Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Toleransi, Penopang Keberagaman dan Perekat Persatuan Indonesia

by Irfan Mualim
20.09.2023
in Nasional
A A
Toleransi, Penopang Keberagaman dan Perekat Persatuan Indonesia

JAKARTA – Indonesia adalah bangsa yang besar dan dapat menaungi beragamnya perbedaan didalamnya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman bangsa Indonesia ini dapat tetap terjaga dari masa ke masa karena ditopang oleh suatu pilar yang bernama toleransi. 

Tanpanya, mungkin saat ini Indonesia sudah jatuh dalam jebakan homogenisasi dan menjadi bangsa yang didera konflik berkepanjangan.

Akademisi dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Alamsyah M. Djafar mengatakan, nilai toleransi punya akar yang kuat dari jati diri bangsa Indonesia.

BACA JUGA

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

Peran Kunci Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Thailand-Kamboja di Kawasan ASEAN

28.07.2025
Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025

“Dalam konteks nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi kebanggaan Indonesia, toleransi bisa dimaknai sebagai segala tindakan untuk menghormati dan menghargai hak-hak kelompok yang berbeda, baik secara agama, keyakinan, bahasa, etnis, jenis kelamin, pandangan politik, dan lain sebagainya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/9/2023).

Ia menambahkan, ketika seseorang dianggap berbeda dari kebanyakan orang, seluruh warga negara seharusnya tetap mendapatkan hak-hak mereka seperti yang telah dijamin pada UUD 1945. 

Dalam UUD 1945 disebutkan lebih dari 40 hak warga negara seperti hak mendapatkan informasi, tidak diperlakukan diskriminatif, hak menjalankan agama dan keyakinan, hak mendapat pekerjaan, serta masih banyak lagi.

Menurutnya, penghormatan dan penghargaan dalam nilai toleransi itu dapat diterjemahkan salah satunya dengan tidak menghalangi-halangi orang lain dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.

“Sebagai contoh, bersikap toleran terhadap orang yang berbeda agama dan keyakinan dapat diwujudkan dalam bentuk tidak melarang mereka untuk bisa menjadi guru di sekolah negeri. Sebab, hal tersebut adalah salah satu hak yang dijamin dalam UUD 1945. Toleransi juga dapat dimaknai secara  aktif, yaitu dengan ikut memperjuangkan hak-hak mereka yang belum terpenuhi,” kata dia.

Ia menilai, kesetaraan hak yang diperjuangkan adalah yang tidak bertentangan dengan hukum dan norma yang berlaku di Indonesia. Sejatinya, terpenuhinya kesetaraan hak orang atau kelompok tertentu tidak akan pernah merugikan atau mengurangi hak dari pihak lainnya.  

Peneliti yang aktif menyoroti isu toleransi dan perdamaian ini menyatakan, masyarakat Indonesia sering menyamakan toleransi dengan permisivisme, yaitu membolehkan atau menyamakan segala hal.

“Padahal, toleransi tidak berarti toleran terhadap tindakan yang melanggar peraturan atau hukum yang berlaku, contohnya mentoleransi tindakan atau ujaran kebencian. Sikap toleransi seharusnya dimaknai dengan walaupun kita tidak setuju dengan pandangan tertentu, namun kita dapat menghargai pandangan yang berbeda tersebut,” katanya.

Secara umum, lanjutnya, sudah bisa dilihat beberapa upaya dari pemerintah dan swasta untuk menjembatani berbagai perbedaan di masyarakat Indonesia. 

Upaya ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kegiatan yang memfasilitasi pertemuan antar kelompok masyarakat agar terjalin dialog yang dapat meneduhkan dan memupuk kerukunan.

“Jika melihat program-program yang dilakukan organisasi masyarakat sipil, khususnya dialog-dialog untuk membangun toleransi, maka saat ini sudah berkembang dari sisi kreativitas penyelenggaraannya. Misalnya ada kegiatan membangun toleransi lintas iman dan budaya dengan cara berpetualang ke daerah-daerah tertentu, mengunjungi rumah ibadah, museum, dan mengadakan dialog yang lebih jujur di antara para peserta. Kementerian dan lembaga pemerintahan juga sudah mulai memfasilitasi dialog dan program inovatif dalam rangka melestarikan semangat toleransi,” jelas Alamsyah.

Alamsyah berharap, agar toleransi terhadap berbagai keragaman yang ada tertanam pada generasi muda Indonesia. Sebagai suatu bangsa, Indonesia punya modal besar dalam konteks ini.

“Kita menghadapi bonus demografi yang tidak hanya mendapatkan surplus secara kuantitas, namun juga meningkat secara kualitas bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, generasi muda saat ini telah mendapatkan pendidikan yang lebih baik melalui lembaga pendidikan dalam dan luar negeri. Walaupun begitu, Indonesia sebagai bangsa yang luhur masih menghadapi tantangan maraknya ujaran kebencian yang menyasar kalangan muda. Tidak jarang beberapa dari remaja Indonesia yang turut menjadi pelaku penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

“Kita perlu mengembangkan strategi yang inovatif dan sesuai dengan sasaran demi tercapainya kesadaran bersama akan bahayanya intoleransi dengan berbagai bentuknya. Salah satu caranya bisa melalui pendekatan mental health yang menjadi salah satu isu populer generasi muda Indonesia saat ini. Kita juga bisa kembangkan program penanaman toleransi yang lebih informal dan santai, serta melalui sarana pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi,” kata Alamsyah.

Tags: IndonesiaKeberagamanToleransi
Previous Post

Sestama BNPT RI: Pelaksanaan RAN PE, Berkontribusi Naikkan Indeks Kerukunan Umat Beragama

Next Post

Sestama BNPT RI: Semoga Nota Kesepahaman Ini, Tingkat Toleransi Lebih Baik untuk Kota Solo

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Sestama BNPT RI: Semoga Nota Kesepahaman Ini, Tingkat Toleransi Lebih Baik untuk Kota Solo

Sestama BNPT RI: Semoga Nota Kesepahaman Ini, Tingkat Toleransi Lebih Baik untuk Kota Solo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In