Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Alissa Wahid: Perlu Vaksinasi Tangkal Hoaks di Media Sosial

by Irfan Mualim
19.01.2021
in Nasional
A A
Alissa Wahid: Perlu Vaksinasi Tangkal Hoaks di Media Sosial

SLEMAN – Saat ini memang sulit untuk menghindari banjirnya informasi khususnya di dunia maya. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah mengelola informasi dari dalam diri sendiri. Disamping masyarakat harus dibiasakan berpikir kritis, sehingga tidak asal menerima informasi yang masuk.

Demikian dikatakan Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau lebih dikenal Alissa Wahid, di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

”Istilahnya, vaksinasi terhadap banjir informasi, karena dari banjir informasi itu ada informasi yang baik dan ada yang tidak. Nah hoax masuk dalam informasi yang tidak baik. Karena itu, harus dilakukan dengan vaksin di dalam tubuh,” ujarnya.

BACA JUGA

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Bareskrim Polri Investigasi Laporan Ridwan Kamil Terkait Pencemaran Nama Baik

22.04.2025
Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani

Kebenaran di Balik Klaim KKB, Polri Tegaskan itu Propaganda dan Hoaks

25.01.2025

Ia mencontohkan, terorisme ektrimisme yang di dalamnya mengajak seseorang melakukan hal-hal yang mengandung kebencian, maka perlu divaksinasi agar mudah menangkal hal negatif tersebut.

“Perlu melihat, dalam agama kita mengajarkan kebencian apa tidak ya ? kan tidak. Berarti itu informasi yang tidak benar. Itu vaksin yang pertama,” kata dia.

Lalu vaksin yang kedua, menurut Alissa, mencari guru agama, terutama yang mumpuni. Sehingga tidak sembarang mencari guru apalagi sampai belajar ilmu agama dari internet yang tak jelas sumbernya.

“Kita harus memastikan bahwa guru agama tersebut adalah orang yang memiliki ilmu yang cukup tinggi dan diakui. Kemudian jika terkait dengan ideologi negara, maka informasi itu kita ukur juga,” katanya.

”Kita cek apakah ideologi tersebut sesuai dengan Pancasila atau tidak? Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 atau tidak ? Kalau tidak sesuai berarti kita tolak. Itu vaksi yang kedua. Lalu vaksin yang ketiga itu adalah apakah informasi ini selaras dengan apa yang digariskan oleh pemerintah,” Alissa menambahkan.

Ia meminta agar kelompok yang menyebarkan kebencian dan hasutan segera ditindak. Karena itu, pemerintah harus berperan menghentikan kelompok-kelompok tersebut.

”Pemerintah perlu untuk bekerjasama dengan kelompok-kelompok strategis dalam masyarakat supaya kelompok strategis ini bisa menjalankan perannya dan bersinergi dengan pemerintah. Misalnya media massa, bagaimana agar mereka ini juga ikut menjaga agar hoaks tidak semakin menyebar,” ujar dia.

Selain itu, peran pemerintah memfasilitasi kelompok-kelompok agama, agar bisa melakukan penyuluhan pendidikan kepada umatnya masing-masing.

“Jadi tugas pemerintah itu mengkonsolidasikan, kemudian juga memfasilitasi,” ujarnya.

Untuk menangkal tersebut, pihaknya di jaringan Gusdurian ikut menyediakan ruang perjumpaan antar warga dengan membawa semangat damai dan kerjasama. Dimana menurutnya teman-teman dari berbagai kelompok suku, agama, ras apapun itu semua bisa berbaur disitu.

”Kami di jaringan Gusdurian juga dalam setahun melakukan 25 kali untuk pelatihan media sosial terhadap teman-teman di tingkat komunitas. Supaya teman-teman ini dan para pemuka agama ,tokoh masyarakat di tingkat lokal itu mau hadir di komunitas. Kemudian kami juga melakukan kampanye di media sosial baik oleh jaringan gusdurian di tingkat pusat sampai di tingkat lapangan,” ujar dia.

Tags: Alissa WahidHoaksMedia Sosial (Medsos)Vaksinasi
Previous Post

DPR RI Minta Honorer Diangkat Jadi PNS, Menteri Thahjo Jawab Begini

Next Post

Tokoh Papua: KKB Papua Menyerang Misionaris, Dewan Gereja Diam Saja

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Tokoh Papua: KKB Papua Menyerang Misionaris, Dewan Gereja Diam Saja

Tokoh Papua: KKB Papua Menyerang Misionaris, Dewan Gereja Diam Saja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In