Tak Hanya Hati, Program Deradikalisasi juga Sentuh Kesehatan Napiter di Dalam Lapas

Nasional681 Dilihat

BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upayanya melaksanakan deradikalisasi terhadap narapidana tindak pidana terorisme selalu mengedepankan strategi soft approach, dimana dalam setiap programnya menggunakan pendekatan kemanusiaan.

Implementasi program deradikalisasi dalam lapas tersebut, Direktorat Deradikalisasi BNPT bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar kegiatan Safari Medis Melalui Pelayanan Kesehatan Gigi Bagi Narapidana Tindak Pidana Terorisme yang kali ini dilaksanakan di di Aula Saharjo Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (13/3/2023).

Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid dalam sambutannya menyatakan bahwa program deradikalisasi ini adalah upaya yang harus dilakukan sejak dari hulu sampai ke hilir.

“Salah satunya adalah program safari medis dalam bentuk pelayanan kesehatan gigi ini. Ini merupakan suatu bentuk kepedulian BNPT terhadap mitra dalam hal ini narapidana tindak pidana terorisme yang sedang menjalani masa pidana di lapas,” kata Nurwakhid.

Nurwakhid menambahkan, melalui kegiatan ini BNPT mengajak para narapidana tindak pidana terorisme untuk selalu berperilaku hidup sehat, senantiasa menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

“Jadi kami tidak hanya menyentuh hari para narapidana terorisme dengan menyentuh hati, tetapi juga kesehatan fisik mereka,” tutur Nurwakhid.

Pelayanan kesehatan gigi Bagi narapidana tindak pidana terorisme mendatangkan Tim Dokter Gigi dari Klinik Pratama BNPT. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang narapidana tindak pidana terorisme yang mempunyai berbagai keluhan masalah penyakit gigi.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Riko Stiven, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Dirinya berujar bahwa sudah menjadi tugas bagi tiga pilar deradikalisasi dalam hal ini adalah Lapas, BNPT dan Densus 88 AT Polri untuk bekerjasama memberikan pelayanan kesehatan bagi napiter di dalam lapas.

“Apabila ketiga pilar ini mampu bekerjasama dengan baik, maka keberhasilan program deradikalisasi pun akan diraih secara bersama dengan baik pula,” tutur Riko.

Riko berharap kegiatan pelayanan kesehatan ini tidak hanya terbatas pada pemeriksaan gigi saja, namun bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan badan dan lainnya.

“Saya juga berharap semua warga binaan pemasyarakatan ini selalu dalam keadaan sehat, karena mereka kita terima di sini dalam keadaan sehat, maka pada saat pulang pun harus sehat.” imbuh lulusan AKIP 41 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *