Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Guru Besar UIN Jakarta: Puasa untuk Membentuk Diri yang Bertakwa dan Toleran

by Irfan Mualim
27.03.2023
in Nasional
A A
Guru Besar UIN Jakarta: Puasa untuk Membentuk Diri yang Bertakwa dan Toleran

JAKARTA – Bulan Ramadan datang menyapa. Ibadah puasa yang menjadi rukun Islam keempat dilaksanakan oleh seluruh umat Islam di dunia. Puasa yang telah menjadi kewajiban di tiap Ramadan diharapkan dapat membentuk pribadi menjadi lebih baik lagi.

Puasa di bulan Ramadan dalam perspektif Islam seringkali dikaitkan dengan momentum pembelajaran untuk mengendalikan nafsu manusia. Banyak hal yang sebenarnya halal untuk dikerjakan seperti makan dan minum, namun ketika berpuasa hal tersebut dilarang untuk dilakukan.

Guru Besar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Andi M. Faisal Bakti, menyampaikan ketika umat manusia bisa mengendalikan diri dari hal yang sebenarnya halal di luar bulan puasa. Tentunya umat pula mengendalikan nafsu dari hal yang diharamkan agama.

BACA JUGA

Mewujudkan Toleransi di Riau, Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

Mewujudkan Toleransi di Riau: Upaya BNPT dan DPR RI Cegah Radikalisasi

05.04.2025
Kepala Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas

Menggali Keberagaman: Strategi Memperkuat Toleransi antarumat Beragama di Indonesia

23.01.2025

“Makna puasa dari bahasa Arab ada dua kata, ada asshiyam, ada asshoum. Maksudnya adalah menahan diri sifatnya fisik, seperti makan, minum, hubungan suami-istri, apalagi yang tidak suami-istri, itu pasti dilarang. Menahan diri ini juga ada yang sifatnya non-fisik, seperti mengontrol nafsu makan dan nafsu untuk marah,” ujarnya Jakarta, Senin (27/3/2023).

Prof. Andi menjelaskan, nafsu bisa berupa ketertarikan terhadap hal-hal yang sifatnya abstrak. Karena itu nafsu perlu dikendalikan agar tidak terjebak pada perbuatan buruk, seperti mencela atau mengungkit kesalahan orang lain.

Ibadah puasa merupakan kunci dalam membangun manusia yang kokoh kepribadiannya sehingga ia bisa sabar dan memaafkan orang lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran bahwa umat diperintahkan berpuasa itu agar menjadi orang yang bertakwa.

Ia berpesan tentang pentingnya menjaga toleransi di bulan Ramadan. Toleransi bisa terbentuk ketika mengedepankan prasangka baik terhadap orang lain.

Membangun toleransi perlu dilakukan baik dari yang berpuasa kepada yang tidak, maupun sebaliknya.

Ia juga mengaitkan sifat toleran dengan kemampuan menerima perbedaan pandangan. Dalam hidup bermasyarakat, pastinya akan sering menemukan sudut pandang yang berbeda dengan apa yang telah masing-masing yakini. Disinilah pentingnya bisa menempatkan diri sebagai mitra yang setara dan bukan merasa benar sendiri.

“Kita dengarkan dulu pandangan orang lain, sepanjang pandangan itu mempunyai data, argumentasi, atau logika. Kemudian kita juga kemukakan pandangan kita sendiri. Kuncinya adalah ta’arafu, saling recognize, saling mengenal,” katanya.

Prof. Andi berpesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan sesama anak bangsa. Rasa kebersamaan dapat dibentuk dengan melibatkan seluruh pihak yang ada.

Tidak hanya kalangan elitnya saja yang mendapatkan panggung, namun masyarakat juga bisa menyalurkan pendapatnya dengan bebas dan bertanggung jawab.

“Dalam prinsip kebersamaan ada yang disebut dengan konsensus, atau musyawarah mufakat. Hal ini penting kita jadikan pegangan, bahwa kita dapat duduk bersama, ada hasil rapat yang kita sepakati, dan semua orang harus diberikan kesempatan untuk berpendapat. Jangan kemudian hanya tokohnya itu saja yang bicara tapi tidak mau mendengarkan pandangan anggota masyarakatnya,” kata dia.

Sebagai penutup, Prof. Andi mencontohkan seperti Rasulullah selalu mendengarkan masukan dari para sahabatnya. Walaupun Rasulullah memiliki kedudukan tertinggi di kota Madinah, namun ia tetap memberikan ruang bicara bagi rakyatnya yang ingin menyampaikan gagasannya.

“Rasulullah ketika dulu mau perang seringkali minta pandangan sahabatnya, seperti Salman Al-Farisi, Umar bin Khattab, Abu Bakar, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan yang lainnya. Padahal Rasulullah sendiri sudah dituntun oleh wahyu ilahi, tapi masih mau mendengarkan pandangan para sahabatnya. Pernah suatu ketika salah satu sahabatnya bertanya, “apakah ini wahyu Rasulullah?” Kalau Rasulullah bilang bukan wahyu, maka sahabat itu akan memberikan pandangannya. Seperti itulah Rasulullah sudah mengajarkan kita tentang musyawarah, dan itu juga termasuk dalam nilai-nilai Pancasila,” terangnya.

Tags: Prof. Andi M. Faisal BaktiPuasaToleranToleransiToleransi Beragama
Previous Post

BNPT RI Diganjar Award 2023 oleh Baznas, Ini Kategorinya

Next Post

Dinilai Berhasil Tekan Radikalisme, BNPT RI Beri Penghargaan Pemprov Jateng

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Dinilai Berhasil Tekan Radikalisme, BNPT RI Beri Penghargaan Pemprov Jateng

Dinilai Berhasil Tekan Radikalisme, BNPT RI Beri Penghargaan Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat
  • Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In