MOROWALI – Peran media massa di Kabupaten Morowali resmi ditantang naik kelas. Bukan lagi sekadar corong seremonial pembagian bantuan, insan pers kini didorong menjadi pengawas ulung yang membongkar isi perut program pemerintah hingga tuntas ke akar-akarnya—sebuah pesan menohok yang langsung dilontarkan Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf demi memastikan kesejahteraan warga benar-benar tepat sasaran.
Gerakan Pangan Murah di Aula Camat Menui Kepulauan, Minggu (11/10/2026), mendadak menjadi panggung refleksi bagi tata kelola pemerintahan daerah. Di hadapan para pejabat dan awak media, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf melontarkan pandangan terbuka yang mendobrak tradisi peliputan konvensional.
Bagi Iksan, pemberitaan seputar penyaluran bantuan sosial maupun program sektoral tidak boleh berhenti pada angka statistik atau seremonial penyerahan semata. Jurnalis diminta lebih tajam menguliti substansi di balik setiap kebijakan yang digelontorkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Untuk teman-teman media, tolong dipertajam soal berita ke dinas terkait. Dinas-dinas memberikan bantuan dalam rangka apa,” tegas Iksan di sela-sela kegiatan.
Ia menggarisbawahi pentingnya keterbukaan informasi publik yang mendalam. Publik, kata Iksan, berhak tahu secara utuh mengenai latar belakang, urgensi, hingga efektivitas sebuah program—mulai dari sektor perikanan, sosial, hingga pendidikan. Media diposisikan bukan sekadar penyampai pesan, melainkan mitra strategis yang melahirkan solusi lewat kritik konstruktif.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti kewajiban para kepala dinas untuk transparan dan proaktif menjelaskan program kerja lembaganya kepada publik melalui jurnalis. Evaluasi berkala dinilai krusial agar setiap rupiah anggaran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas tanpa ada salah sasaran.
Dengan sinergi yang transparan antara pemerintah daerah dan insan pers, arah pembangunan Morowali diharapkan semakin matang, akuntabel, dan berpihak penuh pada kebutuhan riil di lapangan.














