Garda Nasional
No Result
View All Result
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
Subscribe
Garda Nasional
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam
No Result
View All Result
Garda Nasional
No Result
View All Result
Home Nasional

Jauhkan Intoleransi dan Diskriminasi dari Lingkungan Pendidikan di Indonesia

by Irfan Mualim
04.05.2023
in Nasional
A A
Jauhkan Intoleransi dan Diskriminasi dari Lingkungan Pendidikan di Indonesia

JAKARTA – Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei seharusnya jadi pengingat bagi Indonesia dalam menyelenggarakan pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif. Namun, dalam mewujudkan harapan yang mulia ini masih banyak tantangan yang menghadang.

Salah satunya praktik diskriminasi dan intoleransi di sekolah seperti mengharuskan seluruh siswinya mengenakan busana tertentu sesuai syariat Islam, walaupun diantara mereka ada yang tidak beragama Islam.

Praktisi dan pemerhati pendidikan anak, Seto Mulyadi (Kak Seto) menilai pendidikan yang ideal adalah yang bisa menjunjung nasionalisme dan merangkul semua anak, terlepas dari apapun suku, ras atau agama.

BACA JUGA

Pendidikan Gratis, Pemerintah Siapkan Dana Rp450 Ribu per Anak Mulai 2027

Pendidikan Gratis, Pemerintah Siapkan Dana Rp450 Ribu per Anak Mulai 2027

30.09.2026
Massa aksi Indonesia Gelap

Indonesia Gelap: Aksi Mahasiswa & Masyarakat Sipil Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan

18.02.2025

“Nasionalisme adalah bisa saling menghargai antar umat beragama. Ada yang beragama Islam, Kristen, Buddha, Protestan, Hindu, dan sebagainya. Tetapi kalau guru, kepala sekolah, atau bahkan Kepala Dinas Pendidikan di wilayahnya tidak mengerti itu, ya amburadul semua. Sebenarnya Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengatur itu semua, bahwa pendidikan anak Indonesia itu membentuk karakter pelajar yang sejalan dengan Pancasila. Merupakan tugas dari Kementerian Pendidikan untuk menegaskan hal ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/5/2023).

Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ini menyebutkan, Kementerian Pendidikan telah merumuskan lima hal yang harus ada dalam pelaksanaan pendidikan, yaitu: Pertama adalah etika atau budi pekerti yang justru seringkali kurang ditekankan. Kedua adalah estetika, maksudnya keindahan, kerapian, atau bisa juga dalam hal kesenian.

Ketiga adalah iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang seringkali hanya ini yang terlalu ditekankan. Dampak negatif dari penekanan iptek yang berlebihan, mungkin anak kalau sudah stres bisa tawuran, bullying, atau melakukan tindakan kekerasan.

“Keempat adalah nasionalisme. Hal Ini juga terkadang kurang ditampilkan dan ditekankan, bahwa kita berbeda itu dalam sebuah kerangka Bhinneka Tunggal Ika, harus bisa saling bekerja sama,” kata Kak Seto.

Kelima, lanjutnya adalah kesehatan. Menurut Kak Seto, tidak hanya fisik namun juga mental yang terkadang kurang diperhatikan.

“Kesehatan mental itu dijaga dengan tidak saling menghujat, menghina, mem-bully, melanggar norma adat istiadat ataupun agama. Jika kesehatan mentalnya terjaga, maka anak akan tidak mudah baper (bawa perasaan) dan marah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, makna pendidikan ,jika mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal.

“Seharusnya pendidikan itu memunculkan potensi diri dari dalam, bukan memberi dari atas. Bukan sekadar memberikan hafalan, indoktrinasi, perintah dan sebagainya, sehingga anak-anak lebih diperlakukan sering sebagai objek, bukan sebagai subjek,” katanya.

Dirinya mencontohkan, ada lima Rudi yang hebat. Bisa menjadi Rudy Habibie yang merupakan Presiden Ketiga Republik Indonesia, Rudi Hartono yang juara bulu tangkis internasional, Rudy Hadisuwarno yang pintar memotong rambut, Rudi Salam yang pintar akting, atau Rudy Choirudin yang pintar masak.

