JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan langkah penyegaran besar di tubuh satuan paling disegani. Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara resmi melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan terhadap 14 Perwira Tinggi (Pati) serta Perwira Menengah (Pamen) di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Perombakan vital ini tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) Kapolri, yakni Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang dirilis pada 2 Oktober 2026 dan diperkuat dengan Nomor ST/2262/X/KEP./2026 tertanggal 12 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi dinamis internal sekaligus menjaga ritme kerja pengamanan nasional dari ancaman terorisme global maupun domestik.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan pergeseran posisi ini merupakan bagian dari siklus natural organisasi.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir di Jakarta.
Sorotan utama dalam gerbong mutasi kali ini jatuh pada posisi puncak Kepala Densus (Kadensus) 88 AT Polri. Irjen Pol Sentot Prasetyo yang sebelumnya memimpin satuan khusus tersebut kini resmi dimutasi menjadi Pati Densus 88 AT Polri dalam rangka menyongsong masa pensiunnya.
Tongkat estafet kepemimpinan teras penumpas terorisme ini kemudian dipercayakan kepada Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakadensus 88 AT Polri. Dengan pengalamannya yang matang di lini operasional khusus, penunjukan Brigjen Tubagus Ami diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan nasional dengan pendekatan yang kian taktis.
Sementara itu, posisi strategis Wakadensus 88 AT Polri yang ditinggalkan kini diisi oleh Kombes Pol Anwar Haidar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagrenmin Densus 88 AT Polri. Pergeseran beruntun ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus mempromosikan kader-kader internal yang teruji rekam jejaknya.
Langkah cepat Kapolri Jenderal Suyudi ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pengamat keamanan. Di tengah lanskap ancaman kejahatan transnasional dan radikalisme digital yang kian berevolusi, kehadiran wajah-wajah baru di pucuk pimpinan Densus 88 diprediksi bakal membawa energi segar, ketajaman analisis intelijen yang lebih progresif, serta penindakan yang kian presisi demi melindungi keutuhan NKRI.
















