Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Persenjataan

Bangun Sistem Pendidikan dengan Perspektif Multikultur

by Irfan Mualim
08.05.2023
in Persenjataan
A A
Bangun Sistem Pendidikan dengan Perspektif Multikultur

JAKARTA – Komitmen untuk menghapus tiga dosa besar di dunia pendidikan terus digalakkan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan. Pendidikan diharapkan mampu menjadi institusi penting untuk mencetak peserta didik menjadi manusia dan anggota masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal kebaikan yang berpijak pada kemanusiaan.

Dosen Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia , Roy Darmawan, menilai kondisi dunia pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri, dalam hal menghapus intoleransi di kalangan generasi muda. Dirinya menilai, model dan sistem pendidikan yang ada masih jauh dari orientasi dan perspektif keragaman.

“Padahal sebuah sistem pendidikan itu perlu membangun perspektif multikultur dari peserta didik. Jadi sebuah pendidikan yang umum berlaku ini hanya menghasilkan satu perspektif dalam memandang fakta dan solusi atas suatu masalah. Sedangkan realitas membutuhkan cara pandang yang multi perspektif,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA

Pendidikan Gratis, Pemerintah Siapkan Dana Rp450 Ribu per Anak Mulai 2027

Pendidikan Gratis, Pemerintah Siapkan Dana Rp450 Ribu per Anak Mulai 2027

30.09.2026
Massa aksi Indonesia Gelap

Indonesia Gelap: Aksi Mahasiswa & Masyarakat Sipil Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan

18.02.2025

Adjunct Professor dari Guangxi University for Nationalities, China, ini mengungkapkan, meskipun kurikulum pendidikan yang ada telah berisikan ajaran budi pekerti, cerdas dan berkarakter luhur kepada peserta didik, namun ia menilai masih kurang optimal dari sisi metode pengajaran.

“Namun bahwa budi pekerti ini sesuatu yang sifatnya adalah ‘learnable but cannot be taught’ maksudnya yaitu bisa dipelajari tetapi tidak bisa diajarkan. Kemampuan untuk metode pembelajaran sehingga bisa optimal tentunya masih perlu untuk ditingkatkan lagi. Termasuk kemampuan mengajarnya juga,” katanya.

Hal itu, kata Roy, kemampuan pendidik yang ada kebanyakan berpola mengajar satu arah, atau bersifat instruksional. Sehingga pengajaran budi pekerti perkembangannya kepada peserta didik menjadi belum optimal. Pasalnya, murid masih dalam tahap memahami instruksi dan seperti diceramahkan antara yang baik dengan yang kurang baik.

“Pengajaran nilai-nilai kemanusiaan ini akan tumbuh seiring dengan adanya pengalaman dan seiring penalaran serta cinta kasih pada sesama makhluk, paling ideal ditumbuhkan melalui penyadaran dengan kemampuan dan kemauan dari pendidik untuk bisa menggaungkan nilai tersebut. Bukan hanya diceramahkan ke anak didik,” tegasnya

Kemampuan pendidik yang demikian dinilai sangat penting dan krusial demi menciptakan manusia yang berkualitas, menjunjung tinggi nilai-nilai universal kebaikan dan kemanusiaan. Menurutnya., masih banyak pendidik yang justru malah menciptakan anak didik yang intoleran.

“Karena pemahaman dari gurunya menganut prinsip hanya satu kebenaran yang tunggal. Bahkan pendidikan ada yang membuat menjadi semakin intoleran. Sementara di sisi lain pendidikan yang membuat lebih memahami keragaman ini masih rendah di dalam menangkal radikalisme ini,” terangnya.

Ia mengutarakan setidaknya ada dua aspek penting dalam penanggulangan intoleransi di dunia pendidikan.

“Pertama, dari aspek preventif yaitu meningkatkan pemahaman nilai-nilai itu kepada pendidik di Indonesia baik melalui kegiatan-kegiatan, melalui sosialisasi, melalui instruksi-instruksi baik tertulis maupun tidak tertulis,” jelasnya.

Kedua, aspek kuratif pada kejadian-kejadian yang ekstrem, misalnya aksi intoleran yang kemudian sangat ekstrem kemudian diberikan tindakan. Namun tindakan ini tetap memperhatikan juga masa depan peserta didik.

Oleh karena itu, ia menilai dunia pendidikan perlu diberikan pemahaman bahwa sekarang ini ada ideologi-ideologi transnasional yang telah merongrong pemikiran manusia termasuk kepada generasi muda. Menurutnya, hal ini masih belum dipahami dengan baik sehingga masih mudah terbawa ideologi-ideologi transnasional yang banyak bersembunyi dibalik ‘kedok’ agama.

“Maka perlu bagi dunia pendidikan untuk diberikan knowledge dan pemahaman ini kepada peserta didik dengan harapan mereka mempunyai kekuatan untuk membendung ideologi transnasional tersebut,” ujarnya.

Untuk itu Prof Roy Darmawan mengajak para pemuda utuk dapat merenungkan pentingnya pendidikan dalam mencapai visi Indonesia sebagai negara yang maju, sejahtera merdeka dari Intoleransi.

“Penting sekali untuk memperkuat nilai-nilai dalam pendidikan atau values dalam pendidikan dan juga menguatkan pendidikan tentang nilai-nilai,” kata Prof Roy mengakhiri.

Tags: IntoleransiPendidikanSistem Pendidikan
Previous Post

Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Deradikalisi, BNPT RI Gandeng Universitas Tidar

Next Post

Panglima TNI: Pengamanan Tidak Menggangu Kenyamanan Masyarakat Sesuai Instruksi Presiden

BERITA TERKAIT

KRI Brawijaya-320

KRI Brawijaya-320: Penjaga Laut Nusantara dari Negeri Pizza

08.09.2025
KRI Kerapu-812

Usai Peremajaan, KRI Kerapu-812 Siap Perkuat Keamanan Maritim Indonesia

21.01.2025
Next Post
Panglima TNI: Pengamanan Tidak Menggangu Kenyamanan Masyarakat Sesuai Instruksi Presiden

Panglima TNI: Pengamanan Tidak Menggangu Kenyamanan Masyarakat Sesuai Instruksi Presiden

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In