Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Tiga Hal Cara Menghindari Radikalisasi Berjubah Agama

by Irfan Mualim
03.08.2023
in Nasional
A A
Tiga Hal Cara Menghindari Radikalisasi Berjubah Agama

JAKARTA – Derasnya arus informasi seolah sudah menjadi kelaziman di kehidupan manusia modern. Kemampuan berpikir kritis dan logis menjadi mutlak dalam mencerna dan menyimpulkan konten yang bertebaran,  khususnya di dunia maya. 

Artinya, dengan mengedepankan nalar, isu-isu yang bisa memicu polarisasi bisa dihadapi dengan santai dan dapat menciptakan iklim kondusif saat berselancar di internet.

Ketua Presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan saat ini media sosial dianggap menjadi saluran utama informasi bagi masyarakat. 

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Pembentukan Satgas Kontra Radikalisasi BNPT

Memperkuat Langkah Pencegahan Terorisme: Pembentukan Satgas Kontra Radikalisasi BNPT

23.01.2025

Perubahan perilaku masyarakat yang semakin sering mengonsumsi informasi melalui media sosial, membawa fenomena unintended consequences atau akibat yang sebelumnya tidak diperkirakan.

“Logikanya, seharusnya kalau orang mengakses media sosial, akses informasi menjadi tidak terbatas. Dan pada akhirnya bisa memiliki wawasan yang luas dan mampu melihat dari berbagai perspektif. Tetapi faktanya tidak demikian, justru yang terjadi malah sebaliknya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Ia menjelaskan, ketika suatu konten berisi muatan yang eksploitatif, dan berasal dari kalangan yang punya latar belakang radikalisme, maka bisa dianggap mereka sedang menebar perangkap pemikiran agar siapapun yang membaca bisa terhasut.

“Disitulah terjadi radikalisasi terhadap masyarakat, yang semangatnya sedang tinggi tetapi karena tidak punya latar belakang agama yang kuat, sehingga kemudian rentan termakan dengan narasi atau kemasan kaum radikal di media sosial. Pengusung radikalisme sangat pandai membentuk citra perjuangannya, baik dari sisi visual maupun diksi,” katanya.

Ia menambahkan, ketika orang sudah merasa nyaman dan menganggap seolah telah menemukan jalannya, maka dia kemudian menutup diri dari informasi-informasi yang lain. 

Disitulah proses radikalisasi terjadi. Kemungkinan besar dia akan percaya dengan apapun yang disajikan di kelompok itu. 

Orang yang terpapar akan cenderung menolak berita dari kelompok lain. Itulah yang disebut dengan echo chamber effect.

Sebagai solusinya, Septiaji percaya bahwa segala masalah terkait dengan polarisasi yang menimbulkan sudut pandang ekstrem bisa dicegah selama punya semangat untuk menyikapi berbagai persoalan itu dengan tiga hal.

Pertama adalah pintar. Pintar itu artinya punya kemampuan untuk menyeleksi informasi mana yang fakta atau fiktif, mana yang serius atau tidak, mana informasi yang bersumber otoritatif dan kredibel atau tidak.

Kedua adalah guyub. Kalau seseorang sebagai masyarakat bisa guyub dengan orang lain, maka akan sering berinteraksi dengan berbagai kalangan. 

Meskipun punya keyakinan yang sangat kuat, tetapi uga terlatih untuk menghargai perbedaan terhadap orang lain. Secara akidah bisa kuat tetapi secara muamalah juga baik. 

“Sifat guyub ini juga akan melindunginya dari berbagai macam upaya radikalisasi,” katanya.

Ketiga adalah guyon. Orang-orang yang suka guyon itu akan cenderung lebih imun dan kebal dari upaya radikalisasi. Kalau misalnya terbiasa dengan srawung atau berkumpul dengan orang lain dan juga bercanda, maka upaya radikalisasi itu akan sering bertemu dengan jalan buntu. 

“Pintar, guyub, dan guyon. Saya rasa ketiganya adalah resep yang bisa kita gunakan, terapkan, dan tularkan, supaya masyarakat tidak mudah menjadi korban hasutan dan radikalisme,” jelas Septiaji.

Ia berharap, anak-anak muda Indonesia bisa rasional, tidak hanya dalam ilmu tertentu saja, tetapi juga ketika menghadapi sebuah informasi. 

Rasionalitas ditandai dengan bagaimana seseorang memiliki kesadaran untuk melakukan cross-check atau tabayyun pada sumber informasi pembanding. 

Semakin seseorang sempit pergaulannya, maka kecenderungannya termakan atau terhasut dengan konten radikalisme akan lebih tinggi.

Menyikapi masifnya konten radikal yang terdapat di internet, ia mendorong para generasi muda Indonesia untuk giat menghasilkan konten moderat. 

Hal ini ditujukan supaya kalau ada yang mencari informasi di internet, maka yang paling mudah diakses adalah informasi-informasi dari pandangan yang moderat, bukan yang radikal.

Septiaji menyimpulkan bahwa generasi muda ini perlu dibekali dengan kemampuan berlogika. Kecakapan ini merupakan hal yang belum tentu diajarkan di lingkungan pendidikan formal. Jebakan echo chamber dapat dihindari melalui kemampuan berpikir kritis dan bernalar yang baik.

“Saya rasa kemampuan berlogika dan berpikir kritis masih sangat kurang di generasi muda kita. Perlu rasanya kita bisa memahami kesalahan-kesalahan dalam berlogika sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis,” katanya mengakhiri.

Tags: AgamaMasyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo)Media SosialRadikalisasi
Previous Post

Aksi Terorisme Menurun, Ahmad Sahroni: BNPT RI Harus Terus Ciptakan Program Inovatif

Next Post

Delapan Nelayan Indonesia yang Hanyut ke Perairan Malaysia Dijemput Bakamla RI

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Delapan Nelayan Indonesia yang Hanyut ke Perairan Malaysia Dijemput Bakamla RI

Delapan Nelayan Indonesia yang Hanyut ke Perairan Malaysia Dijemput Bakamla RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In