Jadi, ungkapnya, semua orang harus memunculkan potensi dari dalam dirinya. Tidak semua orang harus jadi lawyer, dokter, atau insinyur. Hal ini yang harus dibangun dalam kerangka pendidikan. Prinsip untuk memunculkan kekuatan dari dalam peserta didik dan bukan sekadar ibarat mengisi air ke dalam gelas yang kosong.

Ketua Umum ASAH PENA (Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif Indonesia) ini pun berharap, agar pemerintah dan aparat berlaku tegas dalam memberantas praktik intoleransi dan membela HAM (Hak Asasi Manusia) serta hak anak.

Ia juga menekankan, menjadi tanggung jawab aparat setempat untuk menegakkan peraturan yang berlaku sesuai dengan tingkatannya. Mulai dari Kepala Dinas Pendidikan di wilayah itu hingga ke Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bagi SD, SMP, dan SMA, serta Direktur Jenderal Perguruan Tinggi bagi universitas.

“Jadi ini juga harus ada ketegasan dari aparat atau pejabat yang membawahi pendidikan tersebut supaya diingatkan dan dikampanyekan kembali. Bahkan sekarang juga dikampanyekan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang sekolah yang ramah anak. Nah ramah anak itu tidak ada kekerasan atau pemaksaan, apalagi pemaksaan yang kemudian juga melanggar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional itu sendiri,” kata dia.

Tags: DiskriminasiIntoleransiKak SetoPendidikan
Previous Post

Ikrar Setia NKRI, Syarat Napi Terorisme Dapatkan Haknya?

Next Post

Para Guru di Aceh Ikrar Tolak Radikalisme dan Terorisme

BERITA TERKAIT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Melawan Arus Toksik Medsos, Resep ‘Prinsip 3T’ Kepala BNPT untuk Generasi Z Menjaga Kedamaian

21.10.2026
Rocky Gerung Watimpres

Ini Alasan Blak-blakan Rocky Gerung Masuk Istana

20.10.2026
Next Post
Para Guru di Aceh Ikrar Tolak Radikalisme dan Terorisme

Para Guru di Aceh Ikrar Tolak Radikalisme dan Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Humas Tiran Nusantara Group, H. La Pili

Merasa Dokumen Lengkap, Tiran Group Angkat Bicara Soal Sidak Bupati Morowali di PT BIL

09.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf saat berdiskusi dengan karyawan lapangan PT Bukit Indah Limonit (BIL)

Diduga Tak Punya Izin Reklamasi Laut, PT BIL Kena Mental Disidak Bupati Morowali

08.10.2026
Perwakilan Manajemen PT Askon Morowali, Alexander Lieman

PT Askon Morowali Sampaikan Permintaan Maaf, Buka Lembaran Baru Usai Ketegangan di Matarape

17.10.2026
Surat Bupati Morowali atas PT Askon di Desa Matarape

Gerak Cepat Pemkab Morowali, Bupati Iksan Jadwalkan Rapat Koordinasi Dampak Lingkungan PT ASKON di Desa Matarape

16.10.2026
Akun Instagram Jucardines menyebut Site Neraka di Morowali

Site Neraka di Bumi Morowali, Ketika Janji Kesejahteraan Tambang Berubah Menjadi Petaka Ekologis

Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri

Rapor Merah Tambang Sulteng: 90 Persen Perusahaan Diduga ‘Kencingi’ Aturan Reklamasi Pascatambang

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-8, Boyong Sembilan Wajah Baru ke Istana

Eks Sekda Sultra, Asrun Lio yang ditahan Kejaksaan Tinggi Sultra

Dari Meja Jamuan ke Balik Jeruji, Menguak Aliran Dana Rp4,2 Miliar dan Peran Eks Sekda Sultra Asrun Lio

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (21/10/2026)

Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif

21.10.2026
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat

21.10.2026
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat Membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel di Hotel Jayakarta, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

21.10.2026
Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

21.10.2026
Garda Nasional

Penerbit PT Media Garda Utama

About

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Berita Terkini

  • Hadapi Era AI dan Kejahatan Siber, Kasad Dorong Prajurit Hukum TNI AD Lebih Adaptif
  • Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah sebagai Pj. Bupati Sinjai, Birokrat Merakyat
  • Dari Desa untuk Morowali, Bupati Iksan Ingatkan Aparatur Desa agar Tak Salah Kelola Uang Rakyat

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Internasional
  • Kabar Mabes
  • Persenjataan
  • Ragam

Copyright © 2026 Garda Nasional All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In