Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Internasional

Desk Anti Islamofobia Minta Pemerintah Indonesia Sikapi Pernyataan Politisi India yang Merendahkan Islam dan Nabi Muhammad

by Irfan Mualim
07.06.2022
in Internasional
A A
Desk Anti Islamofobia Minta Pemerintah Indonesia Sikapi Pernyataan Politisi India yang Merendahkan Islam dan Nabi Muhammad

JAKARTA – Koordinator Desk Anti Islamofobia Syarikat Islam (SI), Ferry Joko Juliantono, mengatakan pihaknya mengutuk komentar politisi India, Nupur Sharma, yang telah merendahkan ajaran Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah dialog televisi di negeri itu. 

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia untuk sesegera mungkin merespons masalah tersebut, dengan mengutuk tindakan picik yang dilandasi kebencian terhadap ajaran Islam dan para pemeluknya tersebut.

Hal itu diungkapkan Ferry Joko dalam pernyataan pers di Jakarta, Senin (6/6). 

BACA JUGA

Pakar Komunikasi: Langkah BNPT RI Melalui Pendekatan Kuratif, Preventif, dan Promotif Sudah Tepat

Mengatasi Politisasi Agama dalam Pilkada 2024

20.11.2024
Habib Ja’far: Jangan Biarkan Intoleransi Digaungkan Orang Tak Pernah Belajar Agama

Habib Ja’far: Jangan Biarkan Intoleransi Digaungkan Orang Tak Pernah Belajar Agama

17.05.2024

Menurut Ferry, pernyataan Napur Sharma jelas-jelas dilandasi sikap Islamofobia, sebuah ketakutan tanpa dasar yang didasari kebencian akan ajaran Islam dan kaum Muslim.

“Pernyataan Sharma, yang antara lain mengolok-olok ajaran Islam seputar makhluk buraq, menuding Islam menganut teori bumi datar, serta yang terutama menghina Nabi Muhammad SAW yang kita hormati dan cintai, adalah penghinaan yang keji dari partai yang saat ini berkuasa di India,” ujarnya.

Baca Lagi: Politisi Gerindra Ini Rela Pindah Partai Demi Dukung Anies Baswedan Pada Pilpres 2024

Ferry menunjuk kalimat yang secara verbatim diucapkan Sharma dalam debat yang ditayangkan TV India. Misalnya, ”Haruskah saya mulai mengejek klaim kuda terbang atau teori bumi datar seperti yang disebutkan dalam Al-Quran yang Anda percaya? Anda menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan berhubungan seks dengannya ketika dia berusia sembilan. Siapa yang melakukannya? Nabi Muhammad. Haruskah saya mulai mengatakan semua hal ini disebutkan dalam kitab suci Anda?” kata Sharma

“Kalimat-kalimat tersebut sangat jelas menunjukkan kebencian tak hanya Sharma, melainkan partai yang diwakilinya, BJP, yang selama ini telah memberikan banyak bukti kebencian mereka akan Islam dan kaum Muslim dengan berbagai penindasan, bahkan penyerangan,”kata Ferry. 

Ungkapan dan perilaku Sharma dan partainya, lanjut Ferry, jelas mengingkari sikap luhur PBB yang telah menetapkan 15 Maret 2022 sebagai Hari Anti-Islamofobia. 

“Sementara dunia sudah sadar bahwa Islamofobia adalah sikap barbar, banyak orang di India masih memegang erat sikap anti peradaban itu,” katanya.

Namun Ferry juga mempertanyakan sikap pemerintah sebagai negara dengan warga Muslim terbesar di dunia, yang menurutnya tidak menunjukkan kepedulian sedikit pun atas kejadian yang telah tersebar luas tersebut.

“Sudah lima negara Islam mengutuk perilaku politisi BJP tersebut, yakni Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Iran dan Pakistan, sementara Pemerintah Indonesia masih meneng bae,” kata Ferry mengutip istilah Jawa. 

“Itu kan sikap yang sangat ganjil sebagai pemerintah negara mayoritas Muslim,” lanjutnya.

Untuk itu Ferry menuntut agar pemerintah segera bersikap dengan mengutuk perilaku tersebut, serta meminta agar pemerintah India mendesak elit BJP untuk meminta maaf kepada kaum Muslim di seluruh dunia. 

