Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Rektor Ini Beberkan Langkah Moderasi Agama di Kalangan Kaum Milenial

by Irfan Mualim
17.04.2021
in Nasional
A A
Rektor Ini Beberkan Langkah Moderasi Agama di Kalangan Kaum Milenial

JAKARTA – Selama ini, penanaman moderasi beragama dari paham kekerasan banyak menjadi konsumsi akademisi dan kaum inteletual, sehingga kaum milenial sulit menerima. Oleh sebab itu, perlu langkah agar moderasi beragama bisa diterima kaum milenial.

Hal itu dikatakan Rektor Institut Agama Islam Sahid, Muhammad Imdadun Rahmat, di Jakarta, Jumat (17/4/2021).

Menurut Rahmat, langkah untuk level pertama, yakni perlunya membuat konten terkait pesan-pesan yang umum, seperti mengenai pentingnya hidup bersama dan menjaga kehidupan damai sebagai bangsa maupun sesama umat manusia.

BACA JUGA

Produser film Ageman, Ken Setiawan dan UIN Raden Intan sepakati MoU edukasi toleransi melalui film

Layar Bioskop Lawan Radikalisme, Film ‘Ageman’ dan UIN Raden Intan Bersatu Rangkul Gen Z

15.10.2026
Cegah radikalisme PGNI Lampung dan Ken Setiawan di safari ngaji Kebangsaan

Cegah Radikalisme Masuk Pesantren, PGNI Lampung Bareng Ken Setiawan di Safari Ngaji Kebangsaan

07.10.2026

“Dilakukan secara simultan, dari level paling bawah untuk milenial, atau yang baru kenal atau baru mau belajar agama, untuk mendapatkan pesan-pesan sederhana, singkat, dan pendek seperti penyebaran flyer-flyer atau video-video pendek,” ujarnya.

Apalagi selama ini dari yang dilihatnya masih sangat minoritas dibanding dengan konten-konten lebih bercorak ke arah radikal di media sosial.

Langkah untuk level kedua, yakni berharap adanya konten-konten yang lebih ‘berat’, yaitu penjelasan mengenai dalil-dalil dalam kitab suci yang bisa memberikan peneguhan dan pembenaran bahwa paham keagamaan moderat adalah benar, sesuai dengan Islam. Karena hal itu perlu argumen dan dalil.

“Konten-konten ini lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan konten pertama tadi. Dalam hal ini memang peran para ustadz, tokoh agama, dan intelektual menyediakan konten tersebut. Jadi sudah harus menghadirkan dalil-dalilnya yang memberikan landasan bagi kebenaran Islam moderat, Islam wasathiyah. Itu untuk yang level menengah,” kata dia.

Level ketiga, yaitu kerja para intelektual yang bener-bener, yakni berupa penerbitan buku mengupas pentingnya moderasi agama dari berbagai tinjauan, baik dari sisi sosial, psikologi, ekonomi, politik, kebudayaan, dan peradaban Islam. Karena peradaban kebudayaan dan peradaban Islam itu hanya bisa dibangun dengan pendekatan keagamaan yang wasathiyah dan moderat.

“Sejarah telah membuktikan itu. Karena semua bentuk ideologi yang mengarah kepada kekerasan dan teror sejak zaman dulu selalu menghasilkan kehancuran. Nah argumen-argumen yang lebih educated perlu terus ditulis dalam bentuk penelitian dan buku. Ini untuk level yang lebih tinggi,” katanya.

Disamping itu, pentingnya influencer yang bisa masuk untuk menarik generasi milenial. Dimana diperlukan narasumber tokoh-tokoh muda, ustad muda, kiai muda yang menurutnya bisa untuk lebih diterima kalangan milenial.

“Milenial inikan juga banyak, levelnya bertingkat-tingkat. Ada yang beginners dalam beragama dan ada yang sudah mulai ingin mendalami dan ada pula anak muda yang membutuhkan asupan keagamaan dalam bentuk yang lebih intelektual akademik. Mereka itu sudah tidak lagi berpikir siapa yang menyampaikan, tetapi sedalam apa dan sekuat apa argumen dari konten yang mereka baca,” ujar dia.

Ia menambahkan, masuknya paham radikal kekerasan melalui pemahaman keagamaan, dapat masuk melalui dunia pendidikan. Pertama dari pembelajaran di kelas, baik melalui kurikulum resmi dan yang kedua dari proses pembelajaran di luar kelas. Misalnya dalam kegiatan-kegiatan di rohani Islam.

Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dan revisi pembelajaran mata pelajaran agama di kelas dan kegiatan di luar kelas berupa ekstrakurikuler.

“Termasuk kegiatan di masjid di mushola, rohis, dan ceramah informal yang bisa menjadi pintu masuk, yang harus diwaspadai dari kalangan anak muda, SMP-SMA,” katanya.

Tags: AgamaMilenialModerasi Beragama
Previous Post

Tangkal Radikal Terorisme, Mahasiswa Yogyakarta Bentuk Rumah Kebangsaan

Next Post

Kunjungan Prabowo ke Negara Lain Habiskan Anggaran Negara?

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
99 Persen Masyarakat Menghendaki Pancasila Tetap Utuh, Tegas Prabowo

Kunjungan Prabowo ke Negara Lain Habiskan Anggaran Negara?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In