaninya secara berbeda.

Pada Ramadan kali ini, umat Islam suka cita menjalankan ibadah puasa. Sementara ada umat lainnya yang merayakannya secara kekristenan, yaitu masa Trihari Suci, yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah.

“Ibarat wajah yang harus selalu dirawat, tidak hanya wajah yang fisik saja yang perlu kita poles dan manjakan supaya terlihat indah dihadapan banyak orang. Tapi juga wajah keIndonesiaan dan kemasyarakatan kita yang beragam yang perlu kita rawat. Sudah sejak semula ada perbedaan, tapi bagaimana mengupayakannya untuk selalu menjadi momentum yang menjaga, mengapresiasi, merawat, menghargai, melengkapi satu sama lainnya. Ini yang harus kita terus rawat bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, rasa kebersamaan sesama anak bangsa dapat terwujud dengan selalu membuka ruang perjumpaan. Misalnya di masa puasa ini, umat Kristen bisa saja bersama-sama ikut serta dalam menyemangati dan mendukung saudara-saudara yang berpuasa, juga termasuk mengikuti buka puasa bersama.

Demikian juga yang muslim misalnya atau beragama lain, di masa paskah boleh saling menyelamati atau memberikan dukungan, juga menjaga keamanan dan ketertibannya satu sama lain. Hal ini dilakukan supaya semua bisa merasakan adanya kebersamaan sebagai warga negara yang memiliki keagamaan atau keimanan yang berbeda.

“Ruang perjumpaan itu harus selalu dibuat, tidak hanya dalam bentuk berdialog secara formal, tapi justru harus dalam bentuk dialog aksi. Itu bisa dibangun juga melalui percakapan di media digital. Di ruang digital juga perlu kita bangun narasi yang meneduhkan, menyemangati, menguatkan, dan bukan sebaliknya. Ini yang kita butuhkan supaya kekayaan bangsa ini dengan keberagaman itu bisa terus terawat dan itu menjadi berkat bagi bangsa ini,” tambah Pdt. Jimmy.

Dirinya juga menekankan pentingnya peranan para pemuka agama dalam memberikan pengaruh yang baik terhadap komunitasnya.

“Pemuka agama adalah panutan dan memiliki kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang banyak, terutama umatnya. Merupakan tugas para pemuka agama untuk memberikan himbauan atau ujaran yang membuat umatnya memahami konsep keberagaman itu sendiri,” katanya.

Artinya, lanjut Jimmy, sekalipun warga negara Indonesia memiliki beragam profesi ataupun latar belakang yang berbeda, namun dengan peranan pemimpin agama, mereka dapat memberikan imbauan yang membuat umatnya mengikuti apa yang mereka ajarkan.

“Tentunya yang dibutuhkan adalah kontennya, apa yang disampaikan dan diarahkan itu adalah yang positif, yang menggerakkan kita untuk selalu menjaga keutuhan NKRI ini dan menjaga kebersamaan anak bangsa, terutama untuk menciptakan keadilan dan perdamaian di tengah bangsa ini,” ujar Pdt. Jimmy.

Untuk itu Jimmy berpesan, agar seluruh anak bangsa dapat terus menjaga dan merawat keberagaman, karena keberagaman itu sejatinya adalah kehendak Tuhan.

“Sebagaimana Kristus yang telah menderita, mati dan bangkit bagi manusia untuk mendatangkan keselamatan, damai dan sejahtera,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dalam mengingat dan juga menghayati arti pengorbanan dan kebangkitan Kristus, sudah seharusnya juga menampakkan tanda-tanda damai dan sejahtera, tanda-tanda yang memberkati serta mengasihi.

“Sehingga kita juga turut menjadi anak-anak bangsa yang menampakkan citra Kristus. Keberagaman adalah bagian dari panggilan kita untuk turut serta melindungi, merawatnya, dan memastikan adanya keadilan dan perdamaian sebagaimana yang Kristus harapkan,” kata Pdt. Jimmy.

Tags: Jumat AgungRamadanToleransiToleransi Beragama
Previous Post

Seorang Prajurit TNI Gugur, Usai Diserang Kelompok Teroris di Papua

Next Post

Diduga Sebar Terorisme di Medsos, Empat WNA Uzbekistan Ditangkap Polri

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Diduga Sebar Terorisme di Medsos, Empat WNA Uzbekistan Ditangkap Polri

Diduga Sebar Terorisme di Medsos, Empat WNA Uzbekistan Ditangkap Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In