“Seharusnya pemerintah India sadar, karena BJP adalah partai pemerintah saat ini, apa yang dilakukan BJP mau tak mau menjadi cerminan sikap pemerintah India,” ujarnya.

Negara Islam Kecam Pernyataan Nupur Sharma

Sebelumnya, diberitakan media massa pekan lalu dalam acara debat Times Now di satu stasiun TV,  Juru Bicara BJP, Nupur Sharma–yang kini diskors– telah melontarkan beberapa pernyataan sensitive yang terbukti memancing reaksi keras umat Islam seluruh dunia.

Pernyataan Sharma yang menghina Islam dan merendahkan Nabi itu juga memicu kemarahan dari beberapa negara Muslim, termasuk Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Iran dan Pakistan. Mereka umumnya mengutuk pernyataan tersebut dan meminta permintaan maaf secara terbuka, terutama kepada partai BJP.

Iran, Kuwait dan Qatar bahkan telah memanggil Duta Besar India di negaranya, dan menyerahkan sebuah catatan resmi yang mengungkapkan kekecewaan dan penolakan total atas komentar politisi BJP tersebut. 

Iran bahkan menyerahkan protes keras. Sementara Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan segera menghubungkan hal itu dengan kepemimpinan yang diterapkan Modi di India.

“[Pakistan] telah mengatakan berulang kali India di bawah Modi menginjak-injak kebebasan beragama dan menganiaya Muslim. Dunia harus memperhatikan dan menegur India dengan keras,” kata PM Sharif.

Dari sisi pidana, saat ini Sharma menghadapi tiga pelaporan kepada polisi (First Information Report/FIR).  Oleh para pelapornya, Sharma digugat telah mengucapkan kata-kata dengki terhadap Nabi Muhammad SAW,” dan “…lebih jauh, menargetkan keyakinan dan prinsip Islam dengan tujuan menciptakan ketidakharmonisan, perasaan permusuhan, kebencian, niat buruk antara Muslim dan non-Muslim.”

Laporan polisi ketiga terhadap Sharma itu didaftarkan di Kepolisian Hyderabad di bawah Cyber Crime PS, terdaftar di bawah bagian 153 (A), 504, 505(2) dan 506 KUHP India (IPC) berdasarkan pengaduan dari satu P Ravinder, yang merupakan inspektur senior (SI) di Cyber Crime PS tanggal 30 Mei 2022.

Sebagaimana diketahui, selama kepemimpinan Partai BJP di India, kaum Muslim senantiasa mengalami tekanan, diskriminasi, pelecehan, bahkan sampai pada penyerangan. Sejauh ini dunia belum melihat upaya nyata dari pemerintah India—negara yang mendaku paling demokratif di Asia—untuk menumpas perilaku sebagian warganya yang tergolong ‘biadab’ untuk perilaku abad 21 itu.

Tags: AgamaIslamofobiaNupur SharmaPolitisi India
Previous Post

Politisi Gerindra Ini Rela Pindah Partai Demi Dukung Anies Baswedan Pada Pilpres 2024

Next Post

Tarif Tiket Candi Borobudur Tembus Rp750 Ribu, Cak Imin: Kasian yang Mau Ibadah

BERITA TERKAIT

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim

Saat Asap Indonesia Paksa Malaysia Tutup Sekolah: Anwar Ibrahim Pasang Badan, ASEAN Ditagih Janji

19.10.2026
Ilustrasi

Badai Rudal Koalisi Saudi Hantam Houthi, 136 Target Hancur

10.10.2026
Next Post
Tarif masuk candi borobudur

Tarif Tiket Candi Borobudur Tembus Rp750 Ribu, Cak Imin: Kasian yang Mau Ibadah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Penyerahan hibah gedung Kantor Koramil Bahodopi dari PT IMIP kepada Kodim 1311 Morowali

Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

21.10.2026
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Abdul Rajab

Abdul Rajab Jadi Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Sultra

20.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta
  • Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian
  • Perkuat Pengamanan Kawasan Industri, IMIP Serahkan Gedung Koramil kepada Kodim Morowali

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In