MIMIKA – Dulu, setiap melangkah di atas jembatan kayu yang mulai lapuk, warga Kelurahan Pasar Sentral dan sekitarnya harus menahan cemas. Namun, ketakutan itu kini resmi terkikis. Di ujung timur Indonesia, derap langkah pembangunan merajut asa baru setelah Kodim 1710/Mimika sukses menuntaskan 10 titik Jembatan Beton Garuda Merah Putih—mengubah jalur rentan menjadi urat nadi konektivitas yang kokoh dan aman bagi masa depan warga Papua Tengah.
Perjalanan merajut konektivitas antarpelosok di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menorehkan babak baru. Komando Distrik Militer (Kodim) 1710/Mimika resmi merampungkan pembangunan 10 titik infrastruktur vital melalui program Jembatan Beton Garuda Merah Putih.
Sepuluh jembatan kokoh ini merupakan bagian krusial dari implementasi Tahap V dan Tahap VI program strategis nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia melalui jajaran TNI Angkatan Darat.
Kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi nyata atas kerinduan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman, lancar, dan berkeadilan.
Transformasi paling dirasakan langsung oleh warga setempat terlihat di Jalan Nangka (serta titik strategis lainnya seperti Jalan Pisang) di Kelurahan Pasar Sentral, Kabupaten Mimika.
Sebelum disentuh program Jembatan Garuda, lokasi ini mengandalkan jembatan kayu swadaya masyarakat yang kondisinya kian hari kian memprihatinkan—lapuk, berderit, dan mengancam keselamatan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas setiap hari.
Kini, wajah kawasan tersebut berubah total. Konstruksi beton bertulang yang kokoh berdiri menggantikan titian kayu yang rapuh. Perubahan ini memberikan rasa aman mutlak bagi warga yang hendak beraktivitas ke pasar, mengantar anak sekolah, hingga mendistribusikan hasil bumi demi mendongkrak perekonomian lokal.
Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, menjelaskan, tuntasnya pembangunan 10 titik jembatan ini adalah bentuk komitmen dan jawaban langsung TNI AD atas kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah penugasan teritorialnya.
“Kodim 1710/Mimika telah menyelesaikan pembangunan 10 titik Jembatan Garuda yang tersebar di wilayah Kabupaten Mimika. Sepuluh jembatan tersebut masuk dalam Tahap V dan Tahap VI program Jembatan Garuda. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya Letkol Inf Jozanda, di Mimika, Minggu (11/10/2026).
Secara sosiologis dan ekonomis, kehadiran jembatan-jembatan ini berfungsi sebagai katalisator pembangunan daerah. Arus logistik, interaksi sosial antarwilayah, serta efisiensi waktu tempuh warga kini jauh lebih terjamin.
Dengan rampungnya seluruh rangkaian pembangunan Tahap V dan VI ini, Kodim 1710/Mimika berharap multiplier effect dari infrastruktur tersebut dapat langsung dirasakan oleh segenap masyarakat Kabupaten Mimika—memastikan bahwa negara hadir hingga ke pelosok lewat karya nyata yang merangkul dan melindungi rakyat.
“Kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar membangun beton dan besi, tapi merajut kembali rasa aman, memperlancar roda ekonomi, dan mendekatkan jarak harapan masyarakat di tanah Papua,” katanyaem
















