Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Ulama Terjaring Terorisme Ditangkap, Pengamat: Indonesia Negara Hukum

by Irfan Mualim
25.11.2021
in Nasional
A A
Ulama Terjaring Terorisme Ditangkap, Pengamat: Indonesia Negara Hukum

Pengamat intelijen dan terorisme dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib

JAKARTA – Penangkapan beberapa ‘ulama’ yang terlibat jaringan terorisme oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri belum lama ini, menyita perhatian publik. Spekulasi liar pun menyebar di tengah masyarakat, berupa narasi yang memojokkan pemerintah dengan istilah rezim Islamophobia bahkan kriminalisasi terhadap ulama.

Pengamat intelijen dan terorisme dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib , mengatakan opini liar tidak boleh dibiarkan, terlebih pada hal yang menyangkut radikalisme yang mengancam kedaulatan bangsa.

Apabila dibiarkan, bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Faktanya, penangkapan tersebut sudah sesuai penjelasan pihak Kepolisian, dimana dilakukan berdasarkan fakta dan bukti bahwa para ‘ulama’ itu menjadi petinggi kelompok teroris yang masif menyebarkan kotak amal untuk pendanaan terorisme.

BACA JUGA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
BNPT RI dan Kemenag bedah buku

Bedah 220 Buku ‘Berbahaya’, BNPT RI dan Kemenag Bongkar Rahasia di Balik Otak Pelaku Terorisme

12.10.2026

“Ini sebenarnya adalah permasalahan adu opini publik. Jadi kelompok-kelompok teror itu juga punya pasukan medsos (media sosial) yang militan. Indonesia adalah negara hukum. Kalau kita bawa ke negara opini bisa kacau. Tentunya tidak akan bisa seperti itu. Kembalikan kepada undang-undangnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Apa yang dilakukan Densus 88, kata Ridlwan, merupakan bagian dari penegakan hukum. Artinya oknum yang ditangkap adalah orang-orang yang bersalah di mata hukum, terlepas dari fakta bahwa yang bersangkutan dikenal sebagai dermawan di lingkungannya.

“Jangan lupa bahwa penangkapannya ini terkait dia sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI), yang mana JI ini merupakan organisasi terlarang. Ditangkap sebagai tersangka tindakan terorisme, bukan status dia sebagai aktivis bencana alam dan sebagainya,” kata dia.

“Mereka ini melawan hukum dalam konteks undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang penanggulangan terorisme,” Ridlwan menambahkan.

Menurut dia, masyarakat tidak boleh melabeli instansi atau organisasi yang dijabat oleh oknum, sebagai organisasi yang buruk atau instansi ‘teroris’. Ia mencontohkan, narasi terkini yang muncul adalah terkait pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena salah satu anggotanya ada yang ditangkap oleh Densus 88, menurutnya sangat berlebihan dan ceroboh.

“Harus didudukkan secara proporsional. Karena masih banyak ulama-ulama di MUI, para kiai yang memang benar-benar mendalami Islam secara kaffah, secara baik dan mempromosikan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang damai,” ujar Ridlwan.

Insiden yang mencatut nama lembaga sebesar MUI adalah murni kesalahan individu. Ia memandang hal ini sebagai kemampuan individu jaringan terorisme dalam ber-‘taqiyah’ atau kamuflase. Karena kelompok ini memiliki kemampuan bergabung dengan organisasi-organisasi umum, mendekati tokoh publik dan sebagainya.

“Fakta bahwa kelompok ini mengubah taktik pasca pengeboman hotel Ritz Cartlon Jakarta pada tahun 2009 lalu dari strategi attack agresif menjadi defensif bawah tanah,” katanya.

Ridlwan juga menyinggung anggapan masyarakat, bahwa mustahil bagi orang yang mengenyam pendidikan agama di Timur Tengah bisa terpapar radikal terorisme. Menurutnya, justru semakin dalam pengetahuan seseorang, kadang tersesat dalam ilmunya.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh kemudian membandingkan dengan Kelompok Krimihnal Bersenjata (KKB) di Papua dengan menganggap bahwa pemerintah ‘pilih kasih’ dalam penanganan terorisme.

“Yang berpikiran KKB kok dibiarin itu salah banget. Karena sampai hari ini Satgas Nemangkawi itu habis-habisan di lapangan untuk mempertaruhkan nyawa,” kata dia.

Oleh sebab itu, merupakan momen yang tepat bagi MUI membuat fatwa terkait radikalisme ekstrem. Karena melalui fatwa akan bisa menjadi lebih mudah dan fair untuk mencegah meluasnya paham maupun oknum radikal. Termasuk dibuatnya legal basis atau peraturan dari pemerintah soal ideologi radikal.

“Untuk memutuskan sesorang itu radikal atau tidak kan tidak boleh dari fisiknya, tetapi dari pola pikirnya. Lah yang bisa mengukur itu tentunya harus ada fatwanya,” kata Ridlwan.

Ridlwan mengimbau, untuk waspada sedini mungkin dimulai dalam lingkungan keluarga, terhadap bahaya radikalisme dan terorisme yang bisa menyerang siapa saja. Sebab persoalan terorisme tidak hanya urusan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atau Densus 88 saja tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Tags: Majelis Ulama Indonesia (MUI)RadikalismeTerorismeUlama
Previous Post

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terapkan PPKM Level 3

Next Post

KSAL: Pembangunan Kekuatan Tak Hanya Fokus Beli Alutsista

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
KSAL: Pembangunan Kekuatan Tak Hanya Fokus Beli Alutsista

KSAL: Pembangunan Kekuatan Tak Hanya Fokus Beli Alutsista

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In