Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Indonesia Gelap: Aksi Mahasiswa & Masyarakat Sipil Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan

by Irfan Mualim
18.02.2025
in Nasional, Ragam
A A
Massa aksi Indonesia Gelap

Massa aksi Indonesia Gelap

JAKARTA – Gelap, kata ini menggema di kawasan Patung Kuda, Jakarta, pada Senin (17/02/2025). Bukan gelap karena cuaca, melainkan karena aksi unjuk rasa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia.

Aksi ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan sebuah cerminan keresahan mendalam atas arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauhi prinsip keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat.

Aksi ‘Indonesia Gelap’ bukanlah sebuah gerakan yang lahir tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari berbagai kekhawatiran yang selama ini terpendam. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah terkait dengan pendidikan.

BACA JUGA

Presiden Prabowo gelar rapat terbatas penaggulangan Karhutla

Alasan Kuat Mengapa TNI Kerahkan Kekuatan Penuh Hadapi Ancaman Karhutla

20.10.2026
Ilustrasi Wilayah Kodam Mambruk

Kodam Baru di Papua Tengah yang Siap Ubah Peta Pertahanan Delapan Kabupaten

16.10.2026

Massa aksi menuntut terciptanya pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis. Mereka dengan tegas menolak pemotongan anggaran pendidikan yang dinilai akan memperparah ketimpangan akses pendidikan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Koordinator BEM SI, saat menggelar demonstrasi berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: Ojek Online (Ojol) Tuntut THR: Antara Harapan dan Realita di Tengah Gempuran Digital

“Anggaran pendidikan yang layak adalah hal penting untuk memastikan seluruh rakyat akses pendidikan murah dan layak,” ujarnya.

Menurut dia, pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara. Oleh karena itu, pemangkasan anggaran pendidikan hanya akan memperdalam ketimpangan akses pendidikan dan memperburuk kualitasnya.

Massa aksi juga menolak keras rencana revisi sejumlah undang-undang yang dinilai berpotensi merusak tatanan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Beberapa undang-undang yang menjadi sorotan utama di antaranya:

Revisi Undang-Undang Polri: Revisi ini dikhawatirkan akan memperluas kewenangan polisi, termasuk dalam melakukan kontrol terhadap konten di media sosial. Hal ini dinilai dapat mengancam kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Revisi Undang-Undang Kejaksaan: Rencana revisi ini memberikan perhatian terhadap penguatan hak imunitas jaksa. Padahal, hak imunitas, jika diberikan secara berlebihan, dapat menciptakan ketidaksetaraan di hadapan hukum.

Revisi Undang-Undang TNI: Revisi ini berpotensi membuka ruang bagi keterlibatan militer dalam penegakan hukum, yang dikhawatirkan akan mengulangi sejarah kelam di mana militer belum sepenuhnya tunduk pada peradilan umum.

“Dalam revisi UU Polri, Polisi ingin memperluas kewenangan lebih agar dapat melakukan kontrol terhadap konten-konten dalam media sosial. Sementara dalam rencana revisi UU Kejaksaan, Jaksa ingin memperkuat hak imunitasnya. Hak imunitas ini sebelumnya sudah diatur dalam UU Kejaksaan yang berlaku saat ini. Rencana revisi terhadap berbagai UU tersebut berbahaya dan menyimpang dari prinsip persamaan di hadapan hukum karena harusnya semua warga dan aparat negara tidak boleh mendapatkan imunitas itu,” jelas Satria.

Tuntutan Lainnya: Evaluasi Proyek Strategis Nasional dan Multifungsi TNI-Polri

Selain tuntutan utama di atas, massa aksi juga menyuarakan beberapa tuntutan lain yang tak kalah penting. Mereka meminta agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bermasalah.

PSN, yang seharusnya bertujuan untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, dinilai justru menimbulkan masalah baru, seperti perampasan lahan dan kerusakan lingkungan.

Mahasiswa juga menuntut pencabutan multifungsi TNI dan Polri, yang mengizinkan anggota TNI dan Polri aktif menduduki jabatan-jabatan sipil, dinilai telah menyimpang dari prinsip demokrasi dan merusak profesionalisme TNI dan Polri. Hal ini juga berpotensi menciptakan konflik kepentingan dan mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Aksi ‘Indonesia Gelap’ adalah sebuah pengingat bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan sesuatu yang harus terus diperjuangkan dan dijaga.

Suara mahasiswa dan masyarakat sipil adalah cermin dari keresahan yang ada di tengah masyarakat. Tuntutan mereka bukan hanya kritik, tetapi juga harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera.

Penting bagi pemerintah untuk merespons tuntutan ini dengan bijak. Dialog yang konstruktif, keterbukaan terhadap kritik, dan komitmen untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi adalah kunci untuk meredam gejolak dan membangun kepercayaan publik.

Aksi ‘Indonesia Gelap’ mungkin hanya satu langkah kecil dalam perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-cita reformasi. Namun, semangat yang membara di balik aksi ini menunjukkan bahwa harapan akan perubahan masih terus menyala di hati rakyat Indonesia.

Tags: DemokrasiDemonstrasiIndonesia GelapKejaksaanKepolisian RI (Polri)MahasiswaMasyarakat SipilPendidikanTentara Nasional Indonesia (TNI)
Previous Post

Sebanyak 52 Pati TNI Kembali Dimutasi, Siapa Saja?

Next Post

Cristiano Ronaldo ke Kupang, NTT, Ini Kegiatannya

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo ke Kupang, NTT, Ini Kegiatannya

Comments 1

  1. Ping-balik: Kabinet Prabowo Berbenah: Reshuffle Perdana, Momentum Transformasi? | Garda Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In