MOROWALI — Di balik gemerlap pertumbuhan ekonomi kawasan industri yang kian masif, ancaman senyap tengah mengintai masa depan bumi Morowali. Namun, perlawanan tanpa kompromi pun digelorakan. Kepolisian Resor (Polres) Morowali membuktikan keseriusan mereka dalam melindungi masyarakat dari jerat barang haram, dengan memusnahkan 217,34 gram narkotika jenis sabu di Ruang Satresnarkoba Polres Morowali.
Pemusnahan barang bukti bernilai ratusan juta rupiah ini bukan sekadar rutinitas hukum biasa. Barang haram seberat 217,34 gram yang terbagi dalam 7 sachet plastik klip bening tersebut merupakan hasil tangkapan dari tangan seorang tersangka berinisial Lk. M., berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/50/VIII/2026.
Menariknya, proses eksekusi barang bukti ini dilakukan secara terbuka dan transparan dengan cara diblender bersama cairan khusus disaksikan langsung oleh unsur penegak hukum lintas instansi.
“Pemusnahan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, berdasarkan ketetapan status barang sitaan dari Kejaksaan Negeri Morowali. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami kepada publik bahwa tidak ada ruang kompromi bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Morowali,” ujar Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini melalui Kasat Narkoba, IPTU Lukman
Langkah tegas yang diambil oleh Satresnarkoba Polres Morowali mendapat apresiasi luas karena mengedepankan prinsip akuntabilitas publik. Prosesi pemusnahan ini tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan dihadiri dan dikawal ketat oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Morowali Nurdin, Kasi Pidum Kejari Morowali Jusrin Husen, jajaran personel Satresnarkoba, perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), serta penasihat hukum tersangka.
Kehadiran para petinggi penegak hukum ini memastikan, seluruh barang bukti yang disita dipastikan musnah tanpa sisa dan menutup celah sekecil apa pun terhadap potensi penyalahgunaan barang bukti di internal penegak hukum.
Sebagai salah satu pusat pertumbuhan investasi dan industri nikel terbesar di Indonesia, Kabupaten Morowali dihadapkan pada tantangan demografi yang kompleks.
Tingginya mobilitas pendatang dan perputaran uang yang cepat kerap kali dimanfaatkan oleh sindikat narkotika jaringan antarkota hingga internasional untuk memasarkan barang haram mereka.
Dengan dimusnahkannya 217,34 gram sabu ini, diperkirakan ribuan jiwa anak bangsa berhasil diselamatkan dari potensi kecanduan dan kerusakan saraf permanen.
Polres Morowali menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mengendurkan pengawasan, baik di jalur darat, pelabuhan tikus, maupun di kawasan-kawasan kos pekerja industri yang kerap menjadi titik rawan transaksi gelap.
Masyarakat diimbau untuk terus berperan aktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat Morowali demi menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan bersih dari narkoba.














