Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Suhadi Cholil: Kuatnya Rasa Toleransi saat Bulan Ramadan

by Irfan Mualim
05.04.2024
in Nasional
A A
Suhadi Cholil: Kuatnya Rasa Toleransi saat Bulan Ramadan

YOGYAKARTA – Suasana Ramadan di Indonesia selalu diwarnai dengan toleransi umat lintas agama. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru muncul, melainkan sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum ramainya segregasi sosial akibat politisasi agama.

Menjelang akhir bulan Ramadan 1445 Hijriah, keberkahan lailatul qadar semakin terasa memberikan makna mendalam bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang toleran.

Membahas keutamaan bulan Ramadan yang sarat dengan nuansa perdamaian, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Suhadi Cholil, menjelaskan bahwa terdapat banyak kejadian yang menggambarkan kuatnya rasa toleransi ketika bulan Ramadan.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Ilustrasi Libur Sekolah

Libur Sekolah Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Diperpanjang

04.03.2025

“Salah satu contohnya adalah adanya kelompok masyarakat di kota Solo dan beberapa kota lainnya yang saling rukun antara umat Kristiani dan muslimnya. Ketika yang beragama Islam menjalankan puasa Ramadan, umat Kristiani disana ikut menyiapkan kolak sebagai menu berbuka puasa, dan diantarkan ke banyak rumah umat Islam,” ujar Suhadi di Yogyakarta, Kamis (4/4/2024).

Sebagai seorang akademisi yang juga sering meneliti interaksi umat lintas agama, Suhadi menemukan adanya umat kristiani yang ikut membangunkan tetangganya yang muslim ketika datang waktu sahur. Fenomena ini banyak dia temukan terjadi di kota Solo.

Ia bercerita, kalau misalnya hidup bertetangga dengan jarak rumah yang cukup dekat, bahkan berdampingan, sudah tidak asing lagi jika dijumpai umat Kristiani yang ikut membangunkan sahur.

Bahkan terkadang jika ada rumah yang dianggap belum bangun untuk sahur, maka tetangganya yang Kristiani ini akan ikut mendatangi dan memanggil penghuni rumah sampai mereka bangun dari tidurnya.

“Seharusnya ini bisa juga dicontoh oleh teman-teman muslim dalam bentuk partisipasi aktif ketika umat Kristiani sedang menyiapkan hari besar keagamaannya seperti Paskah atau Natal. Jika ini bisa diterapkan dengan baik, tentu kita semua bisa yakin bahwa Indonesia adalah negara yang kondusif bagi semua umat beragama,” katanya.

Ramadan juga seringkali dirayakan dengan cita rasa budaya yang berbeda, sesuai dengan wilayah umat Islam bertempat. Menurut Suhadi Cholil, perbedaan budaya dalam merayakan Ramadan adalah hal yang wajar dan menjadi daya tarik tersendiri ketika mengunjungi negara-negara lain.

Di Indonesia, sudah menjadi kebiasaan, baik instansi pemerintah maupun swasta, mengurangi jam kerja ketika bulan Ramadan dengan maksud menghormati mereka yang berpuasa.

Selain itu, pengurangan jam kerja juga memungkinkan orang untuk lebih dekat dengan keluarga dan teman-temannya dengan bisa pulang lebih awal, bahkan sampai mengadakan buka puasa bersama.

“Karena Indonesia merupakan negara multikultural dan banyak agama, buka puasa di bulan Ramadan tidak hanya dilakukan oleh mereka yang beragama Islam, namun juga umat lainnya. Rasa toleransi yang tinggi bisa kita lihat di lingkungan publik, orang-orang yang tidak berpuasa biasanya mencari tempat tersendiri jika ingin menyantap makanan. Jam kerja pun biasanya dikurangi ketika bulan Ramadan,” jelasnya.

Dirinya juga menceritakan tentang kebiasaan buka puasa di negara Australia. Disana, orang-orang yang tidak berpuasa malah sengaja diundang untuk mendatangi acara buka puasa bersama di berbagai tempat umum dan pusat kota. Suguhan buka puasa di Australia tidak hanya berisi makanan lokal, namun juga jenis kuliner yang hanya bisa ditemukan di negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Menurutnya, bulan Ramadan yang penuh ampunan ini juga tak bisa dipisahkan dengan keberkahan malam lailatul qadar. Malam yang dikisahkan lebih baik dari seribu bulan ini datang diantara sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Suhadi Cholil mengajak umat Islam untuk memahami esensi dari bulan Ramadan dan malam lailatul qadar. Beliau beranggapan bahwa Alquran yang diturunkan di bulan Ramadan ini sebenarnya membawa rahmat yang menyeluruh kepada semua manusia, tidak hanya umat Islam saja.

“Aspek kemanusiaan dalam Alquran yang pada akhirnya mengangkat derajat manusia, khususnya perempuan, adalah tentang peraturan pembagian harta waris. Banyak yang mengkritisi peraturan waris dalam Alquran, tentang laki-laki yang diatur untuk mendapatkan dua bagian dari harta warisan, sementara perempuan hanya satu bagian,” katanya.

“Padahal, sebelum datangnya Alquran, jangankan menerima harta warisan, kaum perempuan justru menjadi objek warisan itu sendiri. Misalnya seorang ayah telah meninggal, sementara dia punya istri yang masih muda, istrinya itu biasanya diwariskan kepada anak laki-laki si ayah tersebut,” lanjut dia.

Mengakhiri penjelasannya, Suhadi Cholil menggarisbawahi besarnya peranan bulan Ramadan yang di dalamnya juga diturunkan Alquran, terhadap kemajuan peradaban manusia. Menurutnya, Alquran tidak hanya membahas tentang ibadah semata, namun juga berkontribusi pada emansipasi perempuan dan peningkatan kualitas hidup umat manusia.

Tags: Bulan RamadhanRamadanToleransi
Previous Post

Keputusan Menteri Nadiem Hapus Pramuka di Sekolah Dikritik

Next Post

Lantik Pejabat Baru, Kepala BNPT RI: Optimalkan Pencegahan Radikal Terorisme Jelang Hari Raya Idul Fitri

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Lantik Pejabat Baru, Kepala BNPT RI: Optimalkan Pencegahan Radikal Terorisme Jelang Hari Raya Idul Fitri

Lantik Pejabat Baru, Kepala BNPT RI: Optimalkan Pencegahan Radikal Terorisme Jelang Hari Raya Idul Fitri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In