Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ramadan Milik Semua: Lewati Pemilu 2024, Menuju Indonesia Harmoni

by Irfan Mualim
26.03.2024
in Nasional
A A
Ramadan Milik Semua: Lewati Pemilu 2024, Menuju Indonesia Harmoni

JAKARTA – Bulan Ramadan tahun ini bagi umat Islam di Indonesia berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, Ramadan tahun ini bertepatan dengan ditetapkannya hasil Pemilu 2024. Karena itu, umat Islam di Indonesia diajak melihat bulan Ramadan yang bukan hanya sebagai momen ibadah, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

Pengamat isu radikalisme dan terorisme, Amir Mahmud, menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menjalani kehidupan bersama, terutama setelah pemilu. Dirinya menekankan kebersamaan bukan hanya milik personal atau kelompok, tetapi milik seluruh bangsa.

“Tantangan utamanya adalah egoisme dan kepentingan yang berawal dari ego, baik dalam tingkat personal maupun kolektif. Hal ini sering kali menghambat terwujudnya kehidupan yang harmonis dan solidaritas di antara masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/3/2024).

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Ilustrasi Libur Sekolah

Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Diperpanjang

04.03.2025

Seperti halnya awal masuk Ramadan yang disitu sudah terjadi perbedaan dalam menentukan dimulainya ibadah puasa, perbedaan seringkali terjadi tidak hanya pada hal-hal yang substansial, namun juga pada sesuatu yang dianggap biasa atau bahkan tidak begitu penting.

“Bulan Ramadan yang sedang kita jalankan ini, dari awalnya sudah ada perbedaan dalam penetapan waktu masuknya. Ada yang hari Senin atau ada yang hari Selasa. Tetapi kan kita sepakat, umat Islam mulai puasa Ramadan itu pada tanggal 1 Ramadan, ya kan? Walaupun ada persoalan yang terkait dengan masalah waktu, tetapi tidak mengubah esensi ibadahnya dan perintah Allah tetap dijalankan,” jelas dia.

Menurutnya, ketika Indonesia sebagai bangsa serius mendiskusikan persatuan, berarti di situ ada perbedaan yang disatukan. Perbedaan yang ada tentunya jangan sampai memberikan dampak buruk terhadap visi Indonesia yang menaungi berbagai golongan.

Dengan memiliki tujuan yang sama sebagai suatu bangsa, rakyat Indonesia dapat berkontribusi lebih baik membangun negaranya secara komprehensif, tanpa menyoal isu primordial seperti perbedaan suku, ras, ataupun agama.

Ia mengatakan, bulan Ramadan membawa pengaruh positif terhadap dimensi spiritual dan sosial yang sangat penting dalam membangun kebersamaan. Dari segi spiritual, puasa merupakan perintah Allah yang mengajarkan ketaatan dan kesadaran beragama.

Sementara dari segi sosial, puasa mengajarkan kesalehan sosial dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Di sinilah munculnya solidaritas, empati, dan tolong-menolong antar sesama, tanpa memandang perbedaan agama atau kepercayaan.

“Hal yang harus pertama kali diingat di bulan Ramadhan adalah bahwa ibadah puasa merupakan wujud keimanan terhadap perintah Allah. Selain menjalankan puasa Ramadan sebagai syarat keimanan, dalam melewati bulan Ramadan, seorang muslim juga harus memahami konsep hablum minannas dan menjalankannya secara konsisten, mengiringi ibadah puasanya,” katanya.

Datangnya bulan Ramadan juga mengajarkan sikap empati dan toleransi, di mana umat beragama saling memahami dan mendukung satu sama lain. Hal ini jelas berlaku bagi yang berpuasa maupun tidak.

Ia menegaskan, bulan puasa mengajarkan untuk merasakan derita sesama melalui keharusan menahan lapar dan dahaga.

“Selain mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, ibadah puasa Ramadan juga menekankan pentingnya mengerti penderitaan yang dialami oleh orang lain. Jika telah begitu, maka muncullah yang namanya sehat sosial atau kesalehan sosial. Seseorang bisa dikatakan saleh secara sosial ketika dia bisa membangun hubungan harmonis dengan orang lain,” kata dia.

Menurutnya, ibadah puasa Ramadan seharusnya dapat menciptakan lingkungan yang kondusif, dan menjauhkan diri dari sikap intoleransi. Bahkan dalam situasi ekonomi dan kehidupan sehari-hari, khususnya di bulan Ramadan, solidaritas dan tolong-menolong harus tetap dijunjung tinggi.

Selain itu, lanjutnya, Lingkungan yang kondusif bisa dibangun ketika seorang yang berpuasa tidak hanya memaknai puasa secara sempit, atau terbatas pada menahan makan, minum, dan hubungan suami istri. Namun, ia juga mampu menahan amarah, perkataan kasar, atau yang menyakitkan orang lain. Tentunya hal ini tidak hanya berlaku kepada hubungan sesama umat Islam saja, tetapi juga untuk seluruh masyarakat, terlepas apapun golongan atau agamanya.

Direktur Amir Mahmud Center ini menekankan, bulan Ramadan harus dijadikan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, empati, dan toleransi. Perbedaan yang biasa terjadi, seperti dimulainya waktu puasa menjadi hal sepele jika dibandingkan dengan esensi dari ibadah itu sendiri.

“Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan moral. Dengan memanfaatkan momen ini dengan baik, umat beragama di Indonesia dapat membentuk masyarakat yang lebih baik, lebih damai, dan lebih toleran,” katanya mengakhiri.

Tags: Bulan RamadhanIndonesiaPemiluRamadan
Previous Post

Pangdam Cenderawasih: Operasi di Papua Selalu Menghindari Kekerasan

Next Post

TNI Kirim Bantuan PUO dan PUB untuk Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
TNI Kirim Bantuan PUO dan PUB untuk Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

TNI Kirim Bantuan PUO dan PUB untuk Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In