MOROWALI – Ada kehangatan yang menyeruak di Aula Kantor Camat Menui Kepulauan saat angin laut berembus perlahan pada Minggu (11/10/2026). Di tempat inilah, batas kewenangan birokrasi yang kaku luluh oleh sebuah pertimbangan sederhana bernama nurani. Hari itu, tidak ada lagi anak tiri dalam dunia pendidikan Morowali—semua pelajar dari TK hingga SMA dan SMK berdiri sejajar, menyambut kado seragam sekolah gratis yang menyeberangi lautan.
Secara aturan normatif, pengelolaan jenjang SMA dan SMK berada sepenuhnya di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, Pemerintah Kabupaten Morowali menolak menjadikan sekat birokrasi tersebut sebagai alasan untuk membedakan nasib anak-anak di daerahnya.
Melalui diskusi mendalam antara Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Pemkab Morowali akhirnya mengantongi izin resmi untuk menyentuh dan mendanai bantuan pendidikan bagi siswa SMA dan SMK di seluruh Morowali.
“Di mana nurani seorang pemimpin jika melihat yang lain diberikan, sementara ada yang lain tidak diberikan, padahal itu sama-sama masyarakat kita yang ada di Morowali? Kita minta diskresi dan dapat kewenangan dari Pak Gubernur, karena bagi saya keadilan itu harus sama rata,” kata Iksan di Menui Kepulauan, Minggu (11/10/2026).

Iksan menegaskan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan tidak ada lagi keluhan dari siswa maupun para tenaga pendidik terkait fasilitas penunjang belajar.
Kebijakan berbasis nurani tersebut diwujudkan secara konkret di lapangan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, menjelaskan sebanyak 500 set seragam sekolah diserahkan secara simbolis untuk para siswa di Kecamatan Menui Kepulauan sebagai bagian dari program masif daerah tahun 2026.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memiliki keterbatasan cakupan, program tahun ini melompat jauh dengan menyasar seluruh tingkatan pendidikan tanpa terkecuali.
Hampir 9.000 potong lebih seragam disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap di seluruh wilayah Morowali.
Sebelum sampai di Menui Kepulauan, bantuan seragam telah tuntas disalurkan di Witaponda, Bungku Barat, Bumi Raya, Bungku Tengah, dan Bungku Timur.
Dinas Pendidikan menjadwalkan penyaluran lanjutan di Kecamatan Bungku Selatan pada 17 Oktober 2026, yang disusul oleh Kecamatan Bahodopi serta penyaluran khusus untuk tingkat TK di Menui Kepulauan.
Untuk menjamin kenyamanan siswa, pengadaan seragam telah disesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing pelajar. Kendati demikian, Dinas Pendidikan tetap membuka kanal garansi ganti rugi jika ditemukan seragam yang tidak presisi.
“Kami tekankan, kalau nanti dalam pembagian ada seragam yang tidak sesuai atau ukurannya kekecilan, segera laporkan ke Dinas Pendidikan. Nanti akan diganti langsung oleh penyedia,”* tegas Arifin Lakane.
Melalui sinergi kepemimpinan yang progresif dan aksi nyata di lapangan ini, Pemkab Morowali membuktikan bahwa wilayah kepulauan dan pulau terluar bukan sekadar pelengkap peta, melainkan jantung dari pemerataan pembangunan manusia di Bumi Tepe Asa Moroso.















Comments 1