Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Romo Benny: Toleransi Tak Sekadar Menghormati Perbedaan

by Irfan Mualim
21.09.2023
in Nasional
A A
Ideologi Transnasional

JAKARTA – Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan Indonesia dalam melindungi berbagai corak perbedaan kepercayaan, etnis dan budaya di dalamnya. 

Beraneka ragamnya perbedaan Indonesia bisa terlaksana dengan baik karena adanya toleransi yang menjadi nilai yang menjembatani segala kelompok sosial. 

Tentunya ini dapat menjawab tantangan dari ideologi transnasional yang justru menjadi pintu masuk konflik horizontal serta homogenisasi kultural.

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025

Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, menjelaskan pentingnya nilai toleransi, karena terdapat banyak suku, etnis, budaya, agama, dan kepercayaan lokal di Indonesia.

Benny mengatakan, toleransi tidak hanya sekadar menghormati perbedaan, tapi menjadi habitualisasi bangsa. Toleransi harus menjadi cara berpikir dan bernalar semua generasi, memahami bahwa hidup saling berdampingan serta bersaudara. 

“Walaupun berbeda agama atau keyakinan, kita tetap ada satu ikatan, yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Ia menambahkan, dalam sejarah bangsa Indonesia selama berabad-abad lalu, prinsip Bhinneka Tunggal Ika sudah tumbuh, dan bahkan menjadi ekosistem bangsa. 

Maka dari itu, Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dijaga dari ancaman kepentingan-kepentingan sesaat yang menggunakan politik sebagai alat untuk memecah belah bangsa.

Berbagai ancaman dan gangguan berupa ideologi transnasional yang datangnya dari luar kerap dijumpai. Hadirnya pemikiran yang anti keberagaman bukannya tanpa tujuan. 

Ideologi transnasional yang menampakkan wajahnya dengan narasi intoleransi membawa misi homogenisasi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

“Hal ini akan mengancam Indonesia yang justru hadir untuk melindungi dan menaungi berbagai perbedaan yang ada di dalam NKRI,” katanya.

Menurutnya, keragaman Indonesia adalah tanggung jawab besar bagi seluruh anak bangsa untuk menjaga keutuhan, agar bangsa tetap kokoh dan bersatu. 

“Kita harus mampu menjadi kekuatan Indonesia untuk menjaga keberlangsungan keberagaman ini,” kata dia.

 Keragaman Indonesia sangat membanggakan, lanjut Benny, terbukti dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memuji Indonesia, karena mampu menjaga kemajemukannya, sehingga bangsa ini tidak bisa dipecah belah oleh ancaman politik maupun kepentingan sesaat yang membenturkan berbagai kelompok masyarakat. 

“Kita harus bangga bahwa ancaman tersebut tidak terjadi di bumi Indonesia,” ujar Romo Benny.

Olehnya itu, masyarakat diharapkan bisa mengelola berbagai keragaman dan kemajemukan yang ada agar tetap dalam NKRI. 

Pasalnya, banyak negara telah runtuh dilanda konflik berkepanjangan karena tidak bisa mengelola perbedaan yang ada. 

Kehancuran negara-negara yang berkonflik ini biasanya ditandai dengan makin maraknya narasi intoleransi dan radikalisme bertebaran di berbagai media massa dan internet. 

Jika tidak dibendung dan ditanggulangi secara cepat dan efektif, maka runtuhnya peradaban suatu bangsa hanya akan menunggu waktu saja.

Ia mengungkapkan, Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki Pancasila sebagai falsafah kehidupan bernegaranya. 

Melalui Pancasila, seluruh hajat hidup berbagai kalangan masyarakat yang berbeda latar belakangnya diwadahi untuk bisa hidup dalam kerukunan dan kebersamaan.

“Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memiliki jiwa patriotik, bangga terhadap bangsanya sendiri dengan cara berusaha mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kesehariannya,” ujar dia.

Syarat utamanya kata Benny, adalah memastikan bagaimana agar seluruh bangsa tetap setia kepada Pancasila. Karena Pancasila tidak hanya sekadar ideologi hidup yang mengatur persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan, tetapi juga bisa menjadi ideologi praktis dalam keseharian dan pekerjaan.

“Menjiwai Pancasila seharusnya bisa dilihat pada produk regulasi pemerintah yang muaranya akan mengarahkan berbagai lapisan masyarakat untuk hidup dalam satu kesatuan,” jelas Romo Benny.

Untuk, itu, ia berpesan bahwa Pancasila adalah ikatan bagi Indonesia untuk hidup dengan rukun dan damai. Semua harus bersama-sama menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. 

Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam tindakan harus dijaga dan diamalkan oleh setiap pengambil kebijakan negara ini, sehingga terciptalah masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

“Perlu dipahami bahwa pentingnya agama untuk menjadi inspirasi dan penuntun tujuan hidup, bukan aspirasi kepentingan politik. Kalau agama bisa menjadi inspirasi dan tujuan hidup, maka seseorang akan memiliki kesadaran etis dan berkomitmen untuk tetap menjaga keragaman dan kemajemukan bangsa Indonesia,” katanya mengakhiri.

Tags: Bhineka Tunggal IkaIndonesiaPancasilaToleransi
Previous Post

Waspada Radikalisme Menyasar PNS Polri, Polda Gorontalo Lakukan Ini

Next Post

Permintaan Maaf Panglima TNI Soal ‘Piting’ Dinilai Tak Cukup

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post

Permintaan Maaf Panglima TNI Soal ‘Piting’ Dinilai Tak Cukup